Pelajaran Penting
1 videoWudhu
3 videoSholat
3 videoPertanyaan Penting
279 pertanyaanAKIDAH42
1. Soal: Siapa Tuhanmu?
Jawab:
Tuhanku adalah Allah yang telah memeliharaku dan memelihara seluruh alam semesta dengan segala karunia-Nya. Dialah sembahanku, tidak ada sembahan yang benar bagiku selain-Nya. Dia Sang Pencipta, Maha Raja, Pemberi Rezeki, dan Pengatur semua yang ada di alam semesta.
Dalilnya adalah firman Allah, "Segala puji milik Allah, Tuhan alam semesta." (QS. Al-Fātiḥah: 2)
2. Soal: Apa agamamu?
Jawab:
Agamaku adalah Islam yang berarti berserah diri kepada Allah dengan tauhid, patuh dan taat kepada-Nya, serta berlepas diri dari kesyirikan dan para pelakunya.
Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam." (QS. Āli 'Imrān: 19)
3. Soal: Siapa Nabimu?
Jawab:
Muhammad ﷺ.
Allah Ta'ala berfirman, “Muhammad adalah utusan Allah.” (QS. Al-Fatḥ: 29)
4. Soal: Sebutkan kalimat tauhid beserta artinya!
Jawab:
Kalimat tauhid adalah lā ilāha illallāh. Artinya: tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.
- Allah Ta'ala berfirman, "Maka ketahuilah bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah." (QS. Muḥammad: 19)
- Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- juga berfirman, "Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (Tuhan) Yang Maha Benar. Apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil. Sungguh Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al-Ḥajj: 62)
5. Soal: Di manakah Allah 'Azza wa Jalla berada?
Jawab:
Allah di langit di atas Arasy, di atas seluruh makhluk. Allah Ta'ala berfirman, “(Allah) Yang Maha Pengasih bersemayam di atas Arasy.” (QS. Ṭāhā: 5)
Allah Ta'ala juga berfirman, "Dialah Yang Maha Kuasa di atas hamba-hamba-Nya dan Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-An'ām: 18)
6. Soal: Apa arti syahadat Muhammad adalah utusan Allah?
Jawab:
Artinya adalah bahwa Allah telah mengutus beliau kepada seluruh manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
Wajib hukumnya untuk:
(1) taat pada semua yang beliau perintahkan,
(2) membenarkan semua berita yang beliau sampaikan,
(3) tidak melanggar larangan beliau, serta
(4) beribadah kepada Allah hanya dengan yang beliau syariatkan, yaitu mengikuti Sunnah dan meninggalkan bidah.
Allah Ta'ala berfirman, "Siapa yang menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah menaati Allah." (QS. An-Nisā`: 80)
Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- juga berfirman, "Tidaklah yang diucapkannya itu menurut keinginannya. (Itu) tidak lain adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)." (QS. An-Najm: 3-4)
Allah ﷻ berfirman, "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat, dan dia banyak mengingat Allah." (QS. Al-Aḥzāb: 21)
7. Soal: Kenapa Allah Ta'ala menciptakan kita?
Jawab:
Allah menciptakan kita untuk beribadah hanya kepada-Nya, tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun. Allah tidak menciptakan kita sia-sia, atau untuk senda gurau dan main-main, ataupun membiarkan kita terlunta-lunta dan tanpa guna.
Allah Ta'ala berfirman, "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Aż-Żāriyāt: 56)
8. Soal: Apakah yang dimaksud dengan ibadah?
Jawab:
Segala bentuk perkataan atau perbuatan yang Allah cintai dan ridai, baik itu yang lahir maupun yang batin.
• Ibadah lahiriah seperti zikir kepada Allah dengan lisan, berupa tasbih, tahmid, takbir, serta ibadah salat dan haji.
• Ibadah yang batin seperti tawakal, khauf (takut kepada Allah), dan berharap kepada Allah.
9. Soal: Apakah kewajiban kita yang terbesar?
Jawab:
Kewajiban kita yang terbesar adalah menauhidkan Allah Ta'ala.
Allah Ta'ala berfirman, "Padahal, mereka hanya diperintahkan untuk menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama." (QS. Al-Bayyinah: 5)
10. Soal: Sebutkan pembagian tauhid!
Jawab:
(1) Tauhid rubūbiyah, yaitu mengimani bahwa Allah satu-satunya Maha Pencipta, Maha Pemberi rezeki, Maha Raja, dan Maha Pengatur, tidak ada sekutu bagi-Nya.
(2) Tauhid ulūhiyah, yaitu mengesakan Allah dalam ibadah, sehingga tidak ada yang berhak disembah selain Allah Ta'ala.
(3) Tauhid asmā` wa ṣifāt, yaitu mengimani nama-nama dan sifat Allah Ta'ala yang terdapat dalam Al-Qur`an dan Sunnah tanpa melakukan tamṡīl (menyamakan sifat Allah dengan sifat makhluk), tasybīh (menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk), ta’ṫīl (menafikan sifat Allah), maupun takyīf (membuatkan kaifiat bagi sifat Allah).
Dalil pembagian tiga tauhid tersebut adalah firman Allah Ta'ala, “(Dialah) Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguhhatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah engkau mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya?” (QS. Maryam: 65)
11. Soal: Apakah dosa terbesar?
Jawab:
Kesyirikan kepada Allah Ta'ala.
Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-Nisā`: 48)
12. Soal: Sebutkan pengertian syirik dan jenis-jenisnya!
Jawab:
Syirik adalah seseorang mengadakan sekutu bagi Allah dalam hak peribadatan, perbuatan atau nama dan sifat-sifat-Nya.
Di antara contoh kesyirikan yaitu melakukan ibadah apa pun kepada selain Allah Ta'ala.
Jenis-jenisnya:
1- Syirik besar. Ini seperti berdoa kepada selain Allah, sujud kepada selain Allah, atau menyembelih (hewan) untuk selain Allah ﷻ.
2- Syirik kecil. Yaitu kesyirikan yang tidak mengeluarkan dari agama, seperti bersumpah dengan menyebut nama selain Allah, dan praktik jimat, yaitu menggantung benda tertentu untuk mendapatkan manfaat atau menolak bahaya. Juga, ria yang sedikit, misalnya seseorang yang memperbagus salatnya karena dilihat orang lain.
13. Soal: Adakah yang tahu perkara gaib selain Allah Ta'ala?
Jawab:
Hanya Allah satu-satunya yang tahu perkara gaib.
Allah Ta'ala berfirman, “Katakanlah (Muhammad), ‘Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib kecuali Allah. Mereka juga tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.” (QS. An-Naml: 65)
14. Soal: Sebutkan rukun iman!
Jawab:
Rukun iman ada enam:
1) Iman kepada Allah Ta'ala.
2) Iman kepada para malaikat.
3) Iman kepada kitab-kitab.
4) Iman kepada para rasul.
5) Iman kepada hari Akhir.
6) Iman kepada takdir yang baik dan yang buruk.
Dalilnya adalah hadis Jibril yang populer dalam riwayat Imam Muslim. Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi ﷺ, “Tolong beritahukan kepadaku tentang iman!” Nabi menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari Akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.”
15. Soal: Apa maksud rukun-rukun iman tersebut?
Jawab:
(1) Iman kepada Allah Ta'ala: - Engkau beriman bahwa hanya Allah yang telah menciptakan dan memberimu rezeki dan Dia Maha Memiliki serta satu-satunya Maha Pengatur seluruh makhluk. Dialah sembahan yang hak, tidak ada yang berhak disembah selain-Nya. Dia yang memiliki penciptaan, perintah, hukum, dan pensyariatan, tidak ada sekutu bagi-Nya.
- Dia Maha Agung, Maha Besar, dan Maha Sempurna. Segala puji bagi-Nya. Dia memiliki nama-nama terbaik dan sifat-sifat yang paling tinggi. Dia tidak memiliki tandingan dan tidak ada satupun yang mirip dengan-Nya.
(2) Iman kepada Para Malaikat Para malaikat ini adalah makhluk yang Allah ciptakan dari cahaya dengan tujuan untuk beribadah kepada-Nya dan secara totalitas mematuhi perintah-Nya.
AllahTa'ala berfirman, "Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka tidak berbicara mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya." (QS. Al-Anbiyā`: 26-27)
Nabi ﷺ juga bersabda, "Malaikat diciptakan dari cahaya." (HR. Muslim)
Di antara malaikat itu ialah Jibril 'alaihissalām yang turun membawa wahyu kepada para Nabi. Allah Ta'ala berfirman, "Sungguh, (Al-Qur`an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan alam semesta. Dibawa turun oleh Rūḥul-Amīn (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan dengan bahasa Arab yang jelas." (QS. Asy-Syu'arā`: 192-195)
(3) Iman kepada Kitab-kitab. Yaitu kitab-kitab yang Allah turunkan kepada para rasul-Nya, seperti:
- Al-Qur`an kepada Nabi Muhammad ﷺ
- Injil kepada Nabi Isa -'alaihissalām-
- Taurat kepada Nabi Musa -'alaihissalām-
- Zabur kepada Nabi Daud -'alaihissalām-
- Suhuf Ibrahim dan Musa kepada Nabi Ibrahim dan Musa -'alaihimassalām-
(4) Iman kepada para rasul. Mereka adalah manusia yang Allah utus untuk memberikan pembinaan, menyampaikan berita gembira tentang kebaikan dan surga, serta mengingatkan manusia tentang bahaya keburukan dan neraka.
Yang paling utama di antara mereka ialah rasul-rasul ululazmi, yaitu:
- Nuh -'alaihissalām-
- Ibrahim -'alaihissalām-
- Musa -'alaihissalām-
- Isa -'alaihissalām-
- Muhammad ﷺ.
(5) Iman kepada hari Akhir. Hari Akhir adalah peristiwa-peristiwa setelah kematian di alam kubur, hari Kiamat, hari kebangkitan dan perhitungan, hingga penghuni surga dan neraka tinggal di tempat mereka masing-masing.
Allah Ta'ala berfirman, "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah balasan kalian diberikan dengan sempurna. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia telah memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya." (QS. Āli 'Imrān: 185)
(6) Iman kepada takdir yang baik dan yang buruk.
Iman kepada takdir adalah meyakini bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang terjadi dalam alam semesta, Allah telah menulisnya dalam lauhulmahfuz, menghendaki wujudnya, dan menciptakannya.
Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir)." (QS. Al-Qamar: 49)
Iman kepada takdir ini terdiri dari empat tingkatan:
Pertama: Iman terhadap ilmu Allah Ta'ala termasuk ilmunya yang mendahului segala sesuatu, serta sebelum dan setelah peristiwa terjadi.
Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala, “Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat. Dia yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.” (QS. Luqmān: 34)
Kedua: Allah telah menulis takdir tersebut pada Lauhulmahfuz. Artinya, segala sesuatu yang telah terjadi dan akan terjadi telah tercatat di sisi Allah dalam Lauhulmahfuz itu.
Dalilnya ialah firman Allah Ta'ala, “Kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya, tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering melainkan (semua itu) tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauhulmahfuz).” (QS. Al-An'ām: 59)
Ketiga: Segala sesuatu terjadi dengan kehendak Allah, sehingga tidak ada kejadian apa pun yang terjadi kecuali atas kehendak Allah Ta'ala. Manusia memiliki pilihan serta memiliki keinginan dan kehendak. Namun, keinginan dan kehendak itu tidak terjadi kecuali setelah kehendak Allah ﷻ.
Dalilnya adalah firman Allah, "(Yaitu) bagi siapa di antara kalian yang hendak menempuh jalan yang lurus. Namun, kalian tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan alam semesta." (QS. At-Takwīr: 28-29)
Keempat: Mengimani bahwa segala sesuatu yang ada merupakan makhluk ciptaan Allah, Dia menciptakan zat, sifat, gerakan, dan segala sesuatu yang ada padanya.
Dalilnya adalah firman Allah, “Allahlah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat.” (QS. Aṣ-Ṣaffāt: 96)
16. Soal: Sebutkan pengertian Al-Qur`an!
Jawab:
Al-Qur`an adalah kalam (firman) Allah, bukan makhluk ciptaan.
Allah Ta'ala berfirman, “Jika di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah agar dia dapat mendengar kalam (firman) Allah.” (QS. At-Taubah: 6)
Diriwayatkan dalam hadis: "Keutamaan firman Allah di atas semua perkataan manusia seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya." (HR. Tirmizi)
17. Soal: Sebutkan pengertian Sunnah!
Jawab:
Sunnah adalah setiap perkataan, perbuatan, persetujuan, atau sifat fisik dan akhlak Nabi ﷺ.
18. Soal: Sebutkan pengertian bidah! Bolehkah kita menerima perbuatan bidah?
Jawab:
Bidah adalah segala yang diada-adakan oleh manusia dalam perkara agama yang tidak ada pada masa Nabi ﷺ dan para sahabatnya.
Sikap kita adalah tidak boleh menerimanya, bahkan wajib menolaknya
Hal ini sesuai sabda Nabi ﷺ: “Setiap bidah itu adalah kesesatan.” (HR. Abu Daud)
Juga sabda beliau ﷺ, “Siapa yang melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim)
Contohnya: Penambahan dalam ibadah, seperti menambah basuhan wudu jadi empat kali dan perayaan maulid Nabi. Semua itu tidak ada pedomannya dari Nabi ﷺ dan para sahabatnya.
19. Soal: Sebutkan pengertian akidah walā` dan barā`!
Jawab:
Walā` ialah cinta dan menolong sesama kaum beriman.
Allah Ta'ala berfirman, “Orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain.” (QS. At-Taubah: 71)
Al-Bara’ ialah membenci kaum yang kafir (kepada Allah) dan orang-orang yang memusuhi kaum beriman.
Allah Ta'ala berfirman, “Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu, dan telah nyata antara kami dan kalian ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja.” (QS. Al-Mumtaḥanah: 4)
20. Soal: Apakah Allah menerima agama selain Islam?
Jawab:
Allah hanya menerima agama Islam.
Allah Ta'ala berfirman, "Siapa yang mencari agama selain Islam, maka itu tidak akan diterima darinya dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi." (QS. Āli 'Imrān: 185)
21. Soal: Kufur dapat terjadi dengan perkataan, perbuatan, dan keyakinan. Berikan contohnya!
Jawab:
Contoh kufur dengan perkataan: mencela Allah ﷻ atau Rasulullah ﷺ.
Contoh kufur dalam bentuk perbuatan: Menistakan mushaf Al-Qur`an atau sujud kepada selain Allah Ta'ala.
Contoh keyakinan: meyakini ada yang berhak disembah selain Allah Ta'ala atau ada pencipta lain bersama dengan Allah Ta'ala.
22. Soal: Apakah yang dimaksud nifak (kemunafikan) dan apa sajakah jenis-jenisnya?
Jawab:
1) Nifak besar, yaitu menyembunyikan kekafiran dan menampakkan keimanan.
Nifak ini mengeluarkan dari Islam dan termasuk kufur besar.
Allah Ta'ala berfirman, “Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. An-Nisā`: 145)
2) Nifak kecil, misalnya: dusta, ingkar janji, dan mengkhianati amanah.
Nifak ini tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam, tetapi dia merupakan perbuatan dosa, dan pelakunya terancam dengan siksa.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: jika berbicara maka dia berbohong, jika berjanji maka dia melanggarnya, dan jika diberi amanah maka dia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
23. Soal: Siapakah Nabi dan Rasul terakhir?
Jawab:
Muhammad ﷺ.
Allah Ta'ala berfirman, “Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi.” (QS. Al-Aḥzāb: 40)
Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Aku adalah penutup para nabi, tidak ada lagi nabi setelahku.” (HR. Abu Daud, Tirmizi, dan lainnya)
24. Soal: Apakah yang dimaksud dengan mukjizat?
Jawab:
Mukjizat adalah segala perkara luar biasa yang Allah berikan kepada para nabi-Nya sebagai bukti kebenaran mereka, seperti:
- Mukjizat membelah bulan, milik Nabi ﷺ. Allah Ta'ala berfirman, "Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah. Jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, '(Ini adalah) sihir yang terus menerus.' Mereka mendustakan (Muhammad) dan mengikuti nafsu mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya." (QS. Al-Qamar: 1-3)
- Terbelahnya laut bagi Nabi Musa -'alaihissalām- serta tenggelamnya Firaun dan tentaranya. Allah Ta'ala berfirman, "Ingatlah ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kalian dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan pengikut-pengikut Firaun sedang kalian menyaksikan." (QS. Al-Baqarah: 50)
25. Soal: Siapakah yang dimaksud dengan sahabat Nabi? Apakah kita harus mencintai mereka?
Jawab:
Sahabat Nabi ialah orang yang bertemu dengan Nabi ﷺ dalam keadaan beriman dan wafat di atas agama Islam.
Kita wajib mencintai dan meneladan mereka. Mereka adalah golongan manusia paling baik dan paling mulia setelah para nabi.
- Kategori sahabat yang paling mulia adalah Khalifah yang empat orang, yaitu:
Abu Bakar -raḍiyallāhu 'anhu-
Umar -raḍiyallāhu 'anhu-
Usman -raḍiyallāhu 'anhu-
Ali -raḍiyallāhu 'anhu-
Allah Ta'ala berfirman tentang para sahabat seluruhnya, "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung." (QS. At-Taubah: 100)
26. Soal: Siapakah yang dimaksud dengan Ibu-ibu orang beriman?
Jawab:
Mereka adalah para istri Nabi ﷺ.
- Allah Ta'ala berfirman, “Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS. Al-Aḥzāb: 6)
27. Soal: Sebutkan hak-hak ahlulbait Nabi ﷺ terhadap kita!
Jawab:
Hak ahlulbait Nabi ﷺ adalah kita mencintai dan membela mereka, serta membenci orang-orang yang membenci mereka, tetapi kita tidak bersikap berlebihan terhadap mereka. Mereka adalah istri-istri beliau, anak keturunan beliau, serta anak keturunan Hasyim dan Abdul Muṭṭalib yang beriman.
Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian, wahai Ahlulbait, dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya." (QS. Al-Aḥzāb: 33)
Diriwayatkan di dalam hadis Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang ahli baitku. Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang ahli baitku. Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang ahlulbaitku." (HR. Muslim)
28. Soal: Apakah kewajiban kita terhadap pemerintah umat Islam?
Jawab:
Kewajiban kita adalah menghormati, mendengar, dan menaati mereka selama bukan untuk berbuat maksiat. Kita mesti mendoakan serta menyampaikan nasihat untuk mereka secara tertutup dan tidak memberontak kepada mereka, kecuali kita melihat mereka melakukan kekafiran yang nyata.
Allah Ta'ala berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kalian. Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur`an) dan Rasul (Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Hal itu lebih utama (bagi kalin) dan lebih baik akibatnya." (QS. An-Nisā`: 59)
29. Soal: Apakah tempat kembali bagi kaum muslimin?
Jawab: Surga.
Allah Ta'ala berfirman, “Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. Muḥammad: 12)
30. Soal: Apakah tempat tinggal bagi kaum kafir?
Jawab:
Neraka.
Allah Ta'ala berfirman, “Maka takutlah kalian kepada api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 24)
31. Soal: Apakah yang dimaksud dengan khauf? Apa pula yang dimaksud dengan rajā’? Sebutkan dalilnya!
Jawab:
Khauf artinya sikap takut kepada Allah dan siksa-Nya.
Rajā’ artinya sikap mengharap pahala, ampunan, dan rahmat Allah Ta'ala.
Dalilnya adalah firman Allah, "Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mereka mengharapkan rahmat-Nya serta takut akan siksa-Nya. Sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti." (QS. Al-Isrā`: 57)
Allah Ta'ala berfirman, “Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku bahwa Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.” (QS. Al-Ḥijr: 49-50)
32. Soal: Sebutkan beberapa contoh nama dan sifat Allah Ta'ala!
Jawab:
Allah (Yang berhak disembah), ar-Rabb (Maha Memiliki dan Maha Memelihara), ar-Raḥmān (Maha Pengasih), as-Samī’ (Maha Mendengar), al-Baṣīr (Maha Melihat), al-‘Alīm (Maha Mengetahui), ar-Razzāq (Maha Memberi rezeki), al-Ḥayy (Maha Hidup), al-‘Aẓīm (Maha Agung), dan nama-nama indah serta sifat-sifat agung lainnya.
33. Soal: Jelaskanlah makna nama-nama tersebut!
Jawab:
Allah bermakna ilah atau sembahan yang berhak disembah, hanya dia semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Ar-Rabb bermakna satu-satunya yang menciptakan, yang memiliki, yang memberi rezeki, dan yang mengatur.
As-Samī’ bermakna yang pendengarannya meliputi segala sesuatu serta mendengar semua suara dengan segala perbedaan dan keragamannya.
Al-Baṣīr bermakna yang melihat segala sesuatu, besar maupun kecil.
Al-‘Alīm bermakna yang ilmunya mencakup segala sesuatu, baik yang lampau, sekarang, maupun yang akan datang.
Ar-Raḥmān bermakna yang kasih-Nya meliputi semua makhluk dan yang hidup. Semua hamba dan makhluk berada di bawah naungan kasih-Nya.
Ar-Razzāq bermakna yang menanggung rezeki seluruh makhluk dari golongan jin, manusia, dan semua hewan melata.
Al-Ḥayy bermakna Yang Maha Hidup dan tidak mati, sementara semua makhluk akan mati.
Al-‘Aẓīm bermakna yang memiliki seluruh kesempurnaan dan semua kebesaran terkait nama, sifat, dan perbuatan-Nya.
Al-Ḥakīm bermakna yang menciptakan dengan sempurna dan penuh teliti, dan yang memiliki kebijaksanaan dalam penciptaan dan perintah-Nya.
Hikmah (kebijaksanaan) adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya dan mendudukkannya pada posisinya.
34. Soal: Apakah kewajiban kita terhadap para ulama kaum muslimin?
Jawab:
Kita mencintai mereka dan bertanya kepada mereka terkait persoalan-persoalan agama dan aktual yang berkaitan dengan syariat. Kita juga tidak boleh menyebut para ulama kecuali dalam konteks kebaikan. Siapa saja yang mendiskreditkan para ulama, maka ia telah menyimpang dari jalan kebenaran.
- Allah Ta'ala berfirman, “Allah mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Mujādilah: 11)
35. Soal: Siapakah yang dimaksud dengan wali-wali Allah?
Jawab:
Mereka adalah orang-orang beriman yang bertakwa dan mengikuti Sunnah Nabi ﷺ.
Allah Ta'ala berfirman, “Ingatlah, wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa.” (QS. Yūnus: 62-63)
36. Soal: Apakah iman itu terdiri dari perkataan dan perbuatan?
Jawab:
Iman itu terdiri dari perkataan, perbuatan, dan keyakinan.
Jadi, iman itu berupa ucapan lisan, keyakinan dan amalan hati, serta amalan anggota badan.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Iman memiliki tujuh puluhan -atau enam puluhan- cabang. Cabang yang paling utama ialah ucapan lā ilāha illallāh, sedangkan yang paling rendah ialah menyingkirkan gangguan dari jalan. Malu juga salah satu cabang iman." (HR. Muslim)
37. Soal: Apakah iman itu dapat bertambah dan berkurang?
Jawab:
Iman itu bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan melakukan kemaksiatan.
- Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah maka hati mereka gemetar dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya maka iman mereka bertambah karenanya, serta hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal." (QS. Al-Anfal: 2)
38. Soal: Apakah yang dimaksud dengan ihsan?
Jawab:
Maksudnya adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Bila tidak mampu, maka meyakini bahwa Dia melihatmu.
39. Soal: Kapankah amal itu diterima di sisi Allah ﷻ?
Jawab:
Amal akan diterima dengan dua syarat:
1) Bila amal itu dilakukan dengan ikhlas karena mengharapkan wajah Allah Ta'ala.
2) Bila amal itu mengikuti Sunnah Nabi ﷺ.
40. Soal: Apakah yang dimaksud dengan tawakal kepada Allah?
Jawab:
Ia bermakna bersandar kepada Allah Ta'ala dalam meraih manfaat dan menolak bahaya dengan tetap melakukan usaha.
Allah Ta'ala berfirman, "Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya." (QS. Aṭ-Ṭalāq: 3)
Makna "mencukupkannya" adalah mencukupkan keperluannya.
41. Soal: Apakah yang dimaksud dengan kewajiban amar makruf nahi mungkar?
Jawab:
Amar makruf ialah mengajak kepada segala bentuk ketaatan kepada Allah ﷻ. Nahi mungkar ialah pelarangan terhadap segala bentuk kemaksiatan kepada Allah ﷻ.
- Allah Ta'ala berfirman, “Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (karena kalian) menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Āli 'Imrān: 110)
42. Soal: Siapakah yang dimaksud dengan Ahli Sunnah Waljamaah?
Jawab:
Mereka adalah golongan yang mengikuti jalan Nabi ﷺ dan para sahabatnya dalam ucapan, amalan, dan akidah.
Mereka disebut Ahli Sunah lantaran mengikuti Sunnah Nabi ﷺ dan menghindari perbuatan bidah.
Kemudian disebut "aljamaah" karena golongan ini bersatu di atas kebenaran dan tidak berselisih.
Nabi ﷺ bersabda, "Bani Israil telah pecah menjadi 72 kelompok. Sedangkan umatku akan terpecah menjadi 73 kelompok, seluruhnya di neraka kecuali satu kelompok." Para sahabat bertanya, "Siapakah kelompok yang satu itu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Yang mengikuti jalanku dan sahabat-sahabatku." (HR. Tirmizi)
FIKIH48
1. Soal: Apakah yang dimaksud dengan bersuci?
Jawab:
Bersuci adalah menghilangkan hadas dan najis yang menjadi penghalang salat.
Nabi ﷺ bersabda, "Pembuka salat adalah bersuci." (HR. Abu Daud)
Bersuci dari najis adalah seorang muslim membersihkan najis yang melekat di tubuhnya, pakaiannya, atau tempat salatnya.
Bersuci dari hadas adalah bersuci dengan cara melakukan wudu atau mandi dengan menggunakan air suci, atau melakukan tayamum bagi yang tidak mendapatkan air atau tidak mampu menggunakan air.
2. Soal: Bagaimanakah cara membersihkan benda yang dikotori oleh najis?
Jawab:
Caranya dengan mencucinya pakai air hingga bersih. Khusus benda yang dijilat anjing, maka dicuci tujuh kali. Cucian pertama dicampur dengan tanah.
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Cara membersihkan bejana kalian apabila dijilat oleh anjing adalah mencucinya tujuh kali. Cucian pertama dicampur dengan tanah." (HR. Muslim)
3. Soal: Sebutkan keutamaan wudu!
Jawab:
Nabi ﷺ bersabda, "Apabila seorang muslim -atau mukmin- berwudu lalu membasuh wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya setiap dosa akibat pandangan kedua matanya bersamaan dengan air itu -atau bersama tetesan air yang terakhir-. Lalu ketika dia membasuh kedua tangannya, akan keluarlah setiap dosa akibat perbuatan yang dilakukan kedua tangannya bersamaan dengan air itu -atau bersama tetesan air yang terakhir-. Lalu ketika ia membasuh kedua kaki, akan keluarlah setiap dosa akibat langkah kedua kakinya bersamaan dengan air itu -atau bersama tetesan air yang terakhir-, sehingga ia selesai (dari wudu) dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Muslim)
4. Soal: Bagaimanakah Anda berwudu?
Jawab:
1) Membasuh kedua telapak tangan tiga kali. 2) Berkumur-kumur (maḍmaḍah), memasukkan air ke dalam hidung (istinsyāq), dan mengeluarkannya (istinšār) tiga kali.
- Maḍmaḍah ialah memasukkan dan menggerakkan air dalam mulut lalu mengeluarkannya.
- Istinsyāq ialah menghirup air dari tangan kanan ke dalam hidung.
- Istinṡār ialah menyemburkan air dari hidung setelah istinsyāq dengan tangan kiri.
3) Membasuh wajah tiga kali.
4) Membasuh kedua tangan hingga siku tiga kali.
5) Mengusap kepala dari depan ke belakang lalu dikembalikan ke depan lagi dengan kedua telapak tangan serta mengusap kedua telinga.
6) Mencuci kedua kaki hingga mata kaki tiga kali.
Ini merupakan tata cara wudu yang paling sempurna. Tata cara ini diriwayatkan secara valid dari Nabi ﷺ dalam beberapa hadis dalam Sahih Bukhari dan Muslim dari Usman, Abdullah bin Zaid, dan lainnya.
Dalam riwayat Bukhari dan lainnya juga disebutkan: “Beliau ﷺ berwudu satu kali-satu kali, juga beliau berwudu dua kali-dua kali.” Dengan kata lain, beliau membasuh setiap anggota wudu satu atau dua kali saja.
5. Soal: Apakah yang dimaksud dengan wajib-wajib wudu? Sebutkan satu persatu!
Jawab:
Wajib-wajib wudu ialah rangkaian wudu yang bila salah satunya ditinggalkan maka wudu seorang muslim tidak dianggap sah, yaitu:
1) Membasuh muka, termasuk berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung.
2) Membasuh kedua tangan hingga siku.
3) Mengusap kepala, termasuk kedua telinga.
4) Membasuh kedua kaki hingga mata kaki.
5) Berurutan dalam melakukan rangkaian wudu, yaitu membasuh wajah, lalu kedua tangan, lalu mengusap kepala, kemudian mencuci kedua kaki.
Allah Ta'ala berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajah dan tangan kalian sampai ke siku, dan usaplah kepala kalian, serta (basuhlah) kedua kaki kalian sampai ke kedua mata kaki." (QS. Al-Mā`idah: 6)
(6) Berkesinambungan, yaitu melakukan wudu pada waktu yang bersambung tanpa ada jeda yang berakibat keringnya anggota tubuh tersebut. Misalnya: seseorang melakukan wudu hingga setengahnya kemudian melanjutkannya di waktu lain. Wudunya ini tidak sah.
Hal ini berdasarkan hadis: "Nabi ﷺ melihat seorang laki-laki mengerjakan salat sementara di punggung kakinya terdapat kilapan seukuran dirham yang tidak tersentuh air, lalu beliau menyuruhnya untuk mengulang wudu dan salatnya." (HR. Abu Daud)
6. Soal: Apakah yang dimaksud dengan sunah-sunah wudu? Sebutkan satu persatu!
Jawab:
Sunah-sunah wudu adalah rangkaian tindakan yang bila dilakukan maka orang yang berwudu akan mendapatkan tambahan pahala, namun bila ditinggalkan maka tidak berdosa dan wudunya tetap sah, yaitu:
1) Membaca basmalah: Bismillāh. Hal ini berdasarkan hadis: "Tidak sempurna wudu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah padanya." (HR. Abu Daud)
2) Bersiwak (menggosok gigi). Hal ini berdasarkan hadis: "Sekiranya tidak memberatkan umatku, niscaya aku telah perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudu." (HR. Ahmad)
3) Membasuh kedua telapak tangan.
4) Menyela jari-jari. Hal ini berdasarkan hadis: "Sempurnakan wudu dan sela-selalah antara jari-jari, serta hiruplah air ke dalam hidung (istinsyāq) dengan kuat, kecuali jika engkau sedang berpuasa." (HR. Para penulis kitab Sunan)
5) Basuhan kali kedua dan ketiga pada anggota wudu.
6) Memulai dari anggota wudu bagian kanan. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, "Nabi ﷺ senang memulai dari kanan dalam mengenakan sandal, bersisir, bersuci, dan dalam segala urusannya." (HR. Muttafaq 'Alaih)
7) Membaca doa setelah wudu: Asyhadu an lā ilāha illallāh waḥdahū lā syarika lah wa asyhadu anna muḥammadan 'abdahū warasūluh.
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.” (HR. Muslim)
8) Salat dua rakaat setelah wudu. Hal ini berdasarkan hadis, "Siapa yang berwudu seperti wuduku ini lalu menunaikan salat dua rakaat tanpa memikirkan hal-hal lain di dalam jiwanya pada kedua rakaat itu, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
7. Soal: Sebutkanlah pembatal-pembatal wudu!
Jawab:
1) Keluarnya sesuatu dari kubul (kemaluan) dan dubur (anus), seperti kencing, tinja, atau kentut.
2) Tidur, hilang akal, atau pingsan. Hal ini berdasarkan hadis, "Mata adalah pengikat dubur, sehingga siapa yang tidur maka hendaklah berwudu." (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)
3) Makan daging unta. Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi ﷺ, "Apakah saya harus berwudu karena makan daging unta?" Beliau bersabda, "Ya." (HR. Muslim)
4) Menyentuh kubul atau dubur dengan tangan tanpa pelapis. Hal ini berdasarkan hadis, "Siapa yang menyentuh kemaluannya, hendaknya ia berwudu." (HR. Abu Daud, Tirmizi dan lainnya)
8. Soal: Apakah tayamum itu?
Jawab:
Tayamum adalah penggunaan tanah dan debu (permukaan tanah) lainnya ketika tidak ada air atau tidak mampu menggunakan air.
Allah Ta'ala berfirman, "... sedangkan kalian tidak mendapat air, maka bertayamumlah kalian dengan debu yang baik (suci). Usaplah wajah dan tangan kalian dengan debu itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." (QS. An-Nisā`: 43)
9. Soal: Bagaimanakah cara Anda bertayamum?
Jawab:
Yaitu dengan menepuk tanah satu kali menggunakan kedua telapak tangan kemudian mengusap wajah dan punggung tangan satu kali.
Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ kepada 'Ammār bin Yāsir -raḍiyallāhu 'anhu-, "Sebenarnya kamu hanya cukup melakukan seperti ini." Lalu Nabi ﷺ menepuk tanah dengan kedua tangannya dan meniupnya, kemudian mengusap wajah dan kedua tangannya dengan keduanya. (HR. Bukhari dan Muslim)
10. Soal: Apa saja pembatal-pembatal tayamum?
Jawab:
1) Semua pembatal wudu.
2) Jika mendapatkan air.
11. Soal: Apakah yang dimaksud dengan khuff dan jaurab? Bolehkah mengusapnya sebagai ganti membasuh kaki?
Jawab:
Khuff adalah jenis alas kaki yang terbuat dari bahan kulit.
Sedangkan jaurab (kaos kaki) adalah jenis pakaian yang dipakaikan pada kaki selain dari bahan kulit.
Syariat menganjurkan untuk mengusap khuff dan kaos kaki sebagai ganti cuci kaki.
Hal ini berdasarkan hadis riwayat al-Mugīrah bin Syu'bah -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwa Rasulullah ﷺ berwudu lalu mengusap kaos kaki. (HR. Abu Daud, Tirmizi dan lainnya)
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim: "... beliau lalu berwudu dan mengusap khuff."
12. Soal: Sebutkan hikmah dari mengusap khuff!
Jawab:
Memberikan kemudahan dan keringanan bagi hamba-hamba Allah, khususnya di saat udara dingin, hujan, dan perjalanan, yang membuat sulit untuk melepas khuff dan kaos kaki. Allah Ta'ala berfirman, "Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian." (QS. Al-Baqarah: 185)
13. Soal: Sebutkan syarat sah mengusap khuff?
Jawab:
1) Memakai kedua khuff dalam kondisi suci atau telah berwudu.
Hal ini berdasarkan hadis riwayat al-Mugīrah bin Syu'bah -raḍiyallāhu 'anhu-, dia berkata, "Aku pernah bersama Nabi ﷺ dalam sebuah perjalanan. Aku merunduk untuk melepas sepasang khuff beliau, namun beliau bersabda, 'Biarkan, karena aku memasukkan kedua kakiku (pada keduanya) dalam keadaan suci.' Lantas beliau mengusap keduanya." (HR. Bukhari-Muslim)
2) Khuffnya juga dalam kondisi suci karena tidak boleh mengusap khuff yang bernajis.
3) Khuff harus menutup seluruh bagian kaki yang wajib dibasuh saat berwudu.
4) Mengusap khuff dalam rentang waktu yang ditentukan, bagi mukim sehari semalam dan bagi musafir tiga hari-tiga malam.
Hal ini berdasarkan hadis Ali -raḍiyallāhu 'anhu-, "Rasulullah ﷺ menetapkan tiga hari tiga malam (sebagai jangka waktu mengusap khuff) bagi musafir dan sehari semalam untuk orang yang mukim." (HR. Muslim)
14. Soal: Bagaimanakah tata cara mengusap khuff?
Jawab:
Tata cara mengusap yaitu meletakkan jari-jari kedua tangan yang telah dibasahi air di atas jari-jari kedua kaki kemudian dijalankan ke arah betis. Kaki kanan diusap dengan tangan kanan dan kaki kiri diusap dengan tangan kiri. Jari-jari tangan dibuka saat mengusap, dan cukup sekali saja.
15. Soal: Apakah yang membatalkan usapan khuff?
Jawab:
1) Batas waktu mengusap khuff telah selesai. Mengusap khuff tidak bisa lagi setelah lewat batas waktu yang ditetapkan syariat, yaitu sehari semalam bagi orang mukim dan tiga hari-tiga malam bagi musafir.
2) Melepas khuff, yaitu ketika seseorang melepas kedua khuff atau salah satunya setelah diusap, maka usapan tersebut batal.
17. Soal: Apa yang dimaksud dengan salat?
Jawab:
Salat adalah beribadah kepada Allah dengan perkataan dan perbuatan-perbuatan tertentu, dimulai dengan takbir dan ditutup dengan salam.
18. Soal: Apakah hukum salat itu?
Jawab:
Salat hukumnya fardu atas setiap muslim.
- Allah Ta'ala berfirman, “Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisā`: 103)
19. Soal: Apa hukum meninggalkan salat?
Jawab:
Meninggalkan salat adalah perbuatan kafir. Nabi ﷺ bersabda, “Perjanjian antara kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah salat. Siapa yang meninggalkan salat, maka dia telah kafir.” (HR. Ahmad, Tirmizi dan lainnya)
20. Soal: Berapa jumlah salat yang wajib bagi setiap muslim dalam sehari semalam? Berapakah jumlah rakaat setiap salat?
Jawab:
Ada lima salat wajib dalam sehari semalam, yaitu:
1) Salat Subuh: 2 rakaat
2) Salat Zuhur: 4 rakaat
3) Salat Asar: 4 rakaat
4) Salat Magrib: 3 rakaat
5) Salat Isya: 4 rakaat
21. Soal: Sebutkan syarat-syarat salat!
Jawab:
1) Islam, sehingga salat orang kafir tidak sah, karena amal menjadi gugur dengan sebab kesyirikan.
Allah Ta'ala berfirman, "Jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya amalmu akan terhapus." (QS. Az-Zumar: 65)
2) Akal, sehingga salat orang gila tidak sah.
3) Tamyiz (bisa membedakan yang baik dan yang buruk), sehingga salat anak yang belum mumayiz tidak sah.
Hal itu berdasarkan sabda Nabi ﷺ, "Pena (pencatat amal) akan diangkat dari tiga orang, yaitu: dari orang yang tidur sampai dia bangun, dari anak-anak sampai dia balig, dan dari orang yang gila sampai dia sadar (berakal)." (HR. Para penulis kitab Sunan)
4) Niat.
Disebutkan dalam hadis: "Semua amalan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang berhak mendapatkan (balasan dari) apa yang diniatkannya." (HR. Bukhari)
5) Masuk waktu. Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisā`: 103)
6) Suci dari hadas. Hal ini berdasarkan hadis, "Allah tidak akan menerima salat salah seorang kalian jika berhadas hingga ia berwudu." (HR. Bukhari-Muslim)
7) Bersuci dari najis. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala, "Bersihkanlah pakaianmu." (QS. Al-Muddaṡṡir: 4)
8) Menutup aurat. Allah Ta'ala berfirman, "Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaian kalian yang bagus setiap (memasuki) masjid." (QS. Al-A'rāf: 31)
9) Menghadap kiblat. Allah Ta'ala berfirman, "Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu." (QS. Al-Baqarah: 144)
22. Soal: Sebutkan rukun-rukun salat!
Jawab:
Rukun-rukun salat ada empat belas, yaitu sebagai berikut:
1) Berdiri dalam salat fardu bagi yang mampu. Hal ini berdasarkan hadis riwayat 'Imrān bin Ḥuṣain -raḍiyallāhu 'anhu-, Nabi ﷺ bersabda, "Salatlah dalam keadaan berdiri. Jika tidak mampu, maka duduk. Jika tidak mampu juga, maka berbaring." (HR. Bukhari)
2) Takbiratul ihram, yaitu ucapan: Allahu Akbar. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ, “Apabila kamu hendak salat, maka bertakbirlah.” (HR. Bukhari-Muslim)
3) Membaca surah Al-Fātiḥah. Ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ, "Tidak sah salat orang yang tidak membaca Surah Al-Fātiḥah." (HR. Bukhari-Muslim)
4) Rukuk. Caranya dengan meluruskan punggung supaya rata dan menjadikan kepala sejajar dengannya.
(5) Bangkit dari rukuk.
6) Berdiri tegak. Ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ, “Kemudian rukuklah sampai benar-benar rukuk, kemudian bangkitlah (dari rukuk) sampai benar-benar berdiri dengan sempurna (iktidal).” (HR. Bukhari-Muslim)
7) Sujud. Caranya dengan menempelkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kaki menyentuh rapat tempat sujud.
8) Bangkit dari sujud.
9) Duduk antara dua sujud. Ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ, "Lalu sujudlah hingga kamu sujud dengan tenang, kemudian bangkitlah hingga kamu duduk dengan tenang." (HR. Bukhari-Muslim)
Sunahnya adalah dengan duduk iftirasy di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan serta menghadapkan jari kaki kanannya ke arah kiblat. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, "Beliau menghamparkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya." (HR. Muslim)
10) Tumakninah, yaitu tenang pada setiap gerakan rukun salat.
11) Tasyahud akhir. Ini berdasarkan hadis riwayat Ibnu Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu-, "Kami biasa membaca dalam salat sebelum tasyahud diwajibkan ...." (HR. Nasai. Asal hadisnya ada dalam aṣ-Ṣaḥīḥain)
12) Duduk untuk tasyahud akhir.
13) Dua kali salam, yaitu mengucapkan: Assalāmu 'alaikum waraḥmatullāh, sebanyak dua kali. Hal ini berdasarkan hadis, "Beliau mengucapkan salam ke kanan dan kiri dengan membaca: Assalāmu 'alaikum wa rahmatullāhi." (HR. Tirmizi dan lainnya)
14) Melakukan rukun-rukun secara urut -sebagaimana yang telah kami sebutkan-. Bila seseorang sengaja melakukan sujud sebelum melakukan rukuk, maka salatnya jadi batal. Namun bila dilakukan karena lupa, maka dia wajib kembali untuk melakukan rukuk kemudian sujud.
23. Soal: Sebutkanlah wajib-wajib salat!
Jawab:
Wajib-wajib salat ada delapan, yaitu sebagai berikut:
1) Semua takbir selain takbiratul ihram.
2) Bacaan: “Sami'allāhu liman ḥamidah,” bagi imam dan orang yang salat sendiri.
3) Bacaan: “Rabbanā walakal-ḥamdu.”
4) Bacaan: “Subḥāna rabbiyal-'aẓīm,” satu kali dalam rukuk.
5) Bacaan: “Subḥāna rabbiyal-a'lā,” satu kali dalam sujud
6) Bacaan: “Rabbi-gfir lī,” di antara dua sujud.
7) Bacaan tasyahud pertama.
8) Duduk tasyahud pertama.
24. Soal: Sebutkanlah sunah-sunah salat!
Jawab:
Sunah-sunah salat ada sebelas, yaitu:
1) Setelah takbiratulihram membaca doa:
"Subḥānakallāhumma wa biḥamdika wa tabāraka-smuka wa ta'ālā jadduka wa lā ilāha gairuka."
Artinya: “Maha Suci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Maha Berkah nama-Mu, Maha Tinggi kemuliaan-Mu, dan tidak ada Tuhan yang hak selain-Mu.”
Ini disebut doa istiftah.
2) Membaca taawuz.
3) Membaca basmalah.
4) Bacaan: “āmīn.”
5) Membaca surah lain setelah Surah Al-Fātiḥah.
6) Mengeraskan bacaan bagi imam.
7) Setelah bacaan tahmid (di saat berdiri setelah rukuk) membaca doa:
"Mil`as-samāwāti wa mil`al-arḍi wa mil`a mā syi`ta min syai`in ba'du."
Artinya: “Sepenuh langit dan bumi, serta sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu.”
8) Bacaan tasbih rukuk yang lebih dari sekali, yaitu tasbih yang kedua, ketiga, dan seterusnya.
9) Bacaan tasbih sujud yang lebih dari satu kali.
10) Bacaan "rabbi-gfir lī" yang lebih dari satu kali saat duduk antara dua sujud.
11) Bacaan selawat dan doa keberkahkan untuk Nabi ﷺ dan keluarga beliau di tasyahud akhir, serta doa-doa setelahnya.
Ada juga sunah-sunah yang berupa perbuatan, disebut sunah hai`āt, yaitu:
1) Mengangkat tangan ketika takbiratulihram.
2) Mengangkat tangan saat hendak rukuk.
3) Mengangkat tangan saat bangkit dari rukuk.
4) Menurunkan tangan setelah itu semuanya.
5) Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri.
6) Melihat ke tempat sujud.
7) Merenggangkan kedua kaki pada saat berdiri.
8) Menggenggam lutut dengan kedua tangan sambil merenggangkan jari-jari tangan pada saat rukuk, punggung diluruskan dan kepala dibuat sejajar dengannya.
9) Menempelkan semua anggota sujud ke lantai dan menyentuhkannya langsung pada tempat sujud.
10) Menjauhkan lengan dari sisi badan, perut dari paha, paha dari betis, merenggangkan antara kedua lutut dan menegakkan telapak kaki. Bagian dalam jari kaki diletakkan merenggang di atas lantai. Juga, kedua tangan diletakkan sejajar bahu, dengan jari-jari rapat.
11) Duduk model iftirasy (menduduki kaki kiri, sementara telapak kaki kanan tegak) sewaktu duduk di antara dua sujud dan tasyahud pertama, dan duduk model tawaruk (menduduki lantai dengan telapak kaki kanan tegak) di tasyahud kedua.
12) Meletakkan kedua tangan di atas paha dengan jari-jari lurus dan dirapatkan sewaktu duduk di antara dua sujud. Demikian juga pada saat duduk tasyahud, kecuali jari manis dan kelingking kanan digenggamkan, sedangkan ibu jari dan jari tengah menyambung membentuk lingkaran dan jari telunjuk memberi isyarat saat menyebut nama Allah Ta'ala.
13) Menoleh ke kanan dan ke kiri saat salam.
25. Soal: Sebutkan pembatal-pembatal salat!
Jawab:
1) Tidak melakukan salah satu rukun atau syarat salat.
2) Sengaja berbicara.
3) Makan atau minum.
4) Banyak bergerak secara beruntun.
5) Meninggalkan salah satu wajib salat dengan sengaja.
26. Soal: Bagaimana caranya seorang muslim mengerjakan salat?
Jawab:
Tata cara salat sebagai berikut:
1) Menghadap kiblat dengan seluruh tubuh, tidak serong dan tidak menoleh.
2) Kemudian berniat dalam hati untuk melakukan salat yang diinginkan, tanpa melafalkan niat salat.
3) Kemudian membaca takbiratulihram: “Allāhu akbar” sambil mengangkat kedua tangan sejajar bahu.
4) Kemudian meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung tangan kiri di dada.
5) Kemudian membaca doa iftitah, yaitu: "Allāhumma bā'id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā'adta bainal-masyriqi wal-magribi. Allāhumma naqqinī min khaṭāyāya kamā yunaqqaṡ-ṡaubul-abyaḍu minad-danas. Allahumma igsilnī min khaṭāyāya bil-mā`i waṡ-ṡalji wal-barad."
Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah diriku dari kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahanku dengan air, salju, dan embun.”
Atau membaca doa lain: “Subḥānakallāhumma wa biḥamdika wa tabāraka-smuka wa ta'ālā jadduka wa lā ilāha gairuka"
Artinya: "Ya Allah, Maha Suci Engkau dan dengan memuji-Mu. Maha Berkah nama-Mu, Maha Luhur kemuliaan-Mu, dan tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau."
6) Kemudian membaca taawuz: "A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm."
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
7) Kemudian membaca basmalah dan Surah Al-Fātiḥah: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.
1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Alḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn.
2. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Ar-raḥmānir-raḥīm.
3. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Māliki yaumid-dīn.
4. Pemilik hari pembalasan. Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn.
5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm.
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Ṣirāṭallażīna an‘amta ‘alaihim gairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn.
7. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fātiḥah: 1-7)
Kemudian membaca "āmīn", yang artinya: Ya Allah, perkenankanlah.
8) Kemudian membaca ayat-ayat Al-Qur`an yang dihafal dengan memanjangkan bacaan pada saat salat Subuh.
9) Kemudian melakukan rukuk. Caranya dengan membungkukkan punggung sebagai bentuk pengagungan kepada Allah, mengucapkan takbir saat turun rukuk sembari mengangkat kedua tangan hingga sejajar bahu. Sunahnya: meluruskan punggung dan kepala dibuat sejajar dengannya, lalu kedua tangan diletakkan di lutut dengan jari-jari direnggangkan.
10) Membaca zikir saat rukuk: “Subḥāna rabbiyal-'aẓīm,” (Mahasuci Tuhanku Yang Maha Agung) sebanyak tiga kali. Lebih baik lagi bila ditambahkan dengan doa: "Subḥānakallāhumma wa biḥamdika allāhumma-gfir lī." (Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bertasbih. Ya Allah, ampunilah aku.)
11) Kemudian mengangkat kepala dari rukuk sambil membaca: “Sami'allāhu li man ḥamidah”, sembari mengangkat kedua tangan hingga sejajar bahu. Sementara itu, makmum dalam hal ini tidak ikut membaca, “Sami'allāhu li man ḥamidah”, namun cukup membaca, “Rabbanā wa lakal-ḥamdu.”
12) Setelah tegak berdiri, membaca: "Rabbanā wa lakal-ḥamdu mil`as-samāwāti wa mil`al-arḍi wa mil`a mā syi`ta min syai`in ba'du."
13) Kemudian sujud untuk kali pertama sambil membaca, “Allāhu akbar.” Sujud ini dengan tujuh anggota tubuh: dahi sekaligus hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung kedua kaki. Kedua lengan atas direnggangkan dari kedua sisi badan tapi tidak meletakkan tangan ke lantai, sedangkan jari-jari diarahkan ke kiblat.
14) Membaca “Subḥana rabbiyal-a'lā” saat sujud sebanyak tiga kali. Lebih baik lagi bila ditambahkan dengan doa: "Subḥānakallāhumma rabbanā wa biḥamdika allāhumma-gfir lī."
Artinya: Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bertasbih. Ya Allah, ampunilah aku.
15) Kemudian mengangkat kepala dari sujud dengan mengucapkan: “Allāhu akbar”.
16) Kemudian duduk antara dua sujud dengan menduduki kaki kiri dan menegakkan telapak kaki kanan, lalu kedua tangan diletakkan di atas paha dan lutut.
17) Ketika duduk antara dua sujud membaca, “Rabbi-gfir lī wa-rḥamnī wa-hdinī wa-rzuqnī wa-jburnī wa 'āfinī.”
Artinya: Ya Rabb, ampunilah aku, rahmatilah aku, tunjukilah aku, karuniakanlah rezeki kepadaku, cukupkanlah kekuranganku, dan anugerahkanlah kesehatan kepadaku.
18) Kemudian sujud untuk kali kedua sebagaimana sujud pertama terkait bacaan dan gerakan, dengan membaca takbir saat gerakan menuju sujud.
19) Kemudian bangkit dari sujud yang kedua dengan membaca, “Allāhu akbar.” Lalu melakukan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama dalam hal bacaan dan gerakan. Hanya saja tidak lagi membaca doa iftitah.
20) Kemudian duduk setelah selesai rakaat kedua sambil membaca, “Allāhu akbar" sembari duduk seperti duduk antara dua sujud dengan cara yang sama.
21) Pada waktu duduk ini membaca bacaan tasyahud, yaitu: "At-Taḥiyyātu lillāhi waṣ-ṣalāwātu waṭ-ṭayyibātu. As-Salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-Salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu an lā ilāha illallāhu wa asyhadu anna muḥammadan 'abduhū wa rasūluh. Allāhuma ṣalli 'alā muḥammad wa 'alā āli muḥammad kamā ṣallaita 'alā ibrāhim wa 'alā āli ibrāhīm innaka ḥamīdun majīd. Wa bārik 'alā muḥammad wa 'alā āli muḥammad kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm innaka ḥamīdun majiīd. A'ūżu billāhi min 'ażābi jahannam wa min 'ażābil-qabri wa min fitnatil-maḥyā wal-mamāti wa min fitnatil-masīḥ ad-dajjāl."
Artinya: "Segala penghormatan, salat, dan kebaikan bagi Allah. Semoga keselamatan serta rahmat dan berkat Allah bagimu, ya Nabi. Semoga keselamatan bagi kami dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh.
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang hak selain Allah. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Ya Allah, rahmatilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah merahmati Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah berkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.
Aku berlindung pada-Mu dari azab neraka, dari azab kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah Almasih Dajal." Kemudian berdoa sesuai keinginan terkait kebaikan dunia dan akhirat.
22) Kemudian mengucapkan salam ke arah kanan dengan membaca, “Assalāmu 'alaikum wa raḥmatullāh.” Begitu juga ke arah kiri.
23) Apabila jumlah rakaat salat itu tiga atau empat rakaat, bacaan pada tasyahud pertama berhenti pada akhir bacaan tasyahud, yaitu: "Asyhadu an lā ilāha illallāhu wa asyhadu anna muḥammadan 'abduhū wa rasūluh."
24) Kemudian bangkit berdiri sambil membaca, “Allāhu akbar”, seraya mengangkat kedua tangan hingga sejajar kedua bahu.
25) Melanjutkan salat seperti tata cara rakaat kedua, hanya saja cukup membaca Surah Al-Fātiḥah.
26) Kemudian duduk tawarruk, yaitu menegakkan telapak kaki kanan dan mengeluarkan kaki kiri dari bawah betis kanan. Pantat rapat ke lantai dan kedua tangan di atas kedua paha sebagaimana pada tasyahud pertama.
27) Pada saat duduk ini membaca doa tasyahud secara lengkap.
28) Kemudian memberi salam ke arah kanan dengan membaca, “Assalāmu 'alaikum wa raḥmatullāh.” Begitu juga ke arah kiri.
27. Soal: Apakah zikir yang dibaca setelah salam salat?
Jawab:
"Astagfirullāh", 3 kali.
"Allāhumma antas-salām wa minkas-salām, tabārakata yā żal-jalāli wal-ikrām."
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah pemilik keselamatan, dari-Mu keselamatan, Maha Mulia Engkau, wahai pemilik keagungan dan kebaikan."
"Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr. Allāhumma lā māni'a li mā a'ṭaita wa lā mu'ṭiya limā mana'ta wa lā yanfa'u zal-jaddi minkal-jaddu."
Artinya: "Tidak ada tuhan yang hak selain Allah, yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan, tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah. Tidak ada guna pemilik kuasa, kecuali hanya dari-Mu."
"Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr. Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh. Lā ilāha illallāh, wa lā na'budu illā iyyāhu, lahun-ni'matu wa lahul-faḍlu, wa lahuṡ-ṡanā`ul-ḥasan. Lā ilāha illallāh mukhliṣīna lahud-dīn wa law karihal-kāfirūn."
Artinya: "Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya semua kerajaan dan hanya bagi-Nya semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Kita tidak beribadah kecuali hanya kepada-Nya. Hanya milik-Nya semua nikmat, hanya milik-Nya semua kebaikan, dan hanya milik-Nya semua pujian yang baik. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dengan memurnikan ibadah seluruhnya hanya kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya."
“Subḥānallāh”, 33 kali.
“Alḥamdulillāh”, 33 kali.
“Allāhu akbar”, 33 kali.
Kemudian digenapkan menjadi seratus dengan membaca: “Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr.”
- Membaca surah Al-Ikhlāṣ dan surah-surah Mu’awwiżāt (al-Falaq dan an-Nās) tiga kali setelah salat Subuh dan salat Magrib, dan satu kali setelah salat-salat lainnya.
- Membaca ayat Kursi satu kali.
28. Soal: Apa saja yang termasuk salat sunah rawatib? Apa keutamaannya?
Jawab:
• 2 rakaat sebelum salat Subuh
• 4 rakaat sebelum salat Zuhur
• Dua (2) rakaat setelah salat Zuhur
• Dua (2) rakaat setelah salat Magrib
• Dua (2) rakaat setelah salat Isya
Keutamaannya disebutkan dalam sabda Nabi ﷺ, “Siapa yang melaksanakan salat sunah dua belas rakaat dalam sehari semalam, Allah akan bangunkan untuknya satu rumah di dalam surga.” (HR. Ahmad, Muslim, dan lainnya)
29. Soal: Apakah hari yang paling utama dalam sepekan?
Jawab:
Hari Jumat. Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya di antara hari terbaik kalian ialah hari Jumat. Di dalamnya, Adam diciptakan dan diwafatkan. Di dalamnya terjadi tiupan sangkakala dan kematian makhluk semesta. Sebab itu, perbanyaklah membaca selawat untukku pada hari itu, karena selawat kalian ditampilkan kepadaku.” Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimana selawat kami ditampilkan kepadamu padahal jasadmu telah hancur?"
Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah ﷻ telah mengharamkan jasad para nabi bagi bumi.” (HR. Abu Daud, dan lainnya)
30. Soal: Apakah hukum salat Jumat?
Jawab:
Wajib bagi setiap individu muslim yang laki-laki, balig, berakal, dan mukim.
Allah Ta'ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kalian mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.” (QS. Al-Jumu'ah: 9)
31. Soal: Berapakah jumlah rakaat salat Jumat?
Jawab:
Salat Jumat terdiri dari dua rakaat, di dalamnya imam mengeraskan bacaan Al-Qur`an dan dimulai dengan dua khotbah sebagaimana umum diketahui.
32. Soal: Bolehkah meninggalkan salat Jumat?
Jawab:
Tidak boleh meninggalkan salat Jumat kecuali kalau ada uzur yang diizinkan oleh syariat. Nabi ﷺ bersabda, “Siapa yang meninggalkan tiga salat Jumat karena meremehkannya, maka Allah akan mematikan hatinya.” (HR. Abu Daud, lainnya)
33. Soal: Sebutkanlah sunah-sunah hari Jumat!
Jawab:
1) Mandi. Ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ, "Mandi pada hari Jumat hukumnya wajib atas setiap orang yang telah balig." (HR. Bukhari)
2) Memakai wangi-wangian. Ini berdasarkan hadis: "Sepatutnya bagi kaum muslimin agar mandi pada hari Jumat serta memakai minyak wangi keluarganya." (HR. Ahmad dan Tirmizi)
3) Mengenakan pakaian terbaik. Ini berdasarkan hadis: "Tidaklah masalah jika kalian memperoleh kelapangan (rezeki) agar menyediakan sepasang pakaian khusus di hari Jumatnya, selain pakaian kerjanya." (HR. Ibnu Majah dan Malik dalam al-Muwaṭṭa`)
4) Bersegera menuju masjid.
5) Pergi ke masjid dengan berjalan kaki. Ini berdasarkan hadis: "Siapa yang mandi pada hari Jumat hingga menyiram kepalanya, berangkat pagi dan bersegera, lalu duduk mendekat, mendengarkan dan menyimak seksama, maka baginya di setiap langkah yang dilangkahkannya pahala puasa dan salat malam satu tahun." (HR. Tirmizi dan Nasai)
6) Memperbanyak selawat kepada Nabi ﷺ Rasulullah ﷺ bersabda, "Perbanyaklah membaca selawat kepadaku di hari Jumat karena ia disaksikan oleh para malaikat. Sungguh, tidaklah seseorang berselawat kepadaku kecuali selawatnya akan disampaikan kepadaku hingga ia selesai." (HR. Ibnu Majah)
7) Membaca surah Al-Kahfi. Ini berdasarkan hadis, "Siapa yang membaca surah Al-Kahfi di hari Jumat, niscaya ia akan diterangi oleh cahaya antara dua hari Jumat." (HR. Hakim dan selainnya)
8) Berusaha mendapatkan waktu doa mustajab. Ini berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwa Rasulullah ﷺ menyebutkan hari Jumat lalu bersabda, "Pada hari itu terdapat satu waktu, tidaklah seorang muslim mendapatkan waktu itu sementara dia sedang berdoa untuk meminta sesuatu kepada Allah, kecuali Allah akan memberikannya." (HR. Bukhari-Muslim)
34. Soal: Sebutkanlah keutamaan salat berjemaah!
Jawab:
Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Salat berjemaah lebih baik daripada salat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat.” (HR. Muslim)
35. Soal: Apakah yang dimaksud dengan khusyuk dalam salat?
Jawab:
Khusyuk dalam salat artinya kehadiran hati dan ketenangan anggota tubuh dalam salat.
Allah Ta'ala berfirman, “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya.” (QS. Al-Mu`minūn: 1-2)
36. Soal: Apakah zakat itu?
Jawab:
Zakat ialah kewajiban dalam harta tertentu untuk kelompok masyarakat tertentu pada waktu yang telah ditetapkan.
Zakat merupakan salah satu rukun Islam dan sedekah yang wajib, diambil dari orang kaya dan diberikan kepada orang miskin.
Allah Ta'ala berfirman, “Tunaikanlah zakat.” (QS. Al-Baqarah: 43)
37. Soal: Apa yang dimaksud dengan sedekah sunah?
Jawab:
Sedekah sunah adalah segala bentuk pemberian selain zakat. Contohnya bersedekah dalam bentuk apa pun pada semua yang bermanfaat tanpa terikat waktu tertentu.
Allah Ta'ala berfirman, “Infakkanlah (hartamu) di jalan Allah.” (QS. Al-Baqarah: 195)
38. Soal: Jelaskanlah apa yang dimaksud dengan puasa!
Jawab:
Puasa adalah ibadah kepada Allah dengan cara menahan diri dari segala pembatalnya, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai dengan niat.
Puasa ada dua jenis:
1) Puasa wajib, seperti puasa Ramadan yang merupakan salah satu rukun Islam.
Allah Ta'ala berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa." (QS. Al Baqarah: 183)
2) Puasa tidak wajib, seperti puasa Senin dan Kamis setiap pekan. Demikian juga puasa tiga hari setiap bulan, dan yang paling utama adalah pada hari-hari putih (tanggal 13, 14, 15) bulan hijriah.
39. Soal: Sebutkan keutamaan puasa Ramadan!
Jawab:
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang berpuasa Ramadan karena keimanan dan mengharap pahala Allah, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
40. Soal: Sebutkan keutamaan puasa sunah di luar bulan Ramadan!
Jawab:
Abu Sa'īd al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak seorang pun hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali Allah akan jauhkan dirinya dari api neraka sejauh tujuh puluh kharīf karena puasanya itu.” (HR. Bukhari-Muslim)
Tujuh puluh kharīf artinya tujuh puluh tahun.
41. Soal: Sebutkan pembatal-pembatal puasa!
Jawab:
1) Makan dan minum dengan sengaja.
2) Muntah dengan sengaja.
42. Soal: Sebutkan sunah-sunah puasa!
Jawab:
1) Menyegerakan berbuka setelah masuk waktunya.
2) Makan sahur dan melakukannya di akhir waktu.
3) Menambah amal kebaikan dan ibadah.
4) Mengucapkan, “Aku sedang puasa,” bila dia diganggu oleh orang lain.
5) Berdoa saat berbuka.
6) Berbuka puasa dengan kurma ruṭab (kurma mengkal) ataupun kurma kering, kalau tidak ada maka dengan air.
43. Soal: Apakah haji itu?
Jawab:
Haji ialah beribadah kepada Allah dengan melakukan perjalanan menuju Baitullah untuk menunaikan amalan tertentu pada waktu yang telah ditentukan.
Allah Ta'ala berfirman, "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia kepada Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Namun, siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Āli 'Imrān: 97)
44. Soal: Sebutkan rukun-rukun haji!
Jawab:
1) Ihram.
2) Wukuf di Arafah.
3) Tawaf ifadah.
4) Sai antara bukit Safa dan Marwah.
45. Soal: Sebutkan keutamaan haji!
Jawab:
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang menunaikan haji dan tidak melakukan perbuatan keji dan maksiat, maka dia akan pulang dari haji seperti pada hari dia dilahirkan ibunya.” (HR. Bukhari, dan lainnya)
- Seperti pada hari dia dilahirkan ibunya, maksudnya bersih dari dosa.
46. Soal: Apakah umrah itu?
Jawab:
Umrah ialah beribadah kepada Allah dengan melakukan perjalanan menuju Baitullah untuk melakukan amalan tertentu kapan pun waktunya.
47. Soal: Sebutkan rukun-rukun umrah!
Jawab:
1) Ihram.
2) Tawaf di Ka’bah.
3) Sai antara bukit Safa dan Marwah.
48. Soal: Apa yang dimaksud dengan jihad fi sabilillah?
Jawab:
Maksudnya adalah mengerahkan segala daya dan upaya untuk menyebarkan Islam serta membela Islam dan umatnya, atau perang melawan musuh Islam dan musuh umatnya.
Allah Ta'ala berfirman, “Berjihadlah dengan harta dan jiwa kalian di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.” (QS. At-Taubah: 41)
*******
16. Soal: Apakah keutamaan salat?
Jawab:
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Bagaimana menurut kalian, jika ada sebuah sungai di depan pintu salah seorang di antara kalian lalu ia mandi di sana lima kali setiap hari, apakah masih ada tersisa kotoran (ad-daran) di tubuhnya?" Para sahabat menjawab, "Tidak akan tersisa kotorannya walau sedikit." Beliau bersabda, "Seperti itulah perumpamaan salat lima waktu, dengannya Allah membersihkan dosa-dosa." (HR. Bukhari-Muslim)
- Makna ad-daran adalah kotoran.
SIRAH NABAWIYAH32
1. Soal: Sebutkan nasab Nabi kita, Muhammad ﷺ!
Jawab:
Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muṭṭalib bin Hasyim. Hasyim ini adalah keturunan Quraisy, sedangkan Quraisy dari keturunan bangsa Arab. Bangsa Arab berasal dari keturunan Ismail, sementara Ismail adalah putra Ibrahim -'alahimussalām-.
2. Soal: Siapa nama ibunda Nabi kita ﷺ?
Jawab:
Aminah bintu Wahab.
3. Soal: Kapankah bapak Nabi meninggal?
Jawab:
Bapak Nabi meninggal di Kota Madinah ketika beliau masih dalam kandungan, belum dilahirkan.
4. Soal: Kapan Nabi ﷺ dilahirkan?
Jawab:
Pada tahun Gajah, tepat di hari Senin bulan Rabiul Awal.
5. Soal: Dimanakah Nabi dilahirkan?
Jawab:
Kota Makkah
6. Soal: Siapa saja wanita yang pernah menyusui dan memelihara Nabi selain ibunya?
Jawab:
- Mantan budak bapaknya, Ummu Aiman.
- Mantan budak pamannya Abu Lahab, Ṡuwaibah.
- Halimah as-Sa’diyah.
7. Soal: Kapankah ibu Nabi meninggal dunia?
Jawab:
Ibu Nabi meninggal ketika beliau berusia enam tahun, kemudian beliau diasuh oleh kakeknya, Abdul Muṭṭalib.
8. Soal: Siapa yang memelihara Nabi setelah kakeknya, Abdul Mutthalib, meninggal dunia?
Jawab:
Kakek Nabi, Abdul Muṭṭalib, meninggal ketika beliau berusia delapan tahun, selanjutnya beliau diasuh oleh pamannya, Abu Ṭālib.
9. Soal: Kapankah Nabi ﷺ bersama pamannya melakukan perjalanan ke Syam?
Jawab:
Beliau pergi bersama pamannya melakukan perjalanan ke Syam ketika menginjak usia dua belas tahun.
10. Soal: Kapankah perjalanan Nabi ﷺ yang kedua ke Syam?
Jawab:
Perjalanan beliau yang kedua adalah dalam rangka berdagang membawa harta Khadijah -raḍiyallāhu 'anhā-. Sepulangnya dari perjalanan tersebut, Rasulullah menikahi Khadijah ketika beliau berusia 25 tahun.
11. Soal: Kapankah kaum Quraisy merenovasi Ka'bah?
Jawab:
Kaum Quraisy membangun ulang Ka’bah pada saat Rasulullah berusia 35 tahun.
Pada waktu itu, kaum Quraisy menjadikan Rasulullah sebagai penengah karena mereka berselisih tentang orang yang bertugas meletakkan hajar aswad kembali ke tempatnya. Maka Rasulullah meletakkan hajar aswad pada sehelai kain kemudian meminta agar setiap kabilah yang total jumlahnya empat, masing-masing memegang ujung kain itu. Ketika mereka mengangkat hajar aswad sejajar dengan tempatnya, Rasulullah lantas mengambilnya dari atas kain untuk diletakkan pada posisinya.
12. Soal: Berapakah usia Rasulullah ﷺ ketika diutus dan kepada siapakah beliau diutus?
Jawab:
Beliau diutus sebagai nabi pada usia 40 tahun. Beliau diutus kepada seluruh manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
13. Soal: Apakah bentuk wahyu pertama yang beliau terima?
Jawab:
Wahyu yang pertama beliau terima adalah berupa mimpi yang benar, yaitu tidaklah beliau melihat suatu mimpi kecuali mimpi itu nyata laksana cahaya fajar di waktu Subuh.
14. Soal: Bagaimanakah kondisi Rasulullah sebelum turunnya wahyu? Kapankah wahyu pertama kali turun kepadanya?
Jawab:
Sebelum turunnya wahyu, Rasulullah biasa melakukan ibadah di gua Hira dan mempersiapkan bekal untuk itu.
Ketika wahyu itu turun, beliau sedang beribadah di gua Hira tersebut.
15. Soal: Ayat apakah dari Al-Qur`an yang pertama kali turun kepada Rasulullah?
Jawab:
Yaitu firman Allah Ta'ala, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-'Alaq: 1-5)
16. Soal: Siapakah orang yang pertama kali beriman kepada risalah yang dibawa Rasulullah?
Jawab:
- Dari kelompok laki-laki dewasa: Abu Bakar Aṣ-Ṣiddīq.
- Dari kelompok perempuan: Khadijah binti Khuwailid.
- Dari kelompok anak-anak: Ali bin Abi Ṭālib.
- Dari kelompok mantan budak: Zaid bin Ḥārisah.
- Dari kelompok budak: Bilal al-Ḥabasyi.
Semoga Allah meridai mereka.
17. Soal: Gambarkan kondisi dakwah kepada Islam di masa awal!
Jawab:
Pertama kali dakwah dilakukan sembunyi-sembunyi selama sekitar tiga tahun. Setelah itu, Rasulullah ﷺ diperintahkan berdakwah secara terang-terangan.
18. Soal: Bagaimanakah kondisi Nabi ﷺ bersama orang-orang beriman setelah periode dakwah secara terang-terangan?
Jawab:
Kaum musyrikin semakin keras menyakiti beliau dan menyakiti orang-orang beriman, hingga kaum beriman diizinkan untuk berhijrah ke negeri Najasyi di Habasyah.
Lalu orang-orang musyrik bertekad untuk menyakiti dan melakukan pembunuhan terhadap Nabi ﷺ, tetapi Allah menjaga dan melindungi beliau dari mereka melalui pamannya, Abu Ṭālib.
19. Soal: Siapakah tokoh yang meninggal pada tahun kesepuluh sejak kenabian beliau ﷺ?
Jawab:
Tokoh yang meninggal adalah paman beliau yang bernama Abu Ṭālib dan istri beliau, Khadijah.
20. Soal: Kapankah peristiwa Isra dan Mikraj terjadi?
Jawab:
Peristiwa Isra dan Mikraj terjadi ketika beliau berusia 50 tahun, dan pada waktu itu salat lima waktu diwajibkan pada beliau.
- Isra adalah perjalanan dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa.
- Sedangkan mikraj adalah perjalanan dari Masjidilaqsa ke langit, hingga Sidratulmuntaha.
21. Soal: Seperti apakah dakwah Nabi ﷺ kepada orang-orang di luar Makkah?
Jawab:
Beliau mendakwahi penduduk Taif dan datang langsung ke even-even serta tempat-tempat perkumpulan mereka. Hingga akhirnya penduduk Madinah, kaum Ansar, datang dan beriman kepada Nabi ﷺ serta berbaiat untuk membela beliau.
22. Soal: Berapa lama Nabi ﷺ tinggal berdakwah di Kota Makkah?
Jawab:
Beliau berdakwah di sana selama tiga belas tahun.
23. Soal: Kemana Nabi ﷺ berhijrah?
Jawab: Dari Makkah ke Madinah.
24. Soal: Berapa lama Nabi tinggal di Madinah?
Jawab: Sepuluh (10) tahun.
25. Soal: Syariat Islam apakah yang diwajibkan kepada Nabi di Madinah?
Jawab:
Diwajibkan kepadanya zakat, puasa, haji, jihad, azan, dan berbagai syariat Islam lainnya.
26. Soal: Sebutkan perang paling penting yang diikuti oleh Nabi ﷺ?
Jawab:
- Perang Badar al-Kubrā pada tahun 2 Hijriah.
- Perang Uhud pada tahun 3 Hijriah.
- Perang Ahzab pada tahun 5 Hijriah.
- Pembebasan Makkah pada tahun 8 Hijriah.
27. Soal: Ayat Al-Qur`an yang mana terakhir turun?
Jawab:
Yaitu firman Allah Ta'ala, “Takutlah pada hari (ketika) kalian semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).” (QS. Al-Baqarah: 281)
28. Soal: Kapankah Nabi ﷺ wafat dan berapa usia beliau saat itu?
Jawab:
Beliau wafat pada bulan Rabiul Awal tahun 11 Hijriah. Usia beliau saat itu 63 tahun.
29. Soal: Sebutkan nama istri-istri Nabi ﷺ!
Jawab:
1) Khadijah binti Khuwailid -raḍiyallāhu 'anhā-.
2) Saudah binti Zam'ah -raḍiyallāhu 'anhā-.
3) Aisyah binti Abu Bakar aṣ-Ṣiddīq -raḍiyallāhu 'anhumā-
4) Ḥafṣah binti Umar -raḍiyallāhu 'anhumā-.
5) Zainab binti Khuzaimah -raḍiyallāhu 'anhā-.
6) Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah -raḍiyallāhu 'anhā-.
7) Ummu Ḥabībah Ramlah binti Abi Sufyān -raḍiyallāhu 'anhumā-.
8) Juwairiyah binti al-Ḥāriṡ -raḍiyallāhu 'anhā-.
9) Maimūnah binti al-Ḥāriṡ -raḍiyallāhu 'anhā-.
10) Ṣafiyyah binti Ḥuyay -raḍiyallāhu 'anhā-.
11) Zainab binti Jaḥsy -raḍiyallāhu 'anhā-.
30. Soal: Sebutkan nama anak-anak Nabi ﷺ!
Jawab:
* Anak laki-laki ada tiga:
- Al-Qāsim, sekaligus sebagai kuniah beliau.
- Abdullah.
- Ibrāhīm.
* Sedangkan anak-anak perempuan adalah sebagai berikut:
- Fatimah
- Ruqayyah
-Ummu Kultsum.
- Zainab.
Semua anak beliau dilahirkan oleh Khadijah -raḍiyallāhu 'anhā-, kecuali Ibrāhīm dilahirkan oleh Māriyah al-Qibṭiyyah. Mereka semua meninggal sebelum beliau kecuali Fatimah, ia meninggal 6 bulan setelah beliau wafat.
31. Soal: Sebutkan sebagian dari ciri-ciri fisik Nabi ﷺ!
Jawab:
Tinggi fisik Nabi ﷺ pertengahan di kalangan laki-laki dewasa, tidak pendek namun tidak juga jangkung. Warna kulit beliau putih kemerah-merahan. Janggutnya tebal dengan mata yang lebar dan mulut yang besar. Rambut beliau hitam pekat, bahu lebar, dan aroma badannya harum. Banyak lagi ciri-ciri fisik beliau ﷺ yang sempurna.
32. Soal: Bagaimana kondisi umat Islam ketika Nabi ﷺ meninggalkan mereka?
Jawab:
Beliau ﷺ meninggalkan umatnya di atas petunjuk yang terang benderang, seakan-akan malamnya bagaikan siang. Sebab itu, tidak ada yang menyimpang dari petunjuk itu melainkan orang yang jelas akan binasa. Tidak ada kebaikan yang tidak beliau ajarkan dan tidak ada keburukan yang luput dari peringatannya.
********
Catatan: Bagian ini adalah untuk menghafal ayat-ayat dan memahami maknanya.
TAFSIR17
1. Soal: Bacalah surah Al-Fātiḥah dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah Al-Fatiḥāh dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 🎧 Al-ḥamdu lillāhi rabbil 'ālamīn
2. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan seluruh alam, 🎧 Ar-raḥmānir-raḥīm
3. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, 🎧 Māliki yaumiddīn
4. Pemilik hari pembalasan. 🎧 Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn
5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. 🎧 Ihdināṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus. 🎧 Ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim walāḍ-ḍāllīn
7. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS. Al-Fātiḥah: 1-7)
Tafsir:
Disebut sebagai Surah Al-Fatiḥāh yang bermakna surah pembuka karena menjadi mukadimah bagi Kitabullah.
Bismillahirraḥmanirraḥīm
1. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maknanya: Dengan menyebut nama Allah, aku memulai membaca Al-Qur`an dengan memohon pertolongan Allah dan mengharap berkah dengan menyebut nama-Nya.
- Allāh artinya: sembahan yang berhak diibadahi. Nama ini tidak boleh digunakan untuk selain Allah ﷻ.
- Ar-Raḥmān (Maha Pengasih) artinya: pemilik kasih yang luas nan mencakup segala sesuatu.
- Ar-Raḥīm (Maha Penyayang) artinya: pemilik sifat sayang kepada orang-orang beriman.
Al-ḥamdu lillāhi rabbil 'ālamīn
2. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Maknanya: Seluruh macam pujian dan kesempurnaan hanya milik Allah secara mutlak.
Ar-raḥmānir-raḥīm
3. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maknanya: Pemilik kasih yang luas nan mencakup segala sesuatu sekaligus pemilik sifat sayang yang berkesinambungan kepada orang-orang beriman.
Māliki yaumiddīn
4. Pemilik hari Pembalasan. Yaitu hari Kiamat.
Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn
5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Maknanya: Kami hanya menyembah-Mu semata dan memohon pertolongan-Mu satu-satunya.
Ihdināṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu petunjuk kepada Islam dan Sunnah.
Ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim walāḍ-ḍāllīn
7. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Yaitu jalan hamba-hamba Allah yang saleh dari kalangan para nabi dan pengikutnya, bukan jalan kaum Nasrani dan Yahudi.
- Disunahkan membaca "Āmīn" setelah bacaan Al-Fātiḥah. Āmīn bermakna: perkenankanlah permohonan kami.
2. Soal: Bacalah Surah Az-Zalzalah dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah Az-Zalzalah dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā
1. Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, 🎧 Wa akhrajatil-arḍu aṡqālahā
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. 🎧 Wa qālal-insānu mā lahā
3. Lalu manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?” 🎧 Yauma`iżin tuḥaddiṡu akhbārahā
4. Pada hari itu, bumi menyampaikan beritanya, 🎧 Bi`anna rabbaka auḥā lahā
5. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya. 🎧 Yauma`iżin yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau a'mālahum
6. Pada hari itu, manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya. 🎧 Fa man ya'mal miṡqāla żarratin khairan yarah
7. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. 🎧 Wa man ya'mal miṡqāla żarratin syarran yarah
8. Sebaliknya, barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS. Az-Zalzalah: 1-8)
Tafsir:
Iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā
1. Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat. Maksudnya: Apabila bumi diguncangkan dengan keras yang terjadi padanya pada hari Kiamat.
Wa akhrajatil-arḍu aṡqālahā
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. Maksudnya: Bumi mengeluarkan isinya berupa orang-orang mati dan sebagainya.
Wa qālal-insānu mā lahā
3. Lalu manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?” Yaitu manusia bertanya penuh kebingungan, "Mengapa bumi bergoyang dan berguncang?"
Yauma`iżin tuḥaddiṡu akhbārahā
4. Pada hari itu, bumi menyampaikan beritanya, Maksudnya: Pada hari yang luar biasa itu, bumi menyampaikan semua perbuatan yang dilakukan di atasnya, perbuatan baik maupun perbuatan buruk.
Bi`anna rabbaka auḥā lahā
5. bahwa sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) padanya. Yaitu karena Allah memberitahukannya dan memerintahkannya untuk melakukan itu.
Yauma`iżin yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau a'mālahum
6. Pada hari itu, manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya. Maksudnya: Pada hari yang luar biasa itu, waktu bumi berguncang, manusia keluar secara berkelompok untuk menyaksikan langsung amal perbuatan yang mereka lakukan di dunia.
Fa man ya'mal miṡqāla żarratin khairan yarah
7. Maka siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Maksudnya: Siapa yang melakukan kebaikan walaupun seberat semut kecil, maka dia akan melihatnya berada di depannya.
Wa man ya'mal miṡqāla żarratin syarran yarah
8. Sebaliknya, siapa mengerjakan kejahatan walaupun seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Maksudnya: Siapa yang melakukan kejahatan seberat itu pula, maka dia akan melihatnya berada di depannya.
3. Soal: Bacalah Surah Al-‘Ādiyāt dan jelaskan tafsirnya!
Jawab:
Surah Al-‘Ādiyāt dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Wal-'ādiyāti ḍabḥā
1. Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah, 🎧 Fal-mūriyāti qadḥā
2. dan kuda yang memercikkan bunga api (dengan pukulan kuku kakinya), 🎧 Fal-mugīrāti ṣubḥā
3. dan kuda yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi, 🎧 Fa aṡarna bihī naq'ā
4. sehingga menerbangkan debu, 🎧 Fawaṣaṭna bihī jam'ā
5. lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh! 🎧 Innal-insāna lirabbihī lakanūd
6. Sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya. 🎧 Wa innahū 'alā żālika lasyahīd
7. Sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya. 🎧 Wa innahū liḥubbil-khairi lasyadīd
8. Sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan. 🎧 Afalā ya'lamu iżā bu'ṡira mā fil-qubūr
9. Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan, 🎧 Wa ḥuṣṣila mā fiṣ-ṣudūr
10. dan apa yang tersimpan di dalam dada dilahirkan? 🎧 Inna rabbahum bihim yauma`iżil lakhabīr
11. Sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Mahateliti terhadap keadaan mereka. (QS. Al-'Ādiyāt: 1-11)
Tafsir:
Wal-'ādiyāti ḍabḥā
1. Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah, Maksudnya: Allah bersumpah dengan kuda yang berlari hingga terdengar suara nafasnya karena larinya yang kencang.
Fal-mūriyāti qadḥā
2. dan kuda yang memercikkan bunga api (dengan pukulan kuku kakinya), Allah juga bersumpah dengan kuda yang memercikkan bunga api dengan kukunya ketika menggores bebatuan karena kuat hentakannya.
Fal-mugīrāti ṣubḥā
3. serta kuda yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi, Allah Ta'ala juga bersumpah dengan kuda yang menyerang musuh pada waktu pagi.
Fa aṡarna bihī naq'ā
4. sehingga menerbangkan debu, Maksudnya: Kekuatan larinya menyebabkan debu beterbangan.
Fawaṣaṭna bihī jam'ā
5. lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh. Maksudnya: Kuda-kuda tersebut membawa para penunggangnya ke tengah kumpulan musuh.
Innal-insāna lirabbihī lakanūd
6. Sungguh, manusia itu sangat ingkar (tidak bersyukur) kepada Tuhannya. Maksudnya: Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar kepada kebaikan yang diinginkan oleh Tuhannya dari dirinya.
Wa innahū 'alā żālika lasyahīd
7. Sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya. Maksudnya: Sungguh, ia benar-benar bersaksi atas pengingkarannya terhadap kebaikan dan tidak bisa mengingkarinya karena sangat jelas.
Wa innahū liḥubbil-khairi lasyadīd
8. Sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan. Yaitu ia kikir terhadap harta akibat mencintanya secara berlebihan.
Afalā ya'lamu iżā bu'ṡira mā fil-qubūr
9. Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan? Maksudnya: Tidakkah orang yang tertipu dengan kehidupan duniawi ini tahu, apabila Allah telah membangkitkan mayat-mayat yang ada dalam kubur dan mengeluarkannya dari perut bumi untuk mendapatkan perhitungan dan pembalasan, bahwa urusannya tidak sebagaimana yang mereka sangka?!
Wa ḥuṣṣila mā fiṣ-ṣudūr
10. Apa yang tersimpan di dalam dada juga ditampilkan? Maksudnya: Seluruh niat, keyakinan dan lainnya yang ada dalam hati ditampakkan dan dijelaskan.
Inna rabbahum bihim yauma`iżil lakhabīr
11. Sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Maha Teliti terhadap keadaan mereka. Maksudnya: Tuhan mereka pada hari itu benar-benar mengetahui secara rinci urusan mereka, tidak ada sedikit pun urusan hamba-Nya yang samar bagi-Nya, dan Dia akan memberikan mereka balasan atas itu.
4. Soal: Bacalah Surah Al-Qāri’ah dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah Al-Qari’āh dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Al-qāri'ah
1. Hari Kiamat 🎧 Mal-qāri'ah
2. Apakah hari Kiamat itu? 🎧 Wa mā adrāka mal-qāri'ah
3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? 🎧 Yauma yakūnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡūṡ
4. Pada hari itu, manusia seperti laron yang beterbangan. 🎧 Wa takūnul-jibālu kal-'ihnil-manfūsy
5. Gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. 🎧 Fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh
6. Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, 🎧 Fahuwa fī 'īsyatir-rāḍiyah
7. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). 🎧 Wa ammā man khaffat mawāzīnuh
8. Sebaliknya, adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, 🎧 Fa ummuhū hāwiyah
9. maka tempat kembalinya adalah neraka Hāwiyah. 🎧 Wa mā adrāka mā hiyah
10. Tahukah kamu apakah neraka Hāwiyah itu? 🎧 Nārun ḥāmiyah
11. (Yaitu) api yang sangat panas. (QS. Al-Qāri'ah: 1-11)
Tafsir:
Al-qāri'ah
1. Hari Kiamat. Maksudnya: Waktu yang mengguncang hati manusia karena petakanya yang dahsyat.
Mal-qāri'ah
2. Apakah hari Kiamat itu? Maksudnya: Waktu apakah itu yang mengguncang hati manusia karena petakanya yang dahsyat?
Wa mā adrāka mal-qāri'ah
3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Maksudnya: Wahai Rasul, tahukah kamu, waktu apakah itu yang mengguncang hati manusia karena petakanya yang dahsyat? Itulah hari Kiamat.
Yauma yakūnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡūṡ
4. Pada hari itu, manusia seperti laron yang beterbangan. Maksudnya: Hari ketika hati manusia terguncang, mereka seperti laron yang beterbangan, tersebar kesana kemari.
Wa takūnul-jibālu kal-'ihnil-manfūsy
5. Gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Maksudnya: Gunung-gunung menjadi seperti bulu yang beterbangan karena perjalanan dan pergerakannya yang ringan.
Fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh
6. Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maksudnya: Adapun orang-orang yang amal salehnya lebih berat timbangannya daripada amal buruknya.
Fahuwa fī 'īsyatir-rāḍiyah
7. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Maksudnya: Maka dia berada dalam kehidupan bahagia yang dia dapatkan dalam surga.
Wa ammā man khaffat mawāzīnuh
8. Sebaliknya, adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, Maksudnya: Sebaliknya, orang-orang yang amal buruknya lebih berat timbangannya daripada amal salehnya.
Fa ummuhū hāwiyah
9. maka tempat kembalinya adalah neraka Hāwiyah. Maksudnya: Maka tempat tinggal dan kembalinya pada hari Kiamat adalah neraka Jahanam.
Wa mā adrāka mā hiyah
10. Tahukah kamu apakah neraka Hāwiyah itu? Maksudnya: Wahai Rasul, tahukah kamu apakah neraka Hāwiyah itu?
Nārun ḥāmiyah
11. (Yaitu) api yang sangat panas. Maksudnya: Dia itu adalah api yang sangat panas.
5. Soal: Bacalah Surah At-Takāṡur dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah At-Takāṡur dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Alhākumut-takāṡur
1. Bermegah-megahan telah melalaikan kalian. 🎧 Ḥattā zurtumul-maqābir
2. Sampai kalian masuk ke dalam kubur. 🎧 Kallā saufa ta'lamūn
3. Sekali-kali tidak! Kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). 🎧 Ṡumma kallā saufa ta'lamūn
4. Kemudian sekali-kali tidak! Kelak kalian akan mengetahui. 🎧 Kallā lau ta'lamūna 'ilmal-yaqīn
5. Sekali-kali tidak! Sekiranya kalian mengetahui dengan pasti, 🎧 Latarawunnal-jaḥīm
6. niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahim. 🎧 Ṡumma latarawunnahā 'ainal-yaqīn
7. Kemudian kalian benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri. 🎧 Ṡumma latusalunna yaumaiżin 'anin-na'īm
8. Kemudian kalian benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu). (QS. At-Takāṡur: 1-8)
Tafsir:
Alhākumut-takāṡur
1. Bermegah-megahan telah melalaikan kalian. Maksudnya: Wahai manusia, bermegah-megahan dengan harta dan keturunan telah melalaikan kalian dari melakukan ketaatan kepada Allah.
Ḥattā zurtumul-maqābir
2. Sampai kalian masuk ke dalam kubur. Maksudnya: Sampai kalian mati dan masuk kubur.
Kallā saufa ta'lamūn
3. Sekali-kali tidak! Kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). Maksudnya: Tidak layak kalian lalai dari melakukan ketaatan kepada Allah akibat bermegah-megahan dengan harta dan keturunan. Kalian pasti akan mengetahui akibat dari kelalaian tersebut.
Ṡumma kallā saufa ta'lamūn
4. Kemudian sekali-kali tidak! Kelak kalian akan mengetahui. Maksudnya: Kemudian lagi, kalian pasti akan mengetahui akibatnya.
Kallā lau ta'lamūna 'ilmal-yaqīn
5. Sekali-kali tidak! Sekiranya kalian mengetahui dengan pasti, Maksudnya: Pasti! Andai kalian mengetahui secara pasti bahwa kalian akan dibangkitkan kepada Allah dan bahwa Dia akan memberi kalian balasan atas amal kalian, kalian tidak akan dilalaikan oleh bermegah-megahan dengan harta dan keturunan.
Latarawunnal-jaḥīm
6. niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahim. Maksudnya: Demi Allah, kalian pasti akan menyaksikan neraka pada hari Kiamat kelak.
Ṡumma latarawunnahā 'ainal-yaqīn
7. Kemudian kalian benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri. Maksudnya: Kemudian kalian akan menyaksikannya dengan yakin, tanpa ragu sedikit pun.
Ṡumma latusalunna yaumaiżin 'anin-na'īm
8. Kemudian kalian benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu). Maksudnya: Kemudian Allah pasti akan bertanya kepada kalian di hari itu tentang nikmat yang Dia berikan, berupa kesehatan, harta, dan lain sebagainya.
6. Soal: Bacalah Surah Al-'Aṣr dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah Al-'Aṣr dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Wal-'aṣr
1. Demi masa. 🎧 Innal-insāna lafī khusr
2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. 🎧 Illallażīna āmanū wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-'Aṣr: 1-3)
Tafsir:
Wal-'aṣr
1. Demi masa. Maksudnya: Allah bersumpah dengan waktu.
Innal-insāna lafī khusr
2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Maksudnya: Semua manusia rugi dan celaka
Illallażīna āmanū wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. Maksudnya: Kecuali orang yang beriman dan beramal saleh, sambil mengajak kepada kebenaran dan bersabar di atasnya. Mereka itulah yang selamat dari kerugian.
7. Soal: Bacalah Surah Al-Humazah dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah Al-Humazah dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Wailul likulli humazatil lumazah
1. Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela. 🎧 Allażī jama'a mālaw wa 'addadah
2. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. 🎧 Yaḥsabu anna mālahū akhladah
3. Dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. 🎧 Kallā layunbażanna fil-ḥuṭamah
4. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Ḥuṭamah. 🎧 Wa mā adrāka mal-ḥuṭamah
5. Tahukah kamu apakah (neraka) Ḥuṭamah itu? 🎧 Nārullāhil-mūqadah
6. (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan. 🎧 Allatī taṭṭali'u 'alal-af`idah
7. Yang (membakar) sampai ke hati. 🎧 Innahā 'alaihim mu`ṣadah
8. Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka, 🎧 Fī 'amadim mumaddadah
9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. (QS. Al-Humazah: 1-9)
Tafsir:
Wailul likulli humazatil lumazah
1. Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela. Maksudnya: Celaka dan berat azabnya bagi orang yang banyak melakukan gibah dan mencela orang lain.
Allażī jama'a mālaw wa 'addadah
2. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Maksudnya: Orang yang perhatiannya hanya pada mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, sehingga tidak ada lagi perhatiannya pada yang lain.
Yaḥsabu anna mālahū akhladah
3. Dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Maksudnya: Dia mengira bahwa harta yang dia kumpulkan itu akan menyelamatkannya dari maut, sehingga dia bisa hidup kekal di dunia ini.
Kallā layunbażanna fil-ḥuṭamah
4. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Ḥuṭamah. Maksudnya: Faktanya tidak seperti persangkaan manusia jahil ini. Dia akan dilemparkan ke dalam api neraka yang notabene menghancurkan segala sesuatu yang dimasukkan kepadanya karena siksanya yang keras.
Wa mā adrāka mal-ḥuṭamah
5. Tahukah kamu apakah (neraka) Ḥuṭamah itu? Maksudnya: Wahai Rasul, tahukah kamu, neraka apakah itu yang menghancurkan segala sesuatu yang dilemparkan ke dalamnya?
Nārullāhil-mūqadah
6. (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan. Maksudnya: Itulah neraka ciptaan Allah Ta'ala yang menyala-nyala.
Allatī taṭṭali'u 'alal-af`idah
7. Yang (membakar) sampai ke hati. Maksudnya: Yang menembus badan manusia hingga sampai ke hati.
Innahā 'alaihim mu`ṣadah
8. Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka, Maksudnya: Neraka itu ditutup rapat atas orang-orang yang disiksa di dalamnya.
Fī 'amadim mumaddadah
9. (dikunci) dengan palang-palang pintu yang panjang. Maksudnya: Mereka ditutup dengan palang-palang yang panjang agar mereka tidak bisa keluar dari neraka.
8. Soal: Bacalah Surah Al-Fīl dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah Al-Fīl dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi`aṣḥābil-fīl
1. Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? 🎧 Alam yaj'al kaidahum fī taḍlīl
2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? 🎧 Wa arsala 'alaihim ṭairan abābīl
3. Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. 🎧 Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl
4. Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar. 🎧 Faja'alahum ka'aṣfim ma`kūl
5. Lalu mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (QS. Al-Fīl: 1-5)
Tafsir:
Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi`aṣḥābil-fīl
1. Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Maksudnya: Wahai Rasul, tidakkah engkau perhatikan bagaimana Tuhanmu memperlakukan Abrahah dan pasukan bergajah yang ia komandoi, ketika mereka hendak menghancurkan Ka’bah?
Alam yaj'al kaidahum fī taḍlīl
2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? Maksudnya: Allah telah menggagalkan rencana jahat mereka untuk menghancurkan Ka'bah sehingga mereka tidak berhasil mencapai tujuan mereka sedikit pun untuk memalingkan manusia dari Ka'bah.
Wa arsala 'alaihim ṭairan abābīl
3. Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. Maksudnya: Allah mengirimkan kepada mereka burung-burung yang menyerang mereka secara berbondong-bondong.
Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl
4. Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar. Maksudnya: Burung-burung itu melempar mereka dengan bebatuan yang berasal dari tanah yang membatu.
Faja'alahum ka'aṣfim ma`kūl
5. Lalu mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat). Maksudnya: Allah menjadikan mereka seperti daun tanaman yang dimakan dan diinjak oleh binatang.
9. Soal: Bacalah Surah Quraisy dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah Quraisy dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Li`īlāfi quraisy
1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. 🎧 Īlāfihim riḥlatasy-syitā`i waṣ-ṣaif
2. (Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. 🎧 Falya'budū rabba hāżal-bāit
3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah). 🎧 Allażī aṭ'amahum min jū'iw wa āmanahum min khauf
4. (Dia) yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan. (QS. Quraisy: 1-4)
Tafsir:
Li`īlāfi quraisy
1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. Maksudnya: Kebiasaan mereka bepergian di musim dingin dan di musim panas.
Īlāfihim riḥlatasy-syitā`i waṣ-ṣaif
2. (Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Yaitu melakukan perjalanan pada musim dingin ke Yaman dan perjalanan pada musim panas ke negeri Syam dengan aman.
Falya'budū rabba hāżal-bāit
3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah). Maksudnya: Hendaknya mereka menyembah Allah, Pemilik Baitulharam ini semata, yang telah memudahkan perjalanan tersebut bagi mereka, dan hendaknya mereka tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.
Allażī aṭ'amahum min jū'iw wa āmanahum min khauf
4. (Dia) yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan. Maksudnya: Yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan rasa lapar dan memberi mereka rasa aman dari ketakutan, dengan menanamkan di dalam hati bangsa Arab pengagungan tanah haram dan penduduknya.
10. Soal: Bacalah Surah Al-Mā’ūn dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah Al-Mā’ūn dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Ara`aitallażī yukażżibu bid-dīn
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? 🎧 Fa żālikallażī yadu''ul-yatīm
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim. 🎧 Wa lā yaḥuḍḍu 'alā ṭa'āmil-miskīn
3. Tidak pula mendorong memberi makan orang miskin. 🎧 Fa wailul lil-muṣallīn
4. Maka celakalah orang yang salat itu, 🎧 Allażīna hum 'an ṣalātihim sāhūn
5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, 🎧 Allażīna hum yurā`ūn
6. yang berbuat ria, 🎧 Wa yamna'ūnal-mā'ūn
7. serta enggan (memberikan) bantuan. (QS. Al-Mā’ūn: 1-7)
Tafsir:
Ara`aitallażī yukażżibu bid-dīn
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maksudnya: Tahukah kamu orang yang mendustakan adanya pembalasan pada hari Kiamat?
Fa żālikallażī yadu''ul-yatīm
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim. Maksudnya: Orang yang menolak memenuhi kebutuhan anak yatim secara kasar.
Wa lā yaḥuḍḍu 'alā ṭa'āmil-miskīn
3. Tidak pula mendorong memberi makan orang miskin. Maksudnya: Dia juga tidak mendorong dirinya dan orang lain untuk memberi makanan kepada orang miskin.
Fa wailul lil-muṣallīn
4. Maka celakalah orang yang salat itu, Maksudnya: Maka celaka dan terazablah orang yang melakukan salat.
Allażīna hum 'an ṣalātihim sāhūn
5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, Maksudnya: Orang-orang yang lalai terhadap salatnya dengan tidak peduli dengannya hingga lewat waktunya.
Allażīna hum yurā`ūn
6. yang berbuat ria, Maksudnya: Orang-orang yang berbuat ria dalam salat dan amal mereka serta tidak mengikhlaskan amalan karena Allah.
Wa yamna'ūnal-mā'ūn
7. serta enggan (memberikan) bantuan. Maksudnya: Mereka juga enggan menolong orang lain dengan hal yang sama sekali tidak menimbulkan bahaya bagi diri mereka.
11. Soal: Bacalah Surah Al-Kauṡar dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah Al-Kauṡar dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Innā a'ṭainākal-kauṡar
1. Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. 🎧 Fa ṣalli lirabbika wanḥar
2. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. 🎧 Inna syāni`aka huwal-abtar
3. Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah). (QS. Al-Kauṡar: 1-3)
Tafsir:
Innā a'ṭainākal-kauṡar
1. Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maksudnya: Sesungguhnya kami telah memberimu, wahai Rasul, nikmat yang banyak, termasuk sungai al-Kauṡar di dalam surga.
Fa ṣalli lirabbika wanḥar
2. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Maksudnya: Maka bersyukurlah kepada Allah atas nikmat tersebut dengan melaksanakan salat semata-mata kepada-Nya dan berkurban. Ini berbeda dengan perbuatan orang-orang musyrik yang mendekatkan diri kepada berhala-berhala mereka dengan cara berkurban.
Inna syāni`aka huwal-abtar
3. Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah). Maksudnya: Sesungguhnya orang yang membencimu justru dialah orang yang terputus dari kebaikan dan terlupakan, bila pun disebut maka akan disebut dengan kejahatannya.
12. Soal: Bacalah Surah Al-Kāfirūn dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah Al-Kāfirūn dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Qul yā ayyuhal-kāfirūn
1. Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir! 🎧 Lā a'budu mā ta'budūn
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. 🎧 Wa lā antum 'ābidūna mā a'bud
3. Kamu pun bukan penyembah apa yang aku sembah. 🎧 Wa lā ana 'ābidum mā 'abattum
4. Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kalian sembah. 🎧 Wa lā antum 'ābidūna mā a'bud
5. Sebaliknya, kalian tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. 🎧 Lakum dīnukum wa liya dīn
6. Untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku." (QS. Al-Kāfirūn: 1-6)
Tafsir:
Qul yā ayyuhal-kāfirūn
1. Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir! Maksudnya: Ya Rasul, sampaikanlah, "Wahai orang-orang yang kafir kepada Allah.
Lā a'budu mā ta'budūn
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. Maksudnya: Aku tidak menyembah berhala yang kalian sembah, sekarang maupun di masa yang akan datang.
Wa lā antum 'ābidūna mā a'bud
3. Kamu pun bukan penyembah apa yang aku sembah. Maksudnya: Sebaliknya, kalian tidak pula menyembah sembahanku, yaitu Allah Yang Maha Esa.
Wa lā ana 'ābidum mā 'abattum
4. Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kalian sembah. Maksudnya: Aku tidak menyembah berhala-berhala yang kalian sembah.
Wa lā antum 'ābidūna mā a'bud
5. Sebaliknya, kalian tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Maksudnya: Sebaliknya, kalian tidak pula menyembah sembahanku, yaitu Allah Yang Maha Esa.
Lakum dīnukum wa liya dīn
6. Untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku." Maksudnya: Bagi kalian agama kalian yang kalian ciptakan sendiri untuk diri kalian, dan bagiku agamaku yang Allah turunkan untukku."
13. Soal: Bacalah Surah An-Naṣr dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah An-Naṣr dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Iżā jā`a naṣrullāhi wal-fatḥ
1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. 🎧 Wa ra`aitan-nāsa yadkhulūna fī dīnillāhi afwājā
2. Lalu engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah. 🎧 Fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastaghfirh, innahū kāna tawwābā
3. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat. (QS. An-Naṣr: 1-3)
Tafsir:
Iżā jā`a naṣrullāhi wal-fatḥ
1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Maksudnya: Wahai Rasul, apabila pertolongan dan pemenangan Allah untuk agamamu telah datang serta Kota Makkah dibebaskan.
Wa ra`aitan-nāsa yadkhulūna fī dīnillāhi afwājā
2. Lalu engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah. Maksudnya: Lalu engkau melihat manusia masuk Islam, kelompok demi kelompok.
Fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastaghfirh, innahū kāna tawwābā
3. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat. Maksudnya: Maka ketahuilah bahwa itu adalah tanda tugas yang dibebankan kepadamu segera berakhir. Sebab itu, bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebagai bentuk syukur kepada-Nya atas nikmat pertolongan dan kemenangan. Mohonlah ampunan kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat, yang menerima tobat hamba-Nya dan mengampuni mereka.
14. Soal: Bacalah Surah Al-Masad dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah Al-Masad dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Tabbat yadā abī lahabiwwa tabb
1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! 🎧 Mā agnā 'anhu māluhū wa mā kasab
2. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. 🎧 Sayaṣlā nāran żāta lahab
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka). 🎧 Wamra`atuhū ḥammālatal-ḥaṭab
4. Begitu pul) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). 🎧 Fī jīdihā ḥablum mim masad
5. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. (QS. Al-Masad: 1-5)
Tafsir:
Tabbat yadā abī lahabiwwa tabb
1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Maksudnya: Telah rugi kedua tangan paman Nabi ﷺ, Abu Lahab bin Abdul-Muṭṭalib, karena kerugian perbuatannya sebab ia menyakiti Nabi ﷺ, serta sia-sia usahanya.
Mā agnā 'anhu māluhū wa mā kasab
2. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Maksudnya: Harta dan anaknya tidak berguna baginya sedikit pun. Keduanya tidak bisa melindunginya dari siksa dan tidak pula mendatangkan rahmat baginya.
Sayaṣlā nāran żāta lahab
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka). Maksudnya: Kelak hari Kiamat ia akan masuk ke neraka yang memiliki api yang berkobar, ia akan merasakan panasnya.
Wamra`atuhū ḥammālatal-ḥaṭab
4. Begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Maksudnya: Kelak Ummu Jamil, istri Abu Lahab, yang menyakiti Nabi dengan cara meletakkan duri di jalan yang beliau lalui, juga akan masuk neraka.
Fī jīdihā ḥablum mim masad
5. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal. Maksudnya: Di lehernya terdapat tali yang dipintal kuat, dengannya ia diseret ke neraka.
15. Soal: Bacalah Surah Al-Ikhlāṣ dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah Al-Ikhlāṣ dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Qul huwallāhu aḥad
1. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. 🎧 Allāhuṣ-ṣamad
2. Allah tempat meminta segala sesuatu. 🎧 Lam yalid wa lam yūlad
3. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. 🎧 Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad
4. Tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlās: 1-4)
Tafsir:
Qul huwallāhu aḥad
1. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Maksudnya: Katakan -wahai Rasul-, Dialah Allah, tiada tuhan yang berhak disembah selain-Nya.
Allāhuṣ-ṣamad
2. Allah tempat meminta segala sesuatu. Maksudnya: Kepada-Nya diangkat segala kebutuhan makhluk.
Lam yalid wa lam yūlad
3. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Maksudnya: Dia tidak punya anak dan tidak pula bapak.
Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad
4. Tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” Maksudnya: Tidak pula ada yang menyamai-Nya di antara makhluk ciptaan-Nya.
16. Soal: Bacalah Surah Al-Falaq dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah Al-Falaq dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Qul a'ūżu birabbil-falaq
1. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), 🎧 Min syarri mā khalaq
2. dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, 🎧 Wa min syarri gāsiqin iżā waqab
3. dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, 🎧 Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad
4. dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), 🎧 Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad
5. dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS. Al-Falaq: 1-5)
Tafsir:
Qul a'ūżu birabbil-falaq
1. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), Maksudnya: Wahai Rasul, katakanah, "Aku berlindung dan memohon keamanan kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar).
Min syarri mā khalaq
2. dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, Maksudnya: Dari kejahatan makhluk-makhluk yang menyakiti.
Wa min syarri gāsiqin iżā waqab
3. dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, Maksudnya: Aku pun berlindung kepada Allah dari kejahatan yang muncul pada malam hari, berupa binatang maupun pencuri.
Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad
4. dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), Maksudnya: Aku juga berlindung kepada Allah dari kejahatan para perempuan penyihir yang meniup pada ikatan-ikatan tali.
Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad
5. dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” Maksudnya: (Aku juga berlindung) dari kejahatan orang hasad yang iri kepada orang lain lantaran mereka diberikan nikmat oleh Allah, ia ingin nikmat itu hilang dari mereka, serta ingin mencelakakan mereka.
17. Soal: Bacalah Surah An-Nās dan sebutkan tafsirnya!
Jawab:
Surah An-Nās dan tafsirnya:
🎧 Bismillahirraḥmanirraḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
🎧 Qul a'ūżu birabbin-nās
1. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, 🎧 Malikin-nās
2. Raja manusia, 🎧 Ilāhin-nās
3. Sembahan manusia, 🎧 Min syarril-waswāsil-khannās
4. dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, 🎧 Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, Minal-jinnati wan-nās
6. dari (golongan) jin dan manusia." (QS. An-Nās: 1-6)
Tafsir:
Qul a'ūżu birabbin-nās
1. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Maksudnya: Wahai Rasul, katakanlah, "Aku berlindung dan memohon keamanan kepada Tuhan sekalian manusia.
Malikin-nās
2. Raja manusia, Yaitu yang bertindak pada mereka sesuai kehendak-Nya, tidak ada raja lain bagi mereka selain Dia.
Ilāhin-nās
3. Sembahan manusia, Maksudnya: Sembahan mereka yang benar, tidak ada sembahan lain yang benar bagi manusia selain Dia.
Min syarril-waswāsil-khannās
4. dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, Maksudnya: Dari kejahatan setan yang membisikkan tipu dayanya kepada manusia.
Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, Maksudnya: Yang membisikkan tipu dayanya ke dalam hati manusia.
Minal-jinnati wan-nās
6. dari (golongan) jin dan manusia." Maksudnya: Yang membisikkan itu dari golongan manusia dan dari golongan jin."
*******
MATERI HADIS14
Hadis Pertama 1. Soal: Sempurnakan hadis: “Sesungguhnya segala amalan itu tergantung pada niatnya . . . .” Lalu sebutkan beberapa pelajaran darinya!
Jawab:
Amirul Mukminin Abu Ḥafṣ Umar bin al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya segala amalan itu tergantung pada niatnya. Sesungguhnya tiap-tiap orang akan memperoleh (balasan dari) apa yang diniatkannya. Siapa yang hijrahnya menuju (keridaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu ke arah (keridaan) Allah dan Rasul-Nya. Sebaliknya, siapa yang hijrahnya karena (harta atau kemegahan) dunia yang dia harapkan atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya.” [HR. Bukhari dan Muslim].
Beberapa pelajaran dari hadis:
1- Setiap amal ibadah harus disertai niat, seperti salat, puasa, haji, dan amalan yang lain.
2- Niat harus ikhlas karena Allah Ta'ala.
Hadis Kedua 2. Soal: Sempurnakanlah hadis: “Siapa yang mengada-adakan hal baru dalam perkara (agama) kita ini . . ..” Lalu sebutkan beberapa pelajaran darinya!
Jawab:
Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang mengada-adakan hal baru dalam perkara (agama) kita ini yang bukan bagian darinya, maka ia tertolak.” [HR. Bukhari dan Muslim].
Beberapa pelajaran dari hadis:
1- Larangan mengadakan bidah dalam agama.
2- Amalan yang diada-adakan hukumnya tertolak dan tidak diterima.
Hadis Ketiga 3. Soal: Sempurnakanlah hadis: "Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ . . .” Lalu sebutkan sebagian pelajarannya!
Jawab:
Umar bin al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: "Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah suatu hari, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang memakai pakaian yang sangat putih dan rambutnya hitam pekat, tidak tampak padanya tanda bekas perjalanan jauh, sementara tidak seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Lantas dia duduk merapat kepada Nabi ﷺ, menyandarkan kedua lututnya pada kedua lutut beliau, dan meletakkan kedua tangannya di atas pahanya seraya berkata, 'Wahai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam!' Rasulullah ﷺ menjawab, 'Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang hak selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan menunaikan ibadah haji ke Baitullah apabila engkau mampu.' Orang itu berkata, 'Engkau benar.' Kami pun heran, ia bertanya lalu membenarkannya. Orang itu berkata lagi, 'Terangkanlah kepadaku tentang iman!' Beliau menjawab, 'Yaitu engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari Akhir, serta engkau beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.' Orang itu berkata, 'Engkau benar. Terangkanlah kepadaku tentang ihsan!' Beliau bersabda, 'Yaitu Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.' Orang itu berkata lagi, 'Beritahukan kepadaku tentang waktu hari Kiamat!' Beliau menjawab, 'Orang yang ditanya tentangnya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.' Orang itu berkata, 'Kalau begitu, terangkan kepadaku tanda-tandanya!' Beliau menjawab, 'Yaitu ketika budak perempuan melahirkan tuannya, ketika engkau melihat orang-orang yang tak beralas kaki, tanpa mengenakan pakaian, sangat miskin, dan pekerjaannya menggembalakan kambing berlomba-lomba mendirikan bangunan yang megah.' Lantas orang itu pergi dan aku diam sekian lama. Kemudian beliau berkata, 'Wahai Umar, tahukah engkau siapakah yang bertanya itu?' Aku menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.' Beliau bersabda, 'Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.'" [HR. Muslim].
Beberapa pelajaran dari hadis:
1- Menyebutkan rukun Islam yang lima, yaitu:
- Syahadat lā ilāha illallāh muḥammad rasūlullāh,
- Mendirikan salat.
- Menunaikan zakat.
- Berpuasa Ramadan.
- Berhaji ke Baitulharam.
2 - Menyebutkan rukun iman yang enam, yaitu:
- Beriman kepada Allah,
- beriman kepada malaikat-malaikat-Nya,
- beriman kepada kitab-kitab-Nya,
- beriman kepada rasul-rasul-Nya,
- beriman kepada hari Akhir, dan
- beriman kepada takdir yang baik maupun buruk.
3- Menyebutkan rukun ihsan yang hanya memiliki satu rukun, yaitu: "Beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Kalaupun engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu."
4 - Tidak ada satu pun yang mengetahui waktu terjadinya hari Kiamat kecuali Allah Ta'ala.
Hadis Keempat: 4- Soal: Sempurnakanlah hadis: "Orang mukmin yang paling sempurna imannya . . ." Lalu sebutkan beberapa pelajarannya!
Jawab:
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya." [HR. Tirmizi. Beliau berkata, "Hadis ini hasan sahih."]
Pelajaran dari hadis:
1- Anjuran berakhlak mulia.
2- Kesempurnaan akhlak bagian dari kesempurnaan iman.
3- Iman dapat bertambah dan dapat pula berkurang.
Hadis Kelima: 5- Soal: Sempurnakan hadis: "Barang siapa bersumpah dengan nama selain Allah . . .” Lalu sebutkan beberapa pelajaran darinya!
Jawab:
Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwasanya Nabi ﷺ bersabda, "Barang siapa bersumpah atas nama selain Allah, maka ia telah kafir atau berbuat syirik." [HR. Tirmizi].
Beberapa pelajaran dari hadis:
1- Tidak boleh bersumpah kecuali dengan nama Allah Ta'ala.
2- Bersumpah dengan selain Allah Ta'ala termasuk syirik kecil.
Hadis Keenam: 6- Soal: Sempurnakan hadis: "Tidak sempurna iman salah seorang kalian sampai aku lebih ia cintai . . .” Lalu sebutkan beberapa pelajaran darinya!
Jawab:
Anas -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak sempurna iman salah seorang kalian sampai aku lebih ia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia" [HR. Bukhari dan Muslim].
Beberapa pelajaran dari hadis:
1- Kewajiban mencintai Nabi ﷺ lebih besar daripada kecintaan kepada seluruh manusia.
2- Mencintai Nabi ﷺ termasuk bagian dari kesempurnaan iman.
Hadis Ketujuh: 7- Soal: Sempurnakan hadis: "Tidaklah sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya . . .” Lalu sebutkan beberapa pelajaran darinya!
Jawab:
Anas -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya." [HR. Bukhari dan Muslim].
Beberapa pelajaran dari hadis:
1- Setiap mukmin wajib mencintai kebaikan untuk sesama kaum mukmin sebagaimana ia mencintai hal itu untuk dirinya sendiri.
2 - Mencintai kebaikan untuk sesama mukmin termasuk bagian dari kesempurnaan iman.
Hadis Kedelapan: 8- Soal: Sempurnakan hadis: "Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya . . .” Lalu sebutkan beberapa pelajaran darinya!
Jawab:
Abu Sa'īd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surah itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur`an." [HR. Bukhari].
Beberapa pelajaran dari hadis:
1- Keutamaan Surah Al-Ikhlāṣ.
2- Surah Al-Ikhlāṣ sebanding dengan sepertiga Al-Qur`an.
Hadis Kesembilan: 9- Soal: Sempurnakan hadis: "Ucapan 'lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh' (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah) . . .” Lalu sebutkan beberapa pelajaran darinya!
Jawab:
Abu Musa -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Ucapan 'lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhi' (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah) merupakan salah satu harta simpanan surga." [HR. Bukhari dan Muslim].
Beberapa pelajaran dari hadis:
1- Keutamaan ucapan ini (lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh), yaitu merupakan salah satu harta simpanan surga.
2- Seorang hamba harus melepaskan diri dari mengandalkan daya dan kekuatannya sendiri dan harus senantiasa bersandar kepada Allah Ta'ala semata.
Hadis Kesepuluh: 10- Soal: Sempurnakan hadis: "Ingatlah! Sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging . .. ” Lalu sebutkan beberapa pelajaran darinya!
Jawab:
An-Nu'mān bin Basyīr -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Ingatlah! Sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka seluruh jasad akan ikut baik. Sebaliknya, jika ia rusak, maka seluruh jasad akan ikut rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati (jantung)." [HR. Bukhari dan Muslim].
Beberapa pelajaran dari hadis:
1- Kebaikan hati akan berpengaruh pada kebaikan sisi lahir dan batin seseorang.
2- Motivasi untuk memperhatikan kebaikan hati, sebab kebaikan hati dapat berpengaruh pada kebaikan seseorang.
Hadis Kesebelas: 11- Soal: Sempurnakan hadis: "Barang siapa akhir ucapannya "lā ilāha illallāh" . . .” Lalu sebutkan beberapa pelajaran darinya!
Jawab:
Mu'āż -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa akhir ucapannya "lā ilāha illallāh", dia pasti akan masuk surga." [HR. Abu Daud].
Beberapa pelajaran dari hadis:
1- Keutamaan ucapan "lā ilāha illallāh", yaitu seorang hamba akan masuk surga dengan meyakini dan mengamalkan kalimat tersebut.
2- Keutamaan orang yang akhir perkataannya "lā ilāha illallāh" sebelum meninggal dunia.
Hadis Kedua Belas: 12 - Soal: Sempurnakan hadis: "Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat . . .” Lalu sebutkan beberapa pelajaran darinya!
Jawab:
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan orang yang keji (buruk akhlaknya), dan bukan pula orang yang jorok omongannya." [HR. Tirmizi].
Beberapa pelajaran dari hadis:
1- Larangan mengucapkan perkataan yang batil dan jorok.
2- Hal itu merupakan karakter lisan orang mukmin.
Hadis Ketiga Belas: 13- Soal: Sempurnakan hadis: "Di antara tanda baiknya keislaman seseorang . . .” Lalu sebutkan beberapa pelajaran darinya!
Jawab:
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tidak penting bagi dirinya." [HR. Tirmizi dan lainnya].
Beberapa pelajaran dari hadis:
1- Meninggalkan segala hal tidak penting yang berkaitan dengan perkara agama orang lain dan perkara dunianya.
2- Meninggalkan semua yang tidak bermanfaat termasuk bagian dari kesempurnaan keislaman seseorang.
Hadis Keempat Belas: 14- Soal: Sempurnakan hadis: "Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah . . .” Lalu sebutkan beberapa pelajaran darinya!
Jawab:
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lām mīm itu satu huruf, tetapi alif itu satu huruf, lām itu satu huruf, dan mīm itu satu huruf." [HR. Tirmizi].
Beberapa pelajaran dari hadis:
1- Keutamaan membaca Al-Qur`an.
2- Anda akan mendapatkan banyak kebaikan dari setiap huruf yang Anda baca.
*******
MATERI ADAB ISLAM27
Adab Terhadap Allah Ta'ala 1- Soal: Bagaimana seharusnya adab terhadap Allah Ta'ala?
Jawab:
1) Mengagungkan Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā-. Allah Ta'ala berfirman, "Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan." [QS. Az-Zumar: 67]
2) Beribadah hanya kepada Allah yang tiada sekutu bagi-Nya. Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- berfirman, "Mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama." [QS. Al-Bayyinah: 5]
3) Taat kepada Allah. Allah Ta'ala berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah." [QS. Muḥammad: 33]
4) Meninggalkan kemaksiatan kepada Allah. Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- berfirman, "Siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan." [QS. An-Nisā`: 14]
5) Bersyukur dan memuji Allah ﷻ atas karunia dan nikmat-Nya yang tidak terhitung jumlahnya. Allah Ta'ala berfirman, "Syukurilah nikmat Allah jika kalian hanya menyembah kepada-Nya." [QS. An-Naḥl: 114]
6) Bersabar atas ketetapan Allah. Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- berfirman, "Bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." [QS. Al-Anfāl: 46]
Adab Terhadap Rasulullah ﷺ 2- Soal: Bagaimana seharusnya adab terhadap Rasulullah ﷺ?
Jawab:
1) Mengikuti dan meneladannya. Allah Ta'ala berfirman, "Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." [QS. Al-Aḥzāb: 21]
2) Menaatinya.
3) Tidak bermaksiat kepadanya. Allah Ta'ala berfirman, "Siapa yang menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Sebaliknya, siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka." [QS. An-Nisā`: 80]
4) Membenarkan semua yang beliau beritakan. Allah Ta'ala berfirman, "Tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur`an) menurut keinginannya. Tidak lain ia adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)." [QS. An-Najm: 3-4]
5) Tidak membuat perkara baru (terkait agama) di luar ajaran beliau. Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang membuat perkara baru dalam agama kami ini yang bukan berasal darinya, maka amalan tersebut tertolak." (HR. Bukhari-Muslim)
6) Mencintai beliau melebihi kecintaan kepada diri sendiri dan seluruh manusia. Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga menjadikan aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia" (HR. Bukhari-Muslim)
7) Mengagungkan beliau serta membela beliau dan Sunnah beliau. Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- berfirman, "Hendaklah kalian semua beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkannya, dan memuliakannya." [QS. Al-Fatḥ: 9]
Adab Terhadap Kedua Orang Tua 3- Soal: Bagaimana beradab yang baik kepada kedua orang tua?
Jawab:
1) Taat kepada kedua orang tua pada selain kemaksiatan.
2) Melayani kedua orang tua.
3) Membantu kedua orang tua.
4) Memenuhi kebutuhan hidup kedua orang tua.
5) Mendoakan kedua orang tua.
6) Menjaga tutur kata bersama mereka; tidak diperkenankan mengucapkan "ah" meskipun ia adalah ucapan ketidaksukaan yang paling ringan.
7) Selalu tersenyum di hadapan kedua orang tua dan tidak menampakkan wajah cemberut.
8) Tidak mengangkat suara melebihi suara orang tua, senantiasa mendengarkan nasihatnya, tidak memotong pembicaraannya, serta tidak memanggil namanya, namun selalu memanggilnya dengan panggilan "Abī" (Ayahku) dan "Ummī" (Ibuku).
9) Selalu meminta izin terlebih dahulu sebelum masuk ke kamar ayah dan ibu saat mereka berdua berada di dalamnya.
10) Mencium tangan dan kening kedua orang tua.
• AllahTa'ala berfirman, "Tuhanmu telah memerintahkan agar kalian jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.'" [QS. Al-Isrā`: 23-24]
• Diriwayatkan dalam hadis bahwa seseorang datang kepada Nabi ﷺ untuk meminta izin ikut berjihad, maka beliau bertanya, "Apakah kamu masih memiliki kedua orang tua?" Dia menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Berjihadlah pada keduanya." (HR. Tirmizi)
Adab Menyambung Silaturahmi 4- Soal: Bagaimana saya dapat menyambung silaturahmi?
Jawab:
1) Mengunjungi kerabat, seperti saudara laki-laki dan perempuan, paman dan bibi dari ayah dan ibu, dan seluruh kerabat lainnya.
2) Berbuat baik kepada kerabat, baik dengan tutur kata yang lembut, perangai yang mulia, maupun dengan membantu mereka.
3) Menghubungi mereka dan selalu menanyakan keadaan mereka.
• AllahTa'ala berfirman, "Apakah sekiranya kalian berkuasa, kalian malah akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?" [QS. Muḥammad: 22]
• Sedangkan dalam hadis: "Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi." (HR. Muslim)
Adab Persaudaraan Karena Allah Ta'ala 5- Soal: Bagaimana saya dapat bergaul dengan baik bersama para saudara dan teman-temanku?
Jawab:
1) Saya mencintai serta bergaul dengan orang-orang yang baik.
2) Saya menjauhi dan meninggalkan kawan-kawan yang buruk (jahat). Disebutkan dalam hadis: "Janganlah engkau berteman kecuali dengan orang beriman dan janganlah ada yang memakan makananmu selain orang yang bertakwa!" (HR. Tirmizi dan Abu Daud)
3) Saya selalu mengucapkan salam kepada teman-teman saya dan menyalami mereka. Disebutkan dalam hadis: "Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabatan tangan, kecuali akan diampuni dosa mereka berdua sebelum keduanya berpisah." (HR. Abu Daud dan Tirmizi)
4) Saya menjenguk mereka di kala sakit serta mendoakan mereka agar diberi kesembuhan.
5) Saya mendoakan mereka di saat bersin.
6) Saya menghadiri undangannya bila dia mengundang saya untuk berkunjung. Disebutkan dalam hadis: "Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, menghadiri undangan, dan mendoakan orang yang bersin." (HR. Bukhari-Muslim)
7) Saya memberinya nasihat. Disebutkan dalam hadis: "Siapa yang memberikan saudaranya suatu arahan padahal dia mengetahui kebaikan ada pada yang lainnya, maka dia telah mengkhianatinya." (HR. Abu Daud)
8) Saya membelanya bila ia dizalimi, serta mencegahnya dari perbuatan zalim (kepada orang lain). Rasulullah ﷺ bersabda, "Tolonglah saudaramu ketika dia berbuat zalim atau dizalimi." Lantas seorang laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah, aku akan menolongnya jika ia dizalimi. Namun, bagaimana pendapat Anda jika ia adalah pelaku kezaliman, bagaimanakah caraku menolongnya?" Beliau menjawab, "Hendaklah engkau menghalanginya -atau: mencegahnya- dari kezaliman itu. Demikianlah cara menolongnya." (HR. Bukhari)
9) Saya mencintai bagi saudara sesama muslim apa yang saya cintai untuk diri sendiri. Disebutkan dalam hadis, bahwa Anas -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Nabi ﷺ bersabda, "Tidak sempurna iman salah seorang kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya." (HR. Bukhari-Muslim)
10) Saya membantunya bila ia membutuhkan bantuan saya. Disebutkan dalam hadis: "Allah akan senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya." (HR. Muslim)
11) Saya tidak menyakitinya dengan ucapan maupun perbuatan. Disebutkan dalam hadis: "Seorang muslim itu adalah orang yang kaum muslimin selamat dari (keburukan) lisan dan tangannya." (HR. Bukhari-Muslim)
12) Saya menjaga rahasianya. Disebutkan dalam hadis: "Apabila seseorang menyampaikan suatu perkataan lalu ia menoleh, maka perkataan itu adalah amanah." (HR. Tirmizi dan Abu Daud)
13) Saya tidak mencelanya, menggibahnya, merendahkannya, atau mendengkinya, serta tidak memata-matai dan menipunya.
Disebutkan dalam hadis: "Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya, tidak meninggalkannya, dan tidak merendahkannya. Cukuplah seseorang itu berbuat buruk kala ia menghina saudaranya seislam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Adab Bertetangga 6- Soal: Apa saja adab yang baik dalam bertetangga?
Jawab:
1) Selalu berbuat baik kepada tetangga dengan ucapan maupun perbuatan, serta senantiasa membantunya bila ia membutuhkan bantuan.
2) Mengucapkan selamat untuknya bila ia sedang merayakan kebahagiaan di waktu id (hari raya), pernikahan, atau momentum yang lain.
3) Menjenguknya di kala ia sakit serta mengucapkan bela sungkawa di saat ia ditimpa musibah.
4) Menyuguhinya makanan yang dibuat sendiri sebisa mungkin.
5) Tidak menyakitinya, baik dengan ucapan maupun perbuatan.
6- Saya tidak mengganggunya dengan suara yang tinggi dan tidak pula memata-matainya serta selalu bersabar dalam bergaul dengannya.
- Allah Ta'ala berfirman, "Sembahlah Allah, janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri." [QS. An-Nisā`: 36]
- Rasulullah ﷺ bersabda, "Wahai Abu Żarr, apabila kamu memasak lauk berkuah, maka perbanyaklah kuahnya, lalu berikanlah kepada tetanggamu." (HR. Muslim)
Diriwayatkan di dalam hadis Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Adab Bertamu 7- Soal: Apa saja adab dalam bertamu dan melayani tamu?
Jawab:
1) Memenuhi undangan orang yang mengajak untuk bertamu.
2) Bila ingin mengunjungi seseorang, hendaknya meminta izin terlebih dahulu dan menanyakan waktunya yang tepat.
3) Meminta izin terlebih dahulu sebelum masuk.
4) Tidak terlambat ketika berkunjung.
5) Menundukkan pandangan terhadap penghuni rumah.
6) Menyambut tamu dan menerimanya sebaik mungkin dengan wajah yang ceria dan ungkapan penyambutan yang paling bagus.
7) Mempersilakan tamu untuk duduk di tempat yang paling nyaman.
8) Memuliakan tamu dengan jamuan makanan dan minuman.
- Allah Ta'ala berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumah kalian sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kalian (selalu) ingat." [QS. An-Nūr: 27]
Disebutkan dalam hadis: "Sungguh, meminta izin itu disyariatkan hanyalah untuk menjaga pandangan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Juga sabda beliau ﷺ, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Adab Ketika Ditimpa Penyakit 8- Soal: Sebutkan adab-adab ketika sakit dan menjenguk orang sakit!
Jawab:
1) Saat merasakan sakit, saya meletakkan tangan kanan di atas bagian yang sakit sembari membaca doa: "Bismillāh" sebanyak tiga kali. Lalu membaca doa berikut sebanyak 7 kali:
"A'ūżu bi 'izzatillāhi wa qudratihi min syarri mā ajidu wa uḥāżir" Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari kejelekan yang aku dapatkan dan aku waspadai."
2) Selalu rida dengan seluruh ketentuan Allah dan sabar dalam menghadapinya. Disebutkan dalam hadis Ummul-'Alā` -raḍiyallāhu 'anhā-, ia mengisahkan: Rasulullah ﷺ menjengukku saat sakit, lalu beliau bersabda, "Terimalah kabar gembira, wahai Ummul-'Alā`! Sesungguhnya Allah akan menggugurkan kesalahan seorang muslim dengan sakit yang menimpanya sebagaimana api menghilangkan kotoran emas dan perak." (HR. Abu Daud)
3) Bersegera menjenguk saudara yang sakit, mendoakannya, serta tidak berlama-lama duduk bersamanya.
4) Membacakan ruqyah kepadanya meskipun ia tidak memintanya.
5) Mewasiatkan padanya untuk selalu bersabar, berdoa, menjaga salat, dan bersuci sesuai kemampuannya.
6) Membaca doa khusus untuk orang yang sakit: "As`alullāhal-'aẓīma rabbal-'arsyil-'aẓīmi an yasyfiyaka"
Artinya: "Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan pemilik Arasy yang besar, agar memberikan kesembuhan kepadamu." Doa ini dibaca sebanyak tujuh kali.
Adab Menuntut Ilmu 9- Soal: Sebutkan adab-adab menuntut ilmu!
Jawab:
1- Mengikhlaskan niat karena Allah ﷻ. Disebutkan dalam hadis: "Siapa yang menuntut ilmu dengan tujuan menandingi para ulama, mendebat orang-orang bodoh, dan mengalihkan wajah manusia pada dirinya, niscaya Allah akan memasukkannya ke neraka Jahanam." (HR. Ibnu Majah)
2) Saya mengamalkan ilmu yang telah saya pelajari. Disebutkan dalam hadis: "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari Kiamat kelak hingga ditanya tentang empat perkara. -Beliau menyebutkan di antaranya-: Tentang ilmunya, apa yang telah ia amalkan?" (HR. Tirmizi dan ad-Dārimiy)
3) Saya selalu menghormati guru dan memuliakannya, baik di hadapannya ataupun di belakangnya.
4) Saya duduk di hadapannya dengan sopan.
5) Saya mendengarkannya dengan baik dan tidak memotongnya saat dia menyampaikan pelajaran.
6) Saya selalu menjaga etika saat mengajukan pertanyaan.
7) Saya tidak memanggil guru dengan menyebut namanya.
Disebutkan dalam hadis: "Sesungguhnya di antara bentuk mengagungkan Allah Ta'ala ialah menghormati orang muslim yang tua dan pembawa Al-Qur`an." (HR. Abu Daud)
Adab Bermajelis Soal 10: Apa saja adab dalam bermajelis?
Jawab:
1) Saya mengucapkan salam kepada orang yang hadir di majelis.
2) Saya duduk di tempat yang masih kosong (barisan terakhir), tidak menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya, dan tidak pula masuk duduk di antara dua orang kecuali dengan izin keduanya.
3) Saya melapangkan tempat duduk agar orang lain dapat ikut duduk.
4) Saya tidak memotong pembicaraan dalam majelis.
5) Saya meminta izin terlebih dahulu sebelum beranjak meninggalkan majelis serta mengucapkan salam.
Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan dari Nabi ﷺ: "Nabi ﷺ melarang seseorang dibangunkan dari tempat duduknya lalu orang lain yang duduk di sana. Akan tetapi lapangkanlah dan luaskanlah." (HR. Bukhari)
Disebutkan dalam hadis: "Apabila salah seorang kalian sampai di satu majelis, hendaklah ia mengucapkan salam. Lalu apabila ia hendak bangun (meninggalkan majelis), hendaklah ia juga mengucapkan salam, karena tidaklah (salam) yang pertama lebih pantas (diucapkan) daripada yang terakhir." (HR. Tirmizi dan Abu Daud)
6) Ketika majelis sudah berakhir, membaca doa kaffāratul-majlis, yaitu: "Subḥānakallāhumma wa bi ḥamdika asyhadu an lā ilāha illā anta astagfiruka wa atūbu ilaika."
(Artinya: Mahasuci Engkau, Ya Allah, dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang hak selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu).
Adab Ketika Hendak Tidur Soal 11: Sebutkan adab-adab tidur!
Jawab:
1) Saya tidur lebih awal. Hal ini berdasarkan hadis: Abu Barzah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, bahwa Rasulullah ﷺ membenci tidur sebelum Isya serta berbincang-bincang setelahnya. (HR. Bukhari)
2) Saya tidur dalam keadaan sudah berwudu.
3) Saya tidak tidur dengan posisi tengkurap.
4) Saya tidur di atas sisi kanan badan dan meletakkan tangan kanan di bawah pipi sebelah kanan.
5) Saya mengibaskan tempat tidur sebelum berbaring.
- Disebutkan dalam hadis: Al-Barā` bin 'Āzib -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Nabi ﷺ bersabda, "Apabila engkau hendak beranjak ke tempat tidur, maka berwudulah seperti wudumu untuk salat. Kemudian berbaringlah di atas sisi kanan tubuhmu." (HR. Bukhari)
- Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- menuturkan: Rasulullah ﷺ melihat seseorang tidur tengkurap di atas perutnya, maka beliau bersabda, "Ini adalah cara tidur yang tidak disukai oleh Allah." (HR. Tirmizi dan Ahmad)
- Nabi ﷺ juga bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian hendak berbaring di tempat tidurnya, hendaklah ia mengibaskan tempat tidurnya dengan ujung bagian dalam sarungnya, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya setelah ditinggalkannya." (HR. Bukhari)
6) Saya membaca zikir sebelum tidur.
Di antaranya: Ayat Kursi, Surah Al-Ikhlāṣ, dan Al-Mu'awwiżatain (Surah Al-Falaq dan Surah An-Nās) sebanyak tiga kali. Lalu membaca doa: "Bismika allāhumma amūtu wa aḥyā" (Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup).
7) Saya bangun untuk menunaikan salat Subuh.
8) Saya membaca doa setelah bangun tidur: "Alḥamdulillāhillażī aḥyānā ba'da mā amātanā wa ilaihin nusyūr"
(Segala puji bagi Allah yang menghidupkanku dan mematikanku dan hanya kepada-Nyalah kita dikembalikan).
Adab Ketika Makan Soal 11: Apa saja adab ketika makan?
1) Saya meniatkan makan dan minum untuk mendapatkan kekuatan dalam menjalankan ketaatan kepada Allah ﷻ.
2) Mencuci tangan sebelum makan.
Hal ini berdasarkan hadis riwayat Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, "Dahulu, Rasulullah ﷺ ketika akan makan dan minum, beliau terlebih dahulu mencuci tangan, baru kemudian makan dan minum." (HR. Ahmad)
3) Saya membaca doa "Bismillāh", lalu makan dengan tangan kanan, mengambil makanan yang terdekat, serta tidak mengambil makanan dari tengah nampan atau dari arah depan orang lain.
Hal ini berdasarkan hadis: “Nak, bacalah bismillāh, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu!” (HR. Bukhari dan Muslim)
4) Bila saya lupa membaca basmalah, maka saya segera membaca doa:
"Bismillāhi awwalahu wa ākhirahu"
Artinya: "Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya."
Hal ini berdasarkan hadis riwayat Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah Ta'ala. Jika ia lupa menyebut nama Allah Ta'ala di awal, maka hendaklah ia mengucapkan, 'Bismillāhi awwalahu wa ākhirahu' (dengan nama Allah di awal dan di akhirnya)." (HR. Tirmizi dan Ahmad)
5) Saya menerima makanan yang disuguhkan dan tidak mencelanya. Bila saya menyukainya maka saya memakannya, sebaliknya, bila saya tidak menyukainya, maka saya membiarkannya.
- Hal ini berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, "Nabi ﷺ sama sekali tidak pernah mencela makanan. Jika beliau tertarik, beliau menyantapnya. Namun, jika tidak, maka beliau membiarkannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
6) Saya makan beberapa suap dan tidak makan terlalu banyak.
- Disebutkan dalam hadis: "Tidaklah manusia memenuhi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika memang harus melebihi itu, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya." (HR. Tirmizi dan Ibnu Majah)
7) Saya tiidak meniup makanan atau minuman yang panas. Namun, makanan atau minuman tersebut saya biarkan hingga dingin.
- Disebutkan dalam hadis: "Rasulullah ﷺ telah melarang meniup makanan dan minuman." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
8) Saya berkumpul bersama keluarga atau tamu ketika menyantap makanan.
Hal ini disebutkan dalam hadis tentang seorang laki-laki yang bertanya kepada Nabi ﷺ, "Kami makan, tetapi tidak bisa kenyang." Beliau bersabda, "Barangkali kalian makan sendiri-sendiri. Berkumpullah pada makanan kalian dan sebutlah nama Allah, niscaya Allah akan memberi kalian keberkahan pada makanan tersebut." (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)
9) Saya tidak mulai mengambil makanan sebelum yang lebih tua mengambilnya.
10) Saya membaca basmalah ketika hendak minum, minum dalam keadaan duduk, dan dengan tiga kali tegukan, serta tidak bernapas di dalam bejana.
- Hal ini berdasarkan hadis: "Jika salah seorang kalian minum, janganlah ia bernapas dalam wadah minuman." (HR. Bukhari dan Muslim)
- Juga berdasarkan hadis Anas -raḍiyallāhu 'anhu-: "Nabi ﷺ melarang keras minum sambil berdiri." (HR. Muslim)
Demikian pula hadis: "Rasulullah ﷺ biasa bernapas tiga kali di luar minuman." (HR. Muslim)
11) Saya memuji Allah setelah selesai makan atau minum.
- Disebutkan dalam hadis: "Sesungguhnya Allah rida kepada seorang hamba ketika dia menyantap makanan lalu dia memuji Allah atas makanan itu, atau minum lalu dia memuji Allah atas minuman itu." (HR. Muslim)
Adab Berpakaian Soal 13: Sebutkan adab-adab berpakaian!
Jawab:
1) Saya memakai pakaian mulai dari sebelah kanan, serta memuji Allah atas nikmat itu.
Hal ini berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila kalian memakai pakaian atau berwudu, maka mulailah dengan anggota badan bagian kanan!" (HR. Abu Daud dan Ahmad)
2- Saya tidak menjulurkan pakaian ke bawah mata kaki.
- Disebutkan dalam hadis: "Pakaian yang menutupi bawah kedua mata kaki, maka (pemiliknya) akan disiksa di neraka." (HR. Bukhari). Dua mata kaki ialah dua tulang yang menonjol di kedua sisi kaki.
3) Anak laki-laki tidak boleh memakai pakaian perempuan, begitu juga anak perempuan tidak boleh memakai pakaian anak laki-laki.
- Disebutkan dalam hadis: "Rasulullah ﷺ melaknat laki-laki yang berpakaian layaknya cara berpakaian perempuan dan perempuan yang berpakaian layaknya cara berpakaian laki-laki." (HR. Abu Daud dan Ahmad)
4) Tidak meniru pakaian orang kafir atau fasik.
- Hal ini berdasarkan hadis: "Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari mereka." (HR. Abu Daud)
5) Membaca bismillah ketika melepaskan pakaian.
- Disebutkan dalam hadis: "Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia saat seseorang di antara kalian menanggalkan pakaiannya ialah ia membaca: bismillāh." (HR. Ṭabarāniy dan Ibnu Abī Syaibah)
6) Mendahulukan kaki kanan ketika memakai sandal dan mendahulukan kaki kiri ketika melepasnya.
Hal ini berdasarkan hadis riwayat Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-: "Nabi ﷺ senang memulai dari kanan dalam mengenakan sandal, bersisir, bersuci, dan dalam segala urusannya." (HR. Bukhari)
Adab Naik Kendaraan Soal 14: Sebutkan adab-adab naik kendaraan!
Jawab:
1) Saya membaca:
Bismillāh. Alḥamdulillāh. "Subḥānalllażī sakh-khara lanā hāżā wa mā kunnā lahū muqrinīna. Wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn."
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah dan segala puji milik Allah. Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami." [QS. Az-Zukhruf: 13-14]
2) Ketika melewati seorang muslim, saya mengucapkan salam kepadanya.
Adab di Jalan Soal 15: Sebutkan adab-adab di jalan!
Jawab:
1) Saya berjalan dengan lurus dan tawaduk (rendah hati). Allah Ta'ala berfirman, "Janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung." [QS. Al-Isrā`: 37]
2) Saya memberi salam kepada orang yang saya jumpai.
Seseorang bertanya kepada Nabi ﷺ, "Amalan apa yang terbaik dalam Islam?" Beliau menjawab, "Yaitu engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal ataupun yang tidak engkau kenal." (HR. Bukhari dan Muslim)
3) Saya menundukkan pandangan dan tidak menyakiti siapa pun.
4) Saya mengajak kepada kebaikan dan melarang keburukan. Diriwayatkan di dalam hadis Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Berikanlah hak-hak jalan!" Para sahabat bertanya, "Apa hak jalan itu?" Beliau bersabda, "Menundukkan pandangan, tidak mengganggu, menjawab salam, serta mengajak kepada yang baik dan melarang dari yang buruk." (HR. Bukhari dan Muslim)
5) Saya menyingkirkan gangguan dari jalan.
- Disebutkan dalam hadis: "Menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Adab Masuk dan Keluar Rumah Soal 16: Sebutkan adab masuk dan keluar rumah!
Jawab:
1) Saya keluar dengan mendahulukan kaki kiri sembari membaca doa: "Bismillāhi tawakkaltu 'alallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh. Allāhumma innī a'ūżu bika an aḍilla aw uḍalla, aw azilla aw uzalla, aw aẓlima aw uẓlama, aw ajhala aw yujhala 'alayya."
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah. Aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar tidak tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, berbuat zalim atau dizalimi, dan berbuat yang jahil atau dijahili."
2) Saya masuk rumah dengan mendahulukan kaki kanan sembari membaca doa: "Bismillāhi walajnā wa bismillāhi kharajnā wa 'alā rabbinā tawakkalnā
(Dengan menyebut nama Allah kami masuk ke rumah, dengan menyebut nama Allah kami keluar darinya, dan kepada Tuhan kami, kami bertawakal."
3) Saya masuk rumah diawali dengan bersiwak, lalu mengucapkan salam kepada penghuni rumah.
- Disebutkan dalam hadis: "Ketika masuk rumah, Rasulullah ﷺ biasa memulai dengan bersiwak." (HR. Ibnu Majah)
Adab Buang Hajat Soal 17: Sebutkan adab-adab buang hajat!
Jawab:
1) Saya masuk dengan mendahulukan kaki kiri.
2) Sebelum masuk toilet, saya membaca doa: "Allāhumma innī a'użubika minal-khubuṡi wal-khabā`iṡ."
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan perempuan).
3) Saya tidak masuk dengan membawa sesuatu yang mengandung penyebutan nama Allah.
Anas -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: "Dahulu Nabi ﷺ, apabila masuk ke tempat buang hajat, beliau meletakkan cincinnya." (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)
4) Saya menutupi diri dari pandangan manusia ketika hendak buang hajat.
- Disebutkan dalam hadis: "Rasulullah ﷺ senang menjadikan gundukan tanah atau kebun kurma untuk menutupi dirinya saat buang hajat." (HR. Muslim)
5) Tidak berbicara di dalam tempat buang hajat.
6) Saya tidak menghadap maupun membelakangi kiblat saat kencing atau buang air besar.
- Hal itu berdasarkan sabda Nabi ﷺ: "Janganlah kalian menghadap kiblat maupun membelakanginya saat buang air besar maupun kencing, tetapi menghadaplah ke arah timur atau barat." (HR. Bukhari dan Muslim)
7) Saya menggunakan tangan kiri untuk menghilangkan najis, dan tidak menggunakan tangan kanan.
- Hal ini berdasarkan hadis: "Sungguh, beliau melarang kami ... melakukan istinja menggunakan tangan kanan." (HR. Muslim)
8) Saya tidak melakukan buang hajat di jalan atau tempat berteduh orang.
Hal ini berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Hindarilah dua hal penyebab laknat!" Para sahabat bertanya, "Apa dua penyebab laknat itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Seseorang yang buang hajat di jalan atau tempat berteduh orang." (HR. Muslim)
9) Saya mencuci tangan setelah buang hajat. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Jarīr bin Abdillah -raḍiyallāhu 'anhu-: Aku pernah bersama Nabi ﷺ, lalu beliau pergi ke tempat buang hajat untuk buang hajat, kemudian beliau berkata, "Wahai Jarīr, bawakan saya alat bersuci." Lalu saya membawakan air untuk beliau dan beliau beristinja dengan air itu. Setelahnya, beliau menggosokkan tangan di tanah." (HR. Nasai)
10) Saya keluar dengan mendahulukan kaki kiri sembari membaca doa: "Gufrānaka" (Aku memohon ampun kepada-Mu).
Adab Terkait Masjid Soal 18: Sebutkan adab-adab masjid!
Jawab:
1) Saya masuk masjid dengan mendahulukan kaki kanan sembari membaca doa: "Bismillāhi allāhummaftaḥ lī abwāba raḥmatika"
(Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, bukakanlah pintu rahmat-Mu untukku).
2) Saya tidak duduk sebelum mengerjakan salat sunah dua rakaat (tahiyat masjid).
- Hal ini berdasarkan hadis: "Bila salah seorang kalian masuk masjid, maka janganlah dia duduk kecuali setelah mengerjakan salat dua rakaat." (HR. Bukhari dan Muslim)
3) Saya tidak melintas di depan orang yang sedang salat, serta tidak mengumumkan barang hilang atau melakukan jual beli di dalam masjid. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sekiranya orang yang melintas di depan orang salat mengetahui apa akibat yang akan ia tanggung, niscaya ia berdiri menunggu selama empat puluh lebih baik baginya daripada melintas di depan orang yang sedang salat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Juga berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ: "Siapa yang mendengar seseorang mengumumkan barang hilang di masjid, hendaklah dia mengucapkan, 'Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu', karena masjid tidak dibangun untuk hal seperti itu." (HR. Muslim)
Demikian pula disebutkan dalam hadis: "Apabila kalian melihat orang berjualan atau berbelanja di masjid, maka katakanlah, 'Semoga Allah tidak memberi keuntungan pada perniagaanmu.'" (HR. Tirmizi dan ad-Dārimiy)
4) Saya menjaga kebersihan masjid.
Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan: "Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk membangun masjid di kampung-kampung, serta agar dibersihkan dan diberikan wewangian." (HR. Tirmizi, Abu Daud, dan Ahmad)
4) Saya keluar dari masjid dengan mendahulukan kaki kiri sembari membaca doa: "Allāhumma innī as`aluka min faḍlika"
(Ya Allah, aku meminta karunia-Mu).
Adab Mengucapkan Salam Soal 19: Sebutkan adab-adab salam!
Jawab:
1) Ketika bertemu dengan seorang muslim, saya mengawali dengan mengucapkan salam, yaitu dengan ucapan: "Assalāmu 'alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuhu". Tidak boleh diawali dengan ungkapan selain salam dan saya tidak pula hanya memberi isyarat dengan tangan saja.
2) Memberi senyum di hadapan orang yang disalami. Disebutkan dalam hadis: "Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun, walaupun hanya bertemu saudaramu dengan wajah berseri-seri!" (HR. Muslim)
3) Saya menjabat tangannya menggunakan tangan kanan.
4) Ketika seseorang mengucapkan salam, saya membalas salamnya dengan ungkapan salam yang lebih sempurna atau minimal dengan yang semisalnya.
Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala, "Apabila kamu diberi salam dengan suatu salam, maka balaslah dengan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang sepadan. Sungguh, Allah Maha Menghitung segala sesuatu." [QS. An-Nisā`: 86]
5) Saya tidak mengucapkan salam terlebih dahulu kepada orang kafir, namun bila ia memberi salam, maka saya hanya menjawab dengan: "Wa'alaikum".
- Hal ini berdasarkan hadis: "Janganlah kalian memulai salam kepada orang Yahudi dan Nasrani." (HR. Muslim)
6) Anak kecil memberi salam kepada yang tua, yang berkendara memberi salam kepada yang berjalan kaki, yang berjalan kaki memberi salam kepada yang duduk, dan yang berjumlah sedikit memberi salam kepada yang banyak. Rasulullah ﷺ bersabda, "Hendaklah yang berkendara mengucapkan salam kepada yang berjalan kaki, yang berjalan kaki mengucapkan salam kepada yang duduk, dan yang berjumlah sedikit mengucapkan salam kepada yang berjumlah banyak." (HR. Bukhari dan Muslim)
7) Tidak menjabat tangan perempuan yang bukan mahram.
Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- berkata, "Tidak, demi Allah. Tangan Rasulullah ﷺ tidak pernah menyentuh tangan seorang perempuan pun." (HR. Bukhari dan Muslim)
Adab Meminta Izin Soal 20: Sebutkan adab-adab meminta izin!
Jawab:
1) Saya meminta izin sebelum masuk ke sebuah tempat.
2) Saya meminta izin sebanyak tiga kali, tidak lebih dari itu. Jika setelah itu tetap tidak ada yang menjawab, saya segera balik.
Disebutkan dalam hadis: "Jika salah seorang kalian telah meminta izin tiga kali namun tetap tidak diizinkan, maka hendaklah dia balik." (HR. Bukhari dan Muslim)
3) Saya mengetuk pintu dengan lembut dan tidak berdiri tepat depan pintu, namun di sebelah kanan atau kiri pintu. Hal ini berdasarkan hadis: "Apabila Rasulullah ﷺ datang ke pintu sebagian orang, beliau tidak menghadap ke pintu tepat di hadapannya, tetapi beliau berdiri di sisi kanan atau kiri, seraya mengucapkan, 'As-Salāmu 'alaikum, as-salāmu 'alaikum.'" (HR. Abu Daud)
4) Saya tidak masuk ke kamar ayah atau ibu, maupun kamar lainnya, sebelum meminta izin, terutama sebelum Subuh, waktu qailūlah (istirahat siang) di waktu Zuhur, dan setelah salat Isya.
Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala: "Wahai orang-orang beriman, hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki dan orang-orang yang belum balig di antara kamu meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum salat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian luarmu di tengah hari, dan setelah salat Isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak pula bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu, mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." [QS. An-Nūr: 58]
5) Saya boleh masuk ke tempat-tempat yang tidak ditinggali, seperti klinik atau toko, tanpa meminta izin.
Allah Ta'ala berfirman, "Tidak ada dosa atas kalian memasuki rumah yang tidak dihuni yang di dalamnya ada keperluan kalian. Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kalian sembunyikan." [QS. An-Nūr: 29]
Adab Menyayangi Hewan Soal 21: Sebutkan adab-adab menyayangi hewan!
Jawab:
1) Saya memberi makan dan minum kepada hewan.
Disebutkan dalam hadis: Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kita mendapatkan pahala dalam berbuat baik pada binatang?" Beliau menjawab, "Pada setiap makhluk hidup terdapat pahala." (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah ﷺ pernah melewati seekor unta yang punggungnya telah menempel ke perutnya (karena sangat kurus), lalu beliau bersabda, "Takutlah kepada Allah dalam (memperlakukan) hewan-hewan ini." (HR. Abu Daud)
2) Bersikap kasih sayang dan tidak membebaninya lebih dari kemampuannya.
Dalam hadis disebutkan: Rasulullah ﷺ bertanya, "Siapakah pemilik unta ini? Milik siapa unta ini?" Lantas seorang pemuda Ansar datang dan berkata, "Milikku, wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Tidakkah engkau takut kepada Allah dalam memperlakukan hewan yang Allah berikan kepadamu ini? Sungguh, ia telah mengadu kepadaku bahwa engkau membiarkannya kelaparan dan membebaninya lebih dari kemampuannya." (HR. Abu Daud dan Ahmad). Makna "membebaninya (tud`ibuhu)" adalah membuatnya kelelahan.
3) Saya tidak menyiksa dan menyakiti hewan dengan cara apa pun.
Dalam hadis riwayat Jābir -raḍiyallāhu 'anhu- disebutkan: Nabi ﷺ dilewati oleh keledai yang telah diberi tanda menggunakan besi panas di mukanya. Beliau bersabda, "Belumkah sampai kepada kalian bahwa aku telah melaknat orang yang memberi tanda hewan di mukanya -atau: memukulnya di muka? " Beliau melarang hal tersebut. (HR. Muslim dan Abu Daud, dan redaksi ini milik Abu Daud)
Adab Berolahraga Soal 22: Sebutkan adab-adab berolahraga!
Jawab:
1) Saya meniatkan berolahraga supaya kuat menjalankan ketaatan kepada Allah serta meraih rida-Nya.
2) Kami tidak bermain di waktu salat.
- Allah Ta'ala berfirman, "Maka celakalah orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya." [QS. Al-Mā'ūn: 4-5]
3) Anak laki-laki tidak melakukan aktivitas olahraga bersama anak perempuan.
4) Saya memakai pakaian olahraga yang menutup aurat.
5) Saya menjauhi olahraga yang diharamkan, semisal olahraga yang mengandung pukulan di wajah atau menampakkan aurat.
Disebutkan dalam hadis: "Apabila salah seorang kalian memukul saudaranya, hendaklah ia menghindari wajah." (HR. Muslim)
Adab Bercanda Soal 23: Sebutkan adab-adab bercanda!
Jawab:
1) Berkata jujur dalam bercanda, tidak berbohong.
Disebutkan dalam hadis: “Celakalah orang yang berbicara lalu berbohong untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi)
2) Canda harus bersih dari olokan, hinaan, menyakiti, dan menakut-nakuti.
Nabi ﷺ bersabda, "Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain." (HR. Abu Daud dan Ahmad)
3) Tidak berlebihan dalam bercanda.
Nabi ﷺ bersabda, "Janganlah banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati." (HR. Tirmizi dan Ibnu Majah)
Adab Ketika Bersin Soal 24: Sebutkan adab-adab bersin!
Jawab:
1) Menutup mulut dengan tangan, pakaian atau tisu ketika bersin.
2) Memuji Allah setelah bersin dengan mengucapkan doa: "Alḥamdulillāh".
3) Kemudian saudaranya atau kawannya menjawabnya dengan ungkapan: "Yarḥamukallāh" (Semoga Allah merahmatimu).
Bila saudaranya telah mendoakannya, hendaklah ia mengucapkan: "Yahdīkumullāhu wa yuṣlihu bālakum" (Semoga Allah membimbing dan memperbaiki keadaanmu).
Adab Ketika Menguap Soal 25: Apa saja adab-adab ketika menguap?
Jawab:
1) Berusaha menahan ketika ingin menguap.
Disebutkan dalam hadis: "Menguap itu berasal dari setan. Jika salah seorang dari kalian ingin menguap, hendaklah ia menahannya sebisa mungkin." (HR. Bukhari dan Muslim)
2) Tidak meninggikan suara dengan ucapan: "ah ah".
Disebutkan dalam hadis: "Janganlah ia mengatakan, 'Ah ah'. Jika salah seorang kalian membuka mulutnya, maka setan akan masuk." (HR. Ahmad)
3) Menutup mulut dengan tangan.
Disebutkan dalam hadis: "Jika salah seorang kalian menguap, hendaklah dia menahannya dengan meletakkan tangan pada mulutnya karena setan akan masuk." (HR. Muslim)
Adab Membaca Al-Qur`an Al-Karim Soal 27: Sebutkan adab-adab membaca Al-Qur`an!
Jawab:
1) Membaca Al-Qur`an dalam keadaan suci dengan berwudu terlebih dahulu.
2) Duduk dengan sopan dan menjaga wibawa.
3) Memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan di awal membaca Al-Qur`an.
Allah Ta'ala berfirman, "Apabila kamu hendak membaca Al-Qur`an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk." [QS. An-Naḥl: 98]
4) Menadaburi bacaan.
Allah Ta'ala berfirman, "Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur`an, ataukah hati mereka sudah terkunci?" [QS. Muḥammad: 24]
*******
Adab Berdoa Soal 26: Sebutkan adab-adab berdoa!
Jawab:
1) Mengawali doa dengan pujian kepada Allah.
2) Dilanjutkan dengan membaca selawat kepada Nabi ﷺ.
Diriwayatkan di dalam hadis, Nabi ﷺ bersabda, "Jika engkau telah selesai salat lalu duduk, maka pujilah Allah dengan pujian milik-Nya dan bacalah selawat kepadaku, kemudian berdoalah kepada Allah." (HR. Tirmizi)
3) Mengangkat kedua tangan saat berdoa.
Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Tuhan kalian -Tabāraka wa Ta'ālā- Maha Pemalu lagi Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya jika sudah mengangkat kedua tangannya kepada-Nya untuk mengembalikannya dalam keadaan kosong." (HR. Tirmizi dan Abu Daud)
4) Bertobat dan mengakui dosa.
Disebutkan dalam doa Nabi Musa -'alaihissalām-: "Musa berdoa, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, karena itu ampunilah aku.' Lalu Allah mengampuninya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [QS. Al-Qaṣaṣ: 16]
5) Terus-menerus berdoa dan mengulang-ulanginya.
6) Tidak terburu-buru ingin mendapatkan pengabulan.
7) Tidak berdoa meminta sesuatu yang mengandung dosa atau pemutusan silaturahmi.
Disebutkan dalam hadis: "Doa seorang hamba senantiasa akan dikabulkan selama dia tidak berdoa yang mengandung dosa atau pemutusan silaturahmi dan selama dia tidak terburu-buru." Ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah, seperti apa terburu-buru itu?" Beliau bersabda, "Dia mengatakan, 'Aku telah berdoa. Aku telah berdoa. Namun aku belum merasa Dia mengabulkannya untukku.' Lalu dia merasa putus asa dan berhenti berdoa." (HR. Bukhari dan Muslim)
8) Merendahkan suara dalam berdoa.
Allah Ta'ala berfirman, "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut." [QS. Al-A'rāf: 55]
9) Kehadiran hati saat berdoa.
Disebutkan dalam hadis: "Berdoalah kepada Allah dengan penuh yakin doamu akan dikabulkan. Ketahuilah, Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan alpa." (HR. Tirmizi)
10) Ikhlas kepada Allah Ta'ala serta berdoa kepada-Nya semata di saat sulit dan lapang.
Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah." [QS. Al-Jinn: 18]
11) Bertawasul kepada Allah di dalam doa dengan nama-nama Allah yang indah dan sifat-sifat-Nya.
Allah Ta'ala berfirman, "Hanya milik Allah al-asmā` al-husnā (nama-nama yang terbaik), maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu." [QS. Al-A'rāf: 180]
12) Menghadap kiblat. Disebutkan dalam hadis: "Beliau terus-menerus memanggil Tuhannya dengan mengangkat kedua tangannya dan menghadap kiblat hingga selendangnya jatuh dari kedua pundaknya." (HR. Muslim)
13) Menjaga makanan dan pakaian yang halal lagi baik. Disebutkan dalam hadis: Kemudian beliau menyebutkan, "Ada seorang laki-laki yang mengadakan perjalanan jauh dalam keadaan kusut dan berdebu, dia menengadahkan kedua tangannya ke langit (sembari berkata), 'Ya Rabb! ya Rabb!' sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia dikenyangkan dengan yang haram, lalu bagaimana bisa doanya dikabulkan?!” (HR. Muslim)
MATERI AKHLAK30
Soal 1: Apa keutamaan akhlak baik?
Jawab:
Nabi ﷺ bersabda, "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." [HR. Tirmizi dan Ahmad].
Soal 2: Kenapa kita diharuskan untuk berhias dengan akhlak Islami?
Jawab:
1) Karena akhlak Islam adalah sebab adanya cinta Allah Ta'ala.
Disebutkan dalam hadis: "Hamba Allah yang paling dicintai oleh Allah Ta'ala adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Hakim dan Ṭabarāniy)
2) Ia merupakan sebab meraih cinta manusia.
3) Ia merupakan amalan yang pahalanya paling berat pada timbangan amal.
Disebutkan dalam hadis: "Sesuatu (amalan) yang paling berat (pahalanya) pada timbangan hari Kiamat adalah akhlak baik." (HR. Abu Daud dan Tirmizi)
4) Pelipatgandaan pahala dan ganjaran dengan sebab akhlak baik.
Disebutkan dalam hadis: "Sungguh, seorang mukmin dapat meraih derajat orang yang salat sepanjang malam dan berpuasa sepanjang siang dengan akhlak baiknya." (HR. Ahmad)
5) Akhlak yang mulia merupakan tanda kesempurnaan iman.
- Disebutkan dalam hadis: "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Abu Daud dan Tirmizi)
Soal 3: Dari mana kita mengambil dalil tentang keutamaan akhlak?
Jawab:
- Dari Al-Qur`an Al-Karim. Allah Ta'ala berfirman, "Sungguh, Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus." [QS. Al-Isrā`: 9]
- Dari Sunnah Nabi. Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kesalehan akhlak." [HR. Ahmad].
Soal 4: Apa yang dimaksud dengan perangai ihsan (berbuat baik)? Seperti apa bentuknya?
Jawab:
Ihsan adalah selalu merasa diawasi oleh Allah, serta mencurahkan kebaikan dan perbuatan baik kepada seluruh makhluk.
Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik (ihsan) atas segala sesuatu." [HR. Muslim].
Di antara bentuk perbuatan Ihsan (berbuat baik) adalah:
- Ihsan dalam beribadah kepada Allah Ta'ala, yaitu dengan menjaga keikhlasan dalam beribadah kepada-Nya.
- Berbuat baik kepada orang tua dengan perkataan maupun perbuatan.
- Berbuat baik kepada sanak famili dan kerabat.
- Berbuat baik kepada tetangga.
- Berbuat baik kepada anak yatim dan orang miskin.
- Berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepadamu.
- Ihsan dalam berdebat.
- Bersikap baik dalam berucap.
- Berbuat baik kepada hewan.
Soal 5: Apa lawan dari perilaku ihsan?
Jawab:
Lawan dari perilaku ihsan adalah berbuat buruk. Di antara contohnya:
- Tidak ikhlas dalam beribadah kepada Allah Ta'ala.
- Durhaka kepada kedua orang tua.
- Memutus tali silaturahmi.
- Berakhlak buruk dalam bertetangga.
- Tidak berbuat baik kepada orang fakir dan miskin, serta berbagai sikap buruk lainnya dalam perkataan maupun perbuatan.
Soal 6: Apa saja jenis dan bentuk melaksanakan amanah?
Jawab:
1) Amanah dalam menjaga hak-hak Allah Ta'ala.
Di antara bentuknya adalah menjaga amanah dalam menunaikan ibadah, seperti: salat, zakat, puasa, haji dan ibadah lain yang telah Allah wajibkan kepada kita.
2) Amanah dalam menjaga hak-hak sesama makhluk, seperti:
- menjaga kehormatan orang lain
- menjaga harta mereka
- menjaga darah mereka
- menjaga rahasia mereka, dan semua yang diamanahkan oleh orang lain kepadamu.
Allah Ta'ala berfirman ketika menyebutkan sifat-sifat orang yang beruntung, "Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya." [QS. Al-Mu`minūn: 8]
Soal 7: Apa lawan dari sikap amanah?
Jawab:
Khianat, yaitu mengabaikan hak-hak Allah Ta'ala dan hak-hak manusia.
- Allah Ta'ālā berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu sedang kamu mengetahui." [QS. Al-Anfāl: 27]
- Nabi ﷺ bersabda, "Tanda orang munafik itu ada tiga", di antaranya beliau menyebutkan: "Ketika diberi amanah, ia berkhianat." [Muttafaq 'Alaih].
Soal 8: Apa yang dimaksud dengan perangai jujur?
Jawab:
Jujur ialah menyampaikan berita sesuai dengan fakta atau mengabarkan sesuatu sesuai dengan kondisinya.
Di antara bentuknya adalah:
- Jujur dalam berbicara dengan orang lain.
- Jujur dalam berjanji.
- Jujur di setiap perkataan dan perbuatan.
- Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur." [Muttafaq 'Alaih].
Soal 9: Apa lawan dari sikap jujur?
Jawab:
Berdusta, yaitu menyelisihi informasi yang sebenarnya. Di antara bentuknya: berdusta kepada manusia, tidak menepati janji, serta kesaksian palsu.
- Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan, dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang suka berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta." [Muttafaq 'Alaih].
Nabi ﷺ juga bersabda, "Tanda orang munafik itu ada tiga", di antaranya beliau menyebutkan: "Jika berkata, ia berdusta; dan jika berjanji, ia tidak menepati." [Muttafaq 'Alaih].
Soal 10: Sebutkan jenis-jenis sabar!
Jawab:
1) Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Ta'ala.
2- Sabar untuk meninggalkan maksiat.
3- Sabar dalam menerima ketentuan Allah yang tidak disukai, sembari tetap memuji Allah dalam setiap kondisi.
- Allah Ta'ala berfirman, "Allah mencintai orang-orang yang sabar." [QS. Āli 'Imrān: 146]
- Nabi ﷺ bersabda, "Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada diri seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur, itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar, itu pun baik baginya." [HR. Muslim].
Soal 11: Apa lawan dari sikap sabar?
Jawab:
Lawannya adalah tidak sabar dalam menjalankan ketaatan, tidak sabar ketika meninggalkan kemaksiatan, dan marah terhadap ketentuan Allah dengan perkataan ataupun perbuatan.
Di antara beberapa contohnya:
- Berharap mati.
Nabi ﷺ bersabda, "Janganlah sekali-kali kalian mengharapkan kematian lantaran satu keburukan yang menimpanya. Jika ia harus melakukannya, hendaklah ia mengucapkan, 'Ya Allah, panjangkanlah hidupku selama kehidupan lebih baik bagiku, dan wafatkanlah aku bila kematian itu lebih baik bagiku.'" (Muttafaq 'alaih)
- Memukul pipi.
- Merobek pakaian.
- Mengacak-acak rambut.
- Mendoakan keburukan terhadap diri sendiri.
Nabi ﷺ bersabda, "Tidak termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul pipi, merobek pakaian, dan berteriak dengan seruan jahiliah (saat terkena musibah)." (HR. Bukhari)
Nabi ﷺ juga bersabda, "Sesungguhnya besarnya balasan sesuai dengan besarnya ujian. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Siapa yang rida, maka baginya keridaan Allah. Sebaliknya, siapa yang marah, maka baginya kemurkaan Allah." [HR. Tirmizi dan Ibnu Majah].
Soal 12: Apa yang dimaksud dengan akhlak tolong-menolong?
Jawab:
Yaitu saling tolong-menolong antar sesama manusia di atas kebenaran dan kebaikan.
Di antara bentuk saling tolong-menolong:
- Tolong-menolong dalam mengembalikan hak.
- Tolong-menolong dalam mencegah orang yang berbuat zalim.
- Tolong-menolong dalam memenuhi hajat manusia dan orang miskin.
- Tolong-menolong di atas setiap kebaikan.
- Tidak Tolong-menolong di atas perbuatan dosa, menyakiti, dan kezaliman.
Allah Ta'ala berfirman, "Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya." [QS. Al-Mā`idah: 2]
Nabi ﷺ bersabda, "Permisalan seorang mukmin dengan mukmin yang lain itu seperti bangunan yang menguatkan satu sama lain." [Muttafaq 'Alaih].
Nabi ﷺ juga bersabda, "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti. Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya. Barang siapa yang menghilangkan satu kesusahan dari seorang muslim, maka Allah menghilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari Kiamat. Barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aibnya) pada hari Kiamat." [Muttafaq 'Alaih].
Soal 13: Apa saja jenis dari perangai malu?
Jawab:
1) Malu kepada Allah, yaitu dengan tidak berbuat maksiat kepada-Nya.
2) Malu kepada manusia, di antaranya: meninggalkan perkataan kotor dan jorok serta selalu menutup aurat.
Rasulullah ﷺ bersabda, "Iman itu ada tujuh puluhan cabang -atau- enam puluhan cabang. Yang paling utama adalah perkataan Lā ilāha illallāh dan yang paling ringan adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Sedangkan malu itu termasuk bagian dari iman." [HR. Muslim].
Soal 14: Sebutkan bentuk-bentuk perangai kasih sayang (rahmat)!
Jawab:
- Sayang kepada orang yang lebih tua serta memuliakan mereka.
- Sayang kepada orang yang lebih muda dan anak-anak. Disebutkan dalam hadis: "Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan orang yang tua di antara kita dan tidak menyayangi yang kecil." (HR. Ahmad)
- Sayang kepada orang fakir, miskin dan orang yang membutuhkan.
- Sayang kepada hewan, yaitu dengan memberikan makanan kepadanya dan tidak menyakitinya.
Di antranya adalah sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi ﷺ: "Orang-orang mukmin dalam hal saling menyayangi, mencintai, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)." [Muttafaq 'Alaih].
Rasulullah ﷺ juga bersabda, "Orang-orang yang penyayang niscaya akan disayangi pula oleh Ar-Rahmān (Allah). Maka sayangilah penduduk bumi, niscaya Tuhan yang di atas langit pun akan menyayangi kalian." [HR. Abu Daud dan Tirmizi].
Soal 15: Apa saja jenis perangai cinta?
Jawab:
- Mencintai Allah Ta'ala.
Allah Ta'ala berfirman, "Orang-orang yang beriman amat sangat mencintai Allah." [QS. Al-Baqarah: 165]
- Mencintai Rasulullah ﷺ.
Nabi ﷺ bersabda, "Demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya, salah seorang di antara kalian tidak akan (sempurna) imannya sampai aku lebih dia cintai dari pada anaknya, orang tuanya, bahkan seluruh manusia." [HR. Al-Bukhari].
- Mencintai orang-orang mukmin dan mencintai kebaikan untuk mereka sebagaimana Anda mencintai diri Anda sendiri.
Nabi ﷺ bersabda, "Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sehingga ia mencintai bagi saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri." [HR. Al-Bukhari].
Soal 16: Apa yang dimaksud dengan muka ceria?
Jawab:
Maksudnya adalah berwajah ceria disertai sikap senang, senyum, lembut, dan menampakkan kegembiraan ketika bertemu orang.
Lawan kata dari sifat ini adalah cemberut ketika bertatap muka dengan seseorang, yang menjadikan mereka menjauh.
Terdapat beberapa hadis tentang keutamaan menampakkan wajah ceria. Abu Żarr meriwayatkan: Nabi ﷺ bersabda kepadaku, "Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun, walaupun hanya ketika bertemu saudaramu dengan wajah berseri-seri!" [HR. Muslim].
Rasulullah ﷺ juga bersabda, "Senyumanmu di hadapan saudaramu itu menjadi nilai sedekah untukmu." [HR. Tirmizi].
Soal 17: Apa yang dimaksud dengan hasad?
Jawab:
Dengki atau hasad adalah mengharapkan hilangnya suatu nikmat dari orang lain atau membenci suatu nikmat ada pada orang lain.
- Allah Ta'ala berfirman, "... dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki." [QS. Al-Falaq: 6]
- Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah kalian saling benci, janganlah kalian saling hasad (mendengki), janganlah saling membelakangi (mendiamkan). Jadilah hamba Allah yang bersaudara." [HR. Bukhari dan Muslim].
Soal 18: Apa yang dimaksud dengan menghina?
Jawab:
Menghina adalah mengejek saudaramu sesama muslim serta merendahkannya. Perbuatan ini hukumnya tidak boleh.
Allah Ta'ala berfirman tentang larangan menghina seseorang, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Juga jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." [QS. Al-Ḥujurāt: 11]
Soal 19: Apa yang dimaksud dengan tawaduk (rendah hati)?
Jawab:
Tawaduk adalah ketika seseorang tidak memandang dirinya di atas orang lain, tidak memandang rendah orang lain, dan tidak menolak kebenaran.
- Allah Ta'ala berfirman, "Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati." [QS. Al-Furqān: 63] Maksudnya, mereka itu adalah orang-orang yang tawaduk.
- Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah seseorang tawaduk karena Allah kecuali akan dia diangkat oleh Allah." [HR. Muslim].
- Beliau ﷺ juga bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah memberikan wahyu kepadaku: 'Hendaklah kalian bersikap tawaduk (rendah hati)', sehingga tidak ada seorang pun yang membanggakan diri atas yang lain dan tidak ada yang menzalimi yang lain." [HR. Muslim].
Soal 20: Apa saja bentuk kesombongan yang diharamkan?
Jawab:
1) Menyombongkan diri terhadap kebenaran, yaitu menolak kebenaran dan tidak menerimanya.
2) Menyombongkan diri terhadap manusia, yaitu merendahkan dan menghina mereka.
Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sifat sombong walaupun sebesar biji sawi." Seorang lelaki bertanya, "Sesungguhnya ada orang yang senang jika pakaiannya bagus dan sandalnya pun bagus." Beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah itu Mahaindah dan mencintai keindahan. Kesombongan itu ialah menolak kebenaran dan merendahkan sesama manusia." [HR. Muslim].
- Menolak kebenaran, dalam arti enggan menerimanya.
- Merendahkan manusia, yakni menganggap mereka hina.
- Pakaian dan sandal yang bagus bukan termasuk bentuk kesombongan.
Soal 21: Sebutkan beberapa bentuk curang yang diharamkan?
Jawab:
- Curang dalam jual beli, yaitu menyembunyikan cacat barang dagangan.
- Kecurangan dalam menuntut ilmu, semisal menyontek dalam ujian.
- Kecurangan dalam ucapan, seperti persaksian palsu dan dusta.
- Tidak menepati janji yang telah diucapkan dan tidak pula menunaikan kesepakatan antara dirinya dengan orang lain.
Dalil tentang larangan curang adalah hadis: bahwa Rasulullah ﷺ melewati setumpuk makanan yang dijual, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalam makanan tersebut. Ternyata tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, sehingga beliau bertanya, "Apa ini, wahai pemilik makanan?" Dia menjawab, "Ditimpa hujan, wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Tidakkah engkau meletakkannya di bagian atas makanan itu supaya orang lain dapat melihatnya? Siapa yang berbuat curang, maka dia bukan dari golonganku." [HR. Muslim].
Tumpukan bermakna timbunan makanan.
Soal 22: Apa yang dimaksud dengan gibah?
Jawab:
Gibah (menggunjing) adalah menyebutkan sesuatu yang dibenci oleh saudaramu sesama muslim saat ia tidak ada.
Allah Ta'ala berfirman, "Janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." [QS. Al-Ḥujurāt: 12]
Soal 23: Apa yang dimaksud dengan namīmah (adu domba)?
Jawab:
Namīmah (adu domba) adalah memindahkan pembicaraan di antara manusia dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka.
Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah masuk surga orang yang suka melakukan namīmah (adu domba)." [HR. Muslim].
Soal 24: Apa yang dimaksud dengan sifat malas?
Jawab:
Yaitu merasa berat untuk melakukan kebaikan atau apa yang wajib dilakukan.
Salah satu contohnya adalah merasa malas ketika mengerjakan apa yang diwajibkan oleh Allah.
Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allahlah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud ria (ingin dipuji) di hadapan manusia." [QS. An-Nisā`: 142]
Seorang mukmin hendaknya meninggalkan rasa malas, kurang bersemangat, serta tidak punya gairah. Ia harus bersemangat dalam bekerja dan bergerak, serta bersungguh-sungguh dan memiliki tekad kuat dalam kehidupan ini guna untuk mendapatkan rida Allah Ta'ala.
Soal 25: Sebutkan macam-macam marah!
Jawab:
1) Marah yang terpuji, yaitu marah yang diniatkan karena Allah di saat orang-orang kafir, munafik, atau yang semisal dengan mereka melanggar apa yang diharamkan oleh Allah.
2) Marah yang tercela, yaitu marah yang menyebabkan seseorang melakukan dan mengucapkan sesuatu yang tidak seharusnya.
Obat untuk marah yang tercela:
- Berwudu.
- Duduk jika ia sedang berdiri, dan berbaring jika ia sedang duduk.
- Melaksanakan wasiat Nabi ﷺ dalam hal itu: "Jangan marah!"
- Menahan diri agar tidak tersulut emosi ketika marah.
- Memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.
- Diam.
Soal 26: Apa yang dimaksud dengan memata-matai seseorang?
Jawab:
Memata-matai (tajassus) adalah menyingkap dan mencari aib manusia dan apa yang mereka sembunyikan.
Di antara bentuk memata-matai seseorang yang diharamkan:
- Mengamati kekurangan manusia yang ada di dalam rumah.
- Mendengarkan pembicaraan manusia tanpa mereka ketahui.
Allah Ta'ala berfirman, "Janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain." [QS. Al-Ḥujurāt: 12]
Soal 27: Apa yang dimaksud dengan boros? Apa yang dimaksud dengan bakhil? Dan apa yang dimaksdu dengan kedermawanan?
Jawab:
Makna boros adalah membelanjakan harta tidak pada tempatnya. Kebalikannya pelit, yaitu menahan hak harta.
Sikap yang benar adalah pertengahan antara keduanya, dan agar seorang muslim bersikap dermawan.
Allah Ta'ala berfirman, "Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak boros dan tidak (pula) kikir, tetapi di antara keduanya secara wajar." [QS. Al-Furqān: 67]
Soal 28: Apa yang dimaksud dengan pengecut? Apa pula yang dimaksud dengan keberanian itu?
Jawab:
Sikap pengecut adalah takut terhadap sesuatu yang tidak sepatutnya ditakuti.
Misalnya: Takut menyuarakan kebenaran dan mengingkari kemungkaran.
Adapun keberanian adalah lantang dalam menyuarakan kebenaran. Salah satu contohnya adalah berani di medan jihad demi membela Islam dan kaum muslimin.
- Nabi ﷺ berkata di dalam doanya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari sifat pengecut ..."
- Rasulullah ﷺ bersabda, "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya ada kebaikan." [HR. Muslim].
Soal 29: Sebutkan sebagian ucapan-ucapan yang diharamkan!
Jawab:
- Melaknat dan mencela.
- Ucapan seseorang kepada orang lain dengan sebutan "hewan" atau lafaz yang semisal.
- Menyebut aib seseorang dengan menggunakan kata-kata buruk dan jorok.
Nabi ﷺ telah melarang hal ini semua. Beliau bersabda, "Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan orang yang keji (buruk akhlaknya), dan bukan pula orang yang jorok omongannya." [HR. Tirmizi dan Ibnu Hibban].
Soal 30: Sebutkan sebab-sebab yang dapat membantu seorang muslim untuk berakhlak dengan akhlak yang baik!
Jawab:
1- Berdoa agar Allah mengaruniakan kepadamu akhlak yang baik serta menolongmu untuk itu.
2- Selalu merasa diawasi Allah ﷻ, bahwa Dia senantiasa mengetahui, mendengar, dan melihatmu.
3- Mengingat pahala akhlak baik, yaitu merupakan sebab masuk surga.
4- Mengingat akibat positif dari akhlak yang buruk, yaitu merupakan sebab masuk neraka.
5- Akhlak yang mulia dapat menjadikan seseorang dicintai Allah dan dicintai oleh para makhluk-Nya. Sebaliknya, akhlak yang buruk dapat menyebabkan seseorang dibenci oleh Allah serta dibenci oleh seluruh makhluk-Nya.
6- Membaca sirah Nabi ﷺ dan senantiasa mengamalkan ajarannya.
7- Berteman dengan orang-orang saleh serta menjauhi pertemanan dengan orang-orang jahat.
*******
Zikir yang paling utama adalah yang sejalan antara hati dan lisan.
MATERI DOA DAN ZIKIR43
Soal 1: Apa keutamaan zikir?
Jawab:
Nabi ﷺ bersabda, "Perumpamaan orang yang berzikir kepada Tuhannya dengan yang tidak berzikir kepada-Nya seperti perbandingan orang yang hidup dengan yang mati." [HR. Bukhari].
- Kemuliaan hidup manusia tergantung pada sejauh mana ia selalu mengingat Allah Ta'ala.
Soal 2: Sebutkan sebagian faedah zikir!
Jawab:
1) Mendatangkan rida Ar-Raḥmān.
2) Mengusir setan.
3) Membentengi seorang muslim dari keburukan.
4) Menghasilkan pahala dan ganjaran.
Soal 3: Zikir seperti apa yang paling baik?
Jawab:
Zikir: Lā ilāha illallāh. [HR. Tirmizi dan Ibnu Majah].
Soal 4: Doa apa yang engkau baca ketika bangun dari tidur?
Jawab:
"Alḥamdu lillāhillażī aḥyānā ba'da mā amātanā wa ilaihin-nusyūr"
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah kami dimatikan oleh-Nya dan hanya kepada-Nyalah kami dibangkitkan." [Muttafaq 'Alaih].
Soal 5: Doa apa yang engkau baca ketika hendak memakai pakaian?
Jawab:
"Alḥamdu lillāhillażī kasānī hāżaṡ-ṡauba wa razaqanīhi min gairi ḥawlin minnī wa lā quwwah"
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa upaya dan kekuatan dariku." (HR. Abu Daud, Tirmizi, dan lainnya)
Soal 6: Doa apa yang engkau baca ketika melepas pakaian?
Jawab:
Bismillāh. [HR. Tirmizi].
Soal 7: Apa doa ketika memakai pakaian baru?
Jawab:
"Allāhumma lakal-ḥamdu anta kasautanīhi, as`aluka khairahu wa khaira mā ṣuni'a lahu, wa a'ūżu bika min syarrihi wa syarri mā ṣuni'a lahu"
Artinya: "Ya Allah, hanya milik-Mu segala pujian. Engkaulah yang telah memberikannya kepadaku. Aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuan pembuatannya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuan pembuatannya." [HR. Abu Daud dan Tirmizi].
Soal 8: Apa doa untuk orang yang memakai pakaian baru?
Jawab:
Jika kamu melihat pakaian baru dipakai oleh seseorang, maka doakanlah dengan mengatakan: "Tublī wa yukhlifullāhu ta'ālā"
(Pakailah sampai lusuh. Semoga Allah Ta'ala memberikan gantinya kepadamu). [HR. Abu Daud].
Soal 9: Apa doa ketika masuk toilet atau tempat buang hajat?
Jawab:
"Allāhumma innī a'użubika minal-khubuṡi wal-khabā`iṡ"
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan perempuan." [Muttafaq 'Alaih].
Soal 10: Apa doa ketika keluar dari toilet?
Jawab:
"Gufrānaka"
Artinya: "Semoga Engkau mengampuniku." [HR. Abu Daud dan Tirmizi].
Soal 11: Apa yang engkau baca sebelum berwudu?
Jawab:
Bismillāh. [HR. Abu Daud dan yang lain].
Soal 12: Apa zikir setelah selesai berwudu?
Jawab:
"Asyhadu an lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, wa asyhadu anna muḥammadan 'abduhu wa rasūluh"
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya." [HR. Muslim].
Soal 13: Apa zikir ketika keluar rumah?
Jawab:
"Bismillāh, tawakkaltu 'alallāh, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh"
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, aku berserah kepada Allah, dan tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah." [HR. Abu Daud dan Tirmizi].
Soal 14: Apa zikir ketika masuk rumah?
Jawab:
"Bismillāhi walajnā, wa bismillāhi kharajnā, wa 'alallāhi rabbinā tawakkalnā"
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah kami masuk, dengan menyebut nama Allah kami keluar, dan hanya kepada Allah, Tuhan kami, kami berserah diri."
Kemudian memberi salam kepada penghuninya. [HR. Abu Daud].
Soal 15: Apa doa ketika masuk masjid?
Jawab:
"Allāhummaf-taḥ lī abwāba raḥmatika"
Artinya: "Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu." (HR. Muslim)
Soal 16: Apa doa ketika keluar dari masjid?
Jawab:
"Allāhumma innī as`aluka min faḍlika"
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu." (HR. Muslim)
Soal 17: Apa yang engkau baca ketika mendengar azan?
Jawab:
Saya mengucapkan ucapan yang sama seperti yang diucapkan oleh muazin, kecuali pada lafaz "ḥayya 'alaṣ-ṣalāh" dan "ḥayya 'alal-falaḥ", maka saya mengucapkan: "Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh." [Muttafaq 'Alaih].
Soal 18: Apa yang engkau baca setelah azan?
Jawab:
- Membaca selawat kepada Nabi ﷺ. [HR. Muslim].
Kemudian membaca: "Allāhumma rabba hāżihid-da'watit-tāmmah, waṣ-ṣalātil-qā`imah, āti muḥammadanil-wasīlata wal-faḍīlah, wa-b'aṡhu maqāman maḥmūdanillaẓī wa'adtah, innaka lā tukhliful-mī'ād"
Artinya: "Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini serta salat yang ditegakkan! Berikanlah kepada Muhammad al-waṣīlah/kedudukan tinggi (di dalam surga) serta keutamaan, bangkitkanlah dia di atas kedudukan yang terpuji (syafaat teragung) yang telah Engkau janjikan kepadanya." [HR. Bukhari].
- Selanjutnya berdoa antara azan dan ikamah, sebab doa pada momen itu tidak akan ditolak.
Soal 19: Zikir apa saja yang engkau baca di waktu pagi dan sore?
Jawab:
1- Saya membaca ayat Kursi: Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta`khużuhū sinatuw-walā naum, lahū mā fis-samāwāti wamā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai`in min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ūduhū ḥifẓuhumā wa huwal-'aliyyul aẓīm.
Artinya: "Ya Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi serta Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar." [QS. Al-Baqarah: 255]
2- Lalu membaca: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Lalu membaca Surah Al-Ikhlāṣ:
1. Qul huwallāhu aḥad
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. 2. Allāhuṣ-ṣamad
Allah tempat meminta segala sesuatu. 3. Lam yalid wa lam yūlad
(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. 4. Wa lam yakun lahū kufuwan aḥad
Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” [QS. Al-Ikhlāṣ: 1-4]
Dibaca 3 kali.
Lalu membaca Surah Al-Falaq:
Bismillāhirraḥmānirraḥīm 1. Qul a'ūżu bi rabbil-falaq
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), 2. Min syarri mā khalaq
dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, 3. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, 4. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad
dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), 5. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” [QS. Al-Falaq: 1-5]
Dibaca 3 kali.
Lalu membaca Surah An-Nās:
Bismillāhirraḥmānirraḥīm 1. Qul a'ūżu bi rabbin-nās
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, 2. Malikin-nās
Raja manusia, 3. Ilāhin-nās
Sembahan manusia, 4. Min syarril-waswāsil-khannās
dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, 5. Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, 5. Minal-jinnati wan-nās.
dari (golongan) jin dan manusia.” [QS. An-Nās]
Dibaca 3 kali.
3- Lalu membaca:
"Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa ana 'abduka, wa ana 'alā 'ahdika wa wa'dika mastaṭa'tu. A'ūżu bika min syarri mā ṣana'tu. Abū`u laka bi ni'matika 'alayya, wa abū`u bi żanbī, fagfir lī fa innahū lā yagfiruż-żunūba illā anta"
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkau menciptakanku, aku adalah hamba-Mu, aku menetapi perjanjian dan janjiku kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu atas diriku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa selain Engkau." [HR. Bukhari].
Soal 20: Apa yang engkau baca ketika hendak tidur?
Jawab:
"Bismikallāhumma amūtu wa aḥyā"
Artinya: "Ya Allah, dengan menyebut nama-Mu aku mati dan aku hidup" [Muttafaq 'Alaih].
Soal 21: Apa yang engkau baca sebelum menyantap makanan?
Jawab:
Bismillāh. Ketika engkau lupa membaca doa tadi di awal makan, maka ucapkanlah: "Bismillāhi fī awwalihi wa ākhirihi"
(Dengan menyebut nama Allah di awal dan di akhirnya). [HR. Abu Daud dan Tirmizi].
Soal 22: Apa yang engkau baca ketika selesai makan?
Jawab:
"Alḥamdu lillāhillażī aṫ'amanī hāżā wa razaqanīhi min gairi ḥaulin minnī wa lā quwwah"
Artinya: "Segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan makanan ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku." [HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan yang lainnya].
Soal 23: Doa apa yang diucapkan tamu kepada orang yang menghidangkan makanan?
Jawab:
"Allāhumma bārik lahum fī mā razaqtahum, wa-gfir lahum war-ḥamhum"
Artinya: "Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau anugerahkan kepada mereka, ampuni mereka, dan berikanlah rahmat kepada mereka." [HR. Muslim].
Soal 24: Apa yang diucapkan sesorang ketika bersin?
Jawab:
Alḥamdulillāh. Hendaknya saudaranya atau kawannya membalas ucapan hamdalah dengan ungkapan: "Yarḥamukallāhu." (Semoga Allah merahmatimu). Bila saudaranya telah mendoakan orang yang bersin; maka hendaklah orang yang bersin tersebut membalas doa saudaranya dengan ucapan: "Yahdīkumullāhu wa yuṣliḥu bālakum." (Semoga Allah memberikan petunjuk dan memperbaiki keadaanmu). [HR. Bukhari].
Soal 25: Apa bacaan doa kaffāratul-majlis (doa pelebur dosa) ketika hendak berdiri setelah selesai dari majelis?
Jawab:
"Subḥānakallāhumma wa biḥamdika, asyhadu an lā ilāha illā anta, astagfiruka wa atūbu ilaika"
Artinya: "Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi tiada sembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu." [HR. Abu Daud dan Tirmizi].
Soal 26: Apa doa ketika naik kendaraan?
Jawab:
"Bismillāh, walḥamdu lillāh. Subḥānallażī sakh-khara lanā hāżā wa mā kunnā lahū muqrinīna wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn. Alḥamdu lillāh, alḥamdu lillāh, alḥamdu lillāh, allāhu akbar, allāhu akbar, allāhu akbar. Subḥānakallāhumma innī ẓalamtu nafsī fagfir lī fainnahū lā yagfiruż-żunūba illā anta."
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah dan segala puji bagi Allah. Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Segala puji bagi Allah, segala puji bagi Allah, segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Engkau, ya Allah, sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau." [HR. Abu Daud dan Tirmizi].
Soal 27: Apa doa ketika bepergian (safar)?
Jawab:
"Allāhu akbar, allāhu akbar, allāhu akbar. Subḥānallażī sakh-khara lanā hāżā wa mā kunnā lahū muqrinīna wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.
Allāhumma innā nas`aluka fī safarinā hāżal-birra wat-taqwā wa minal-'amali mā tarḍā.
Allāhumma hawwin 'alainā safaranā hāżā, waṭ-wi 'annā bu'dahū. Allāhumma antaṣ-ṣāḥibu fis-safari wal-khalīfatu fil-ahli.
Allāhumma innī a'ūżu bika min wa'ṡā`is-safari, wa ka`ābatil-manẓari, wa sū`il-munqalabi fil-māli wal-ahli."
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya. Sesungguhnya hanya kepada Tuhan kami, kami akan kembali.
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh.
Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga.
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan perubahan yang buruk pada harta dan keluarga."
Ketika telah kembali, maka dibaca doa tadi dengan menambah ucapan: "Āyibūna tā`ibūna 'ābidūna li rabbinā ḥāmidūn." (Kami kembali kepada Allah, kami bertobat, dan kami beribadah. Hanya kepada Allah kami memuji). [HR. Muslim].
Soal 28: Apa doa yang diucapkan oleh seorang musafir kepada orang yang ditinggalkan?
Jawab:
"Astaudi'ukumullāhallażī lā taḍī'u wadā`i'uhu"
Artinya: "Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak mungkin tersia-siakan titipan yang dititipkan kepada-Nya." [HR. Ahmad dan Ibnu Majah].
Soal 29: Apa doa yang diucapkan orang yang mukim kepada seorang musafir?
Jawab:
"Astaudi'ullāha dīnaka wa amānataka wa khawātīma 'amalika"
Artinya: "Aku titipkan kepada Allah pemeliharaan agamamu, amanahmu, dan penutup amalmu." [HR. Ahmad dan Tirmizi].
Soal 30: Apa doa ketika masuk pasar?
Jawab:
Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku walahul-ḥamdu, yuḥyī wa yumītu, wa huwa ḥayyun lā yamūtu, biyadihil-khairu wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr.
Artinya: "Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan. Dialah Yang Maha Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya semua kebaikan dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu." [HR. Tirmizi dan Ibnu Majah].
Soal 31: Apa doa ketika marah?
Jawab:
A’ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk." [Muttafaq 'Alaih].
Soal 32: Apa doa yang engkau ucapkan kepada orang yang telah berbuat kebaikan kepadamu?
Jawab:
Jazākallāhu khairān.
Artinya: "Semoga Allah membalasmu dengan yang lebih baik." [HR. Tirmizi].
Soal 32: Apa doa yang dibaca ketika kendaraan tergelincir?
Jawab:
Bismillāh. [HR. Abu Daud].
Soal 34: Apa yang engkau baca bila menjumpai sesuatu yang menyenangkanmu?
Jawab:
Alḥamdulillāhillażī bini'matihī tatimmuṣ-sāliḥāt
Artinya: "Segala puji hanya bagi Allah, dengan nikmat-Nya semua perkara yang baik menjadi terwujud." [HR. Hakim dan selainnya].
Soal 35: Apa yang engkau baca ketika mendapati sesuatu yang tidak disukai?
Jawab:
Alḥamdulillāhi 'alā kulli ḥālin.
Artinya: "Segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan." [Ṣaḥīḥ Al-Jāmi'].
Soal 36: Bagaimana cara mengucapkan salam dan menjawabnya?
Jawab:
Yaitu seorang muslim mengucapkan:
Assalāmu 'alaikum waraḥmatullāhi wa barakātuh.
Artinya: "Semoga keselamatan, rahmat Allah, serta keberkahan tercurahkan atas kalian." Lalu saudaranya menjawabnya dengan mengucapkan: Wa'alaikumus-salāmu waraḥmatullāhi wa barakātuh.
Artinya: "Semoga keselamatan, rahmat Allah, serta keberkahan juga tercurahkan atas kalian." [HR. Tirmizi, Abu Daud dan yang lainnya].
Soal 37: Apa doa yang diucapkan ketika hujan turun?
Jawab:
Allāhumma ṣayyiban nāfi'an.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat." [HR. Bukhari].
Soal 38: Apa doa yang dibaca ketika hujan telah reda?
Jawab: Muṭirnā bi faḍlillāhi wa raḥmatih.
Artinya: "Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah." [HR. Bukhari dan Muslim].
Soal 39: Apa doa ketika ada angin kencang?
Jawab:
Allāhumma innī as`aluka khairahā wa a'ūżu bika min syarrihā.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya." [HR. Abu Daud dan Ibnu Majah].
Soal 40: Apa doa ketika mendengar petir?
Jawab:
Subḥāna-llażī yusabbiḥur-ra'du biḥamdihi, wal-malā`ikatu min khīfatih.
Artinya: "Maha Suci Allah. Petir dan para malaikat bertasbih kepada-Nya serta memuji-Nya, karena rasa takut kepada-Nya." [Muwaṭṭa‘ Mālik].
Soal 41: Apa doa yang dibaca ketika melihat seseorang ditimpa musibah?
Jawab:
Alḥamdulillāhillażī 'āfānī mimma-btalāka bihī wa faḍḍalanī 'alā kaṡīrin mimman khalaqa tafḍīlā.
Artinya: "Segala puji hanya bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari ujian yang diberikan kepadamu, serta melebihkanku di atas banyak orang yang Dia ciptakan." [HR. Tirmizi].
Soal 42: Apa doa orang yang khawatir akan menimpakan penyakit 'ain pada orang lain?
Jawab:
Disebutkan dalam hadis: "Apabila salah seorang kalian melihat sesuatu yang menakjubkan pada saudaranya, dirinya, ataupun hartanya, hendaknya ia segera mendoakan keberkahan untuknya, karena sesungguhnya pengaruh buruk pandangan mata ('ain) itu benar adanya." [HR. Ahmad, Ibnu Majah dan yang lainnya].
Soal 43: Bagaimana engkau berselawat kepada Nabi ﷺ?
Jawab:
Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allahumma bārik 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan selawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Zat yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Ya Allah, curahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah mencurahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia." [Muttafaq 'Alaihi].
*******
MATERI CAMPURAN26
Soal 1: Apa saja lima hukum taklif itu?
Jawab:
1. Wajib
2. Mustahab
3. Haram
4. Makruh
5. Mubah
Soal 2: Jelaskan kelima hukum tersebut!
Jawab:
1- Wajib, yaitu perintah yang bersifat harus. Misalnya: salat lima waktu, puasa Ramadan, dan berbakti kepada orang tua.
- Wajib maksudnya pelakunya akan mendapatkan pahala, sedang orang yang meninggalkannya akan mendapatkan hukuman (dosa).
2- Mustahab, yaitu perintah yang sifatnya tidak harus. Misalnya: salat sunah rawatib, salat malam, bersedekah makanan, dan mengucapkan salam. Mustahab juga disebut: sunah dan mandūb.
- Mustaḥab maksudnya pelakunya akan mendapatkan pahala, sedang orang yang meninggalkannya tidak akan mendapatkan hukuman (dosa).
Catatan penting:
Sepatutnya bagi seorang muslim ketika mendengar bahwa perkara ini hukumnya sunah atau mustahab, agar ia segera mengerjakannya dan meneladan Nabi ﷺ.
3- Haram, yaitu larangan yang harus ditinggalkan. Misalnya: minum khamar, durhaka kepada orang tua, dan memutus tali silaturahmi.
- Haram maksudnya orang yang tidak mengerjakannya akan mendapatkan pahala, sedang pelaku perbuatan haram akan mendapatkan hukuman (dosa).
4- Makruh, yaitu larangan yang tidak harus ditinggalkan. Misalnya: menerima dan memberi dengan tangan kiri, dan melipat lengan pakaian ketika salat.
- Makruh maksudnya orang yang meninggalkannya akan mendapatkan pahala, sedang orang yang mengerjakannya tidak akan mendapatkan siksa.
5- Mubah, yaitu yang bersifat pilihan antara ditinggalkan atau dikerjakan. Misalnya: makan apel dan minum teh. Mubah juga disebut: jaiz dan halal.
- Mubah maksudnya orang yang meninggalkannya tidak akan mendapatkan pahala, sedang orang yang mengerjakannya tidak pula mendapatkan siksa (dosa).
Soal 4: Apa hukum jual beli dan transaksi bisnis?
Jawab:
Hukum asal dari setiap jual beli dan transaksi bisnis itu halal kecuali beberapa jenis jual beli yang telah diharamkan oleh Allah Ta'ala.
Allah Ta'ala berfirman, "Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." [QS. Al-Baqarah: 275]
Soal 5: Sebutkan beberapa jenis transaksi bisnis dan jual beli yang diharamkan!
Jawab:
1- Kecurangan. Di antaranya: menyembunyikan cacat barang dagangan.
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah melewati tumpukan makanan. Beliau pun memasukkan tangannya ke dalam tumpukan itu, lalu jemari beliau menyentuh sesuatu yang basah. Maka beliau bertanya, "Apa ini, wahai pemilik makanan?" Pemiliknya menjawab, "Makanan itu terkena air hujan, wahai Rasulullah." Maka beliau bersabda, “Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian atas makanan agar manusia dapat melihatnya? Ketahuilah! Siapa yang menipu, maka dia bukan dari golongan kami." [HR. Muslim].
2- Riba. Contohnya: Saya berutang seribu kepada seseorang, namun dengan syarat saya harus mengembalikannya sebesar dua ribu.
Tambahan tersebut, itulah riba yang diharamkan. Allah Ta'ala berfirman, "Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." [QS. Al-Baqarah: 275]
3- Garar (kesamaran) dan ketidaktahuan. Misalnya: saya menjual kepada Anda susu yang masih berada di kantung susu kambing, atau ikan yang masih berada di dalam air dan belum saya tangkap.
Disebutkan dalam hadis: "Rasulullah ﷺ melarang jual beli yang mengandung garar." [HR. Muslim].
Soal 6: Sebutkan beberapa nikmat yang Allah karuniakan kepada Anda?
Jawab:
1- Nikmat Islam dan engkau tidak ditakdirkan sebagai orang kafir.
2- Nikmat Sunnah dan engkau tidak ditakdirkan sebagai ahli bidah.
3- Nikmat sehat dan keselamatan, seperti: pendengaran, penglihatan, berjalan dan lainnya.
4- Nikmat makanan, minuman dan pakaian.
Nikmat yang Allah Ta'ala karuniakan kepada kita amat banyak, hingga tidak mampu untuk dihitung dan dikalkulasi.
Allah Ta'ala berfirman, "Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [QS. An-Naḥl: 18]
Soal 7: Apa saja kewajiban kita terhadap nikmat Allah? Bagaimana Anda mensyukurinya?
Jawab:
Yang wajib kita kerjakan adalah mensyukurinya, yaitu dengan selalu memuji Allah dan mengagungkan-Nya dengan lisan bahwa hanya Dialah pemilik tunggal seluruh karunia. Selain itu, menggunakan nikmat tersebut pada sesuatu yang akan mendatangkan keridaan Allah Ta'ala, bukan pada jalur kemaksiatan.
• AllahTa'ala berfirman, "Ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu! Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku!" [QS. Al-Baqarah: 152]
Soal 8: Apa saja hari raya kaum muslimin?
Jawab:
Idulfitri dan Iduladha. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Anas -raḍiyallāhu 'anhu-: Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Kota Madinah, penduduknya memiliki dua hari yang biasa mereka rayakan dengan bermain. Beliau pun bertanya, "Dua hari apakah ini?" Mereka menjawab, "Dua hari yang biasa kami rayakan di masa Jahiliah." Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh, Allah telah menggantikan keduanya untuk kalian dengan dua hari yang lebih baik, yaitu hari Iduladha dan hari Idulditri." [HR. Abu Daud].
Adapun hari raya selain itu, maka termasuk hari raya yang tidak disyariatkan.
Soal 9: Bulan apakah yang paling mulia?
Jawab:
Bulan Ramadan.
Soal 10: Hari apakah yang paling agung?
Jawab:
Hari Jumat.
Soal 11: Hari apakah yang paling agung sepanjang tahun?
Jawab:
Hari Raya Kurban. Ada yang berpendapat: Hari Arafah.
Soal 12: Malam apakah yang paling agung sepanjang tahun?
Jawab:
Malam lailatulkadar.
Soal 13: Apa yang harus Anda lakukan ketika melihat wanita ajnabi (bukan mahram)?
Jawab:
Yang wajib dilakukan adalah menundukkan pandangan. Allah Ta'ala berfirman, "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya." [QS. An-Nūr: 3]
Soal 13: Siapa sajakah musuh-musuh manusia?
Jawab:
1- Nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan. Ini terjadi ketika manusia mengikuti kecondongan hati dan nafsunya untuk bermaksiat kepada Allah -Tabāraka wa Ta'ālā-. Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- berfirman, "Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [QS. Yūsuf: 53]
2- Setan yang merupakan musuh abadi manusia. Tujuannya adalah menyesatkan manusia dan menggodanya agar berbuat keburukan, serta menjerumuskannya ke dalam neraka. Allah Ta'ala berfirman, "Janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata." [QS. Al-Baqarah: 168]
3- Teman buruk, yaitu teman-teman yang selalu mendorong kepada keburukan dan menghalangi dari kebaikan. Allah Ta'ala berfirman, "Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa." [QS. Az-Zukhruf: 67]
Soal 17: Apa yang dimaksud dengan tobat?
Jawab:
Tobat ialah menarik diri dari kemaksiatan kepada Allah Ta'ala menuju ketaatan kepada-Nya. Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar." [QS. Ṭāhā: 130]
Soal 18: Apa saja syarat tobat yang benar (taubah naṣūha)?
Jawab:
1- Meninggalkan dosa.
2- Menyesali dosa yang telah ia lakukan.
3- Bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.
4- Mengembalikan hak serta menyelesaikan kezaliman kepada pemiliknya.
Allah Ta'ala berfirman, "Juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah?! Juga mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu sedang mereka mengetahui." [QS. Āli 'Imrān: 135]
Soal 21: Apa makna berselawat kepada Nabi ﷺ?
Jawab:
Maknanya: Engkau memohon kepada Allah agar Dia memuji Nabi-Nya ﷺ di hadapan para malaikat tertinggi .
Soal 22: Apa makna dari kalimat "subḥānallāh"?
Jawab:
Ia adalah kalimat tasbih yang bermakna menyucikan Allah -Subḥānahū wa Ta'ālā- dari segala bentuk kekurangan, cacat, dan keburukan.
Soal 23: Apa makna dari kalimat "alḥamdulillāh"?
Jawab:
Maknanya: pujian kepada Allah Ta'ala serta menyifati-Nya dengan semua sifat kesempurnaan.
Soal 24: Apa makna dari kalimat "allāhuakbar"?
Jawab:
Maknanya adalah bahwa Allah lebih besar dari segala sesuatu, lebih mulia, lebih agung, dan lebih luhur dari segala sesuatu.
Soal 25: Apa makna kalimat "lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh"?
Jawab:
Maknanya: Tidak ada daya bagi seorang hamba untuk beralih dari suatu kondisi ke kondisi yang lain, serta tidak memiliki kekuatan untuk melakukan itu kecuali dengan pertolongan Allah.
Soal 26: Apa makna kalimat "astagfirullāh"?
Jawab:
Maknanya: permintaan seorang hamba kepada Tuhannya agar dosa-dosanya dihapus dan seluruh cacatnya ditutup.
Soal 3: Apa manfaat dan keutamaan mendalami ilmu agama?
Jawab:
Benarnya ucapan, perbuatan, dan keyakinan, yang berbuah kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Mu'āwiyah bin Abī Sufyān -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa saja yang Allah kehendaki padanya kebaikan, niscaya Dia akan menjadikannya paham agama." (HR. Bukhari dan Muslim)
Makna "menjadikannya paham": membuatnya berilmu tentang hukum-hukum syariat.
Soal 14: Apa saja kriteria hijab wanita muslimah?
Jawab:
- Harus menutupi semua badan.
- Tidak dijadikan sebagai perhiasan.
- Tidak transparan.
- Harus longgar, tidak sempit.
- Tidak boleh diberi wewangian.
- Tidak boleh menyerupai pakaian laki-laki.
- Tidak boleh menyerupai pakaian wanita kafir dan fasik.
• AllahTa'ala berfirman, "Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, 'Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang." [QS. Al-Aḥzāb: 59]
Makna ayat ini: Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri kaum mukminin agar mereka mengulurkan selendang dan selimut mereka ke atas kepala dan muka mereka untuk menutup muka, dada dan kepala mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali dengan ciri menutup dan menjaga diri, sehingga mereka tidak diganggu ataupun disakiti. Sungguh, Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, yaitu Dia mengampuni untuk kalian semua yang telah lalu serta menyayangi kalian lewat penjelasannya kepada kalian tentang halal dan haram.
Soal 15: Apa yang dimaksud dengan takwa?
Jawab:
Takwa adalah mengerjakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.
• Allah Ta'ala berfirman, "Bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa." [QS. Al-Baqarah: 194]
Soal 19: Apa jalan mewujudkan kejayaan dan kemenangan bagi kaum muslimin?
Jawab:
Jalannya adalah mengamalkan Islam dan meninggalkan kemaksiatan dan dosa.
• AllahTa'ala berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." [QS. Muḥammad: 7]
- Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- juga berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." [QS. Ar-Ra'd: 11]
Soal 20: Apa urgensi doa?
Jawab:
Doa termasuk ketaatan paling agung dan ibadah paling mulia.
• Allah Ta'ala berfirman, "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.'" [QS. Gāfir: 60]
- Nabi ﷺ juga bersabda, "Doa itu adalah ibadah." (HR. Abu Daud, Tirmizi, dan Ibnu Majah)